KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » BERITA, NEWS, TENTANG JAKARTA » Basuki: Masalah Banjir Ada Disisi Utara Jakarta

Ahok.Org – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui permasalahan banjir di Ibu Kota selama ini karena belum selesainya pembenahan Jakarta Utara sebagai wilayah yang paling rendah dan dekat dengan laut.

“Kalau mau beresin Jakarta, Jakarta Utara mesti diberesin tanggulnya, waduknya, pompanya. Karena air itu dari selatan tinggi masuk ke utara yang rendah,” ujar Basuki saat blusukan meninjau tanggul Kali Sunter di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Kamis (12/2).

Ia mengatakan, seluruh air yang turun ke Jakarta akan bermuara ke utara karena keberadaan laut di sana. Dengan demikian persoalan 13 sungai yang meluap hingga hujan dengan cuaca ekstrem yang sangat lebat pun akan menimpa wilayah Jakarta Utara terlebih dahulu.

“Tapi sayangnya, utara kita sekarang itu sungai-sungainya ada di bawah laut karena ada penurunan muka tanah,” katanya.

Seburuk apapun cuaca, katanya, apabila pompa di Waduk Pluit dan Pasar Ikan berfungsi dengan baik maka tidak akan terjadi banjir yang berlebihan di Jakarta.

“Kami minta ini (pembuatan tanggul) cepat karena ini kan sempat berhenti karena ada adminstrasi macam-macam,” ujarnya.

Basuki meninjau lokasi pembangunan tanggul Kali Sunter di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, yang sempat dijebol para kontraktor beberapa waktu lalu untuk memasukkan alat berat ke dalam sungai. Pengerjaan tanggul tersebut memang sempat terhenti karena ada beberapa permasalahan seperti persoalan administrasi. [Suarapembaruan/Beritasatu.com]

  • Share/Bookmark

6 Responses to “Basuki: Masalah Banjir Ada Disisi Utara Jakarta”

  1. permasalahan admiistrasi apa? semua pembuatan tanggul kadang terbengkalai contoh pemasangan sheetpile gunung sahari di biarkan gitu aja, kalo setiap hari kerja pasti selesai.

    Reply
    • @Doko….jangan sewot begitu bro!
      Gubernur sdh berupaya agar Pemda DKI diberikan hak untuk bertgjwb sepenuhnya terhadap kebijakan pembangunan dan pemeliharaan prasarana umum seperti jalan, sungai, pemukiman bantaran sungai, transportasi dll yg selama ini kebijakannya tergantung dari Pemerintah Pusat diantaranya Kementrian PU juga Kementrian Perhubungan & beberapa kementrian lain. Selama ini Pemprov bertindak sekedar sebagai operator dan bertgjwb thdp pemeliharaannya saja. Iya kalau yg dibangun mutu dan manfaatnya memadai untuk jangka panjang, kalau nggak yg ada Pemprov yg jadi bulan-2an masyarakat seperti sekarang ini, sementara masyarakat tdk mau tau siapa yg bertgjwb dlm permasalahan yg ada (ini yg namanya kendala administrasi & birokrasi).
      Presiden Jokowi setelah bertemu Gubernur AHOK akhirnya memutuskan bahwa permalasahan itu semua saat ini menjadi tanggung jawab Pemprov DKI.
      Sekarang jalan keluar sebagai pemecahan masalah yg menahun itu sudah dibuka. Kita tunggu saja semoga Gubernur Ahok dapat merealisasikan Jakarta Baru secepatnya demi kepentingan masyarakat banyak…jalur2 prosedur, birokrasi dan administrasi yg selama ini menjadi ganjalan sudah dipangkas… tinggal planning & action yg tepat sasaran yg kita tunggu realisasinya. Plus satu hal lagi…. @Doko, dan seluruh warga DKI dukunglah Pemda DKI dengan sesuai hak & tanggungjwb kita sbg warga yg baik, kalau saya mah urang Bandung, hanya sebagai pemerhati saja. Kritik dan saran membangun wajib dilakukan, bukan cacian, hujatan dan ego akan kebutuhan pribadi saja.
      Dukung DKI menjadi lbh baik, merakyat & bermartabat, dan menjadi contoh untuk Pemprov lain di NKRI ini.

      Reply
  2. Peninggian jalan disisi Timur Kali sunter, berhenti 3bulan yg lalu, dan air menggenang begitu hujan, kerja macam APA ITU? Kalau dilakukan mungkin sudah selesai sampai taman BMW

    Reply
  3. Banjir di jakarta atau dimanapun di dunia ini sebetulnya bisa di cegah sebelum terjadi saat hujan tiba, pak ahok saya Insya Allah punya cara yg sangat sederhana sekali mungkin karena sederhana itulah akhirnya cara itu terlupakan/terabaikan/terlewatkan dari pengamatan para pakar,mencegah lebih baik dari pada menanggulangi apalagi menangani pasti lbh ribet juga ribut. jangankan cuma banjir selutut…setinggi monaspun Insya Allah bisa dicegah dan itu sudah ada buktinya!…kalau cara ini tdk berhasil mencegah banjir saya siap digantung di monas (kata bung anas,he he he..) cara ini bukan guyonan bahkan bisa dipertanggung jawabkan secara iptek, sekian dan terima kasih bila ada tanggapan.

    Reply
    • Kepada pak Ahok yang terhormat,selama ini untuk solusi masalah banjir seperti yang anda bilang di media massa hal ini sudah berlangsung selama 40 tahun tapi menurur saya malah sudah seratus tahun lebih yaitu sejak jaman VOC,kalau kita berpikir mengapa selama itu masalah banjir di Batavia sampai sekarang jadi Jakarta belum teratasi malah makin parah?…menurut saya karena caranya dari awal/dulu sampai sekarang selalu sama maka hasilnyapun pasti sama yang beda hanya teknologinya saja,kalau dari awal sudah salah maka dapat dipastikan selanjutnyapun akan salah dan masalahpun makin bertambah parah…malah makin mahal biayanya. Menurut pemikiran saya tidak ada cara lain untuk mencari solusinya haruslah dengan cara beda supaya hasilnyapun beda pula, dan Alhamdulillah Insya Allah cara saya ini bisa,beda dan sederhana pula sebetulnya cara ini di alam sudah ada cuma kebetulan saja saya menemukannya,tetapi maaf saya tidak bisa menjelaskan secara terbuka disini karena belum dipatenkan,dipatenkan disini untuk mencegah dari pihak2 yang suka plagiat kalau plagiat itu orang sendiri masih mending nah kalo negara tetangga sebelah yang emang sering suka ngaku2 itu nanti yang bikin hati meradang apalagi cara/teknik mencegah banjir saat hujan (sederas dan selama apaun hujannya)ini bisa diaplikasikan dimanapun di muka bumi ini tentu akan jadi ajang rebutan untuk mengaplikasikannya ditempat mereka masing2,untuk itu apa salahnya kita yang pertama menguji cobanya,untuk sekala kecil saya sudah beberapa kali membuktikannya.

      Reply
  4. pak ahok itu susah kerja karena itu banyak hambatan dari kementrian umum, dan dprd yg suka bikin garagara, elu pikir gampang gurus suatu daerah, kalo tidak di supord oleh kementrian dan dprd dia bakalan sulit menjalankan program

    Reply

Leave a Reply