KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » BALAI KOTA, BERITA, NEWS » Basuki Minta Lelang Jabatan Kepala Sekolah, Segera!

Ahok.Org – Banyaknya masalah pendidikan di Jakarta, mulai dari tawuran antarpelajar, penyiraman air keras oleh pelajar, hingga melakukan perbuatan mesum membuat Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama gerah.

Basuki meminta Kepala Dinas Pendidikan Taufik Yudi Mulyanto untuk segera mempercepat proses lelang jabatan kepala sekolah dan pengawas sekolah. “Jabatan kepala sekolah dan pengawas kita mau lelang sekarang,” kata Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (23/10/2013).

Melalui pelaksanaan lelang kepala sekolah dan pengawas itu, ia berharap, akan terpilih kepala sekolah dan pengawas yang betul-betul mempunyai niat dan usaha meningkatkan kualitas moral, karakter, dan emosional pelajar Jakarta. Ia pun menjamin, proses pelaksanaan seleksi promosi terbuka jabatan kepala sekolah tidak akan melanggar peraturan karena melalui Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) yang juga melibatkan Wali Kota. Seleksi promosi terbuka lurah dan camat juga melalui Baperjakat.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, seleksi terbuka kepala sekolah ini akan dilakukan bagi guru-guru yang ada di lingkup pendidikan, tetapi terbatas pada wilayah DKI Jakarta saja.

Para calon kepala sekolah nantinya akan menjalani tes akademik, psikotes, wawancara, dan paparan yang dilakukan dengan akuntabel dengan melibatkan lembaga seperti Dinas Pendidikan, Inspektorat, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dan lainnya.

Di DKI Jakarta, terdapat 2.220 sekolah dasar negeri, sementara sekolah menengah pertama ada 289, dan tingkat sekolah menengah atas ada 117 sekolah negeri. Untuk sekolah menengah kejuruan, ada 63 sekolah.

“Dilihat dari jumlah komposisi ini, nanti akan dilakukan secara bertahap,” kata Taufik. [Kompas.com]

  • Share/Bookmark

20 Responses to “Basuki Minta Lelang Jabatan Kepala Sekolah, Segera!”

  1. Jangan sampai ada yang bernasib sama seperti LURAH CEGER pak…!!

    Reply
    • Lelang KepSek sebaiknya terbuka untuk seluruh guru dengan syarat Gol dan Pangkat saja. Usulan lelang CaKepSek dengan syarat hanya pemegang sertifikat CakepSek kurang obyektif.Karena pada saat pengusulan untuk memperoleh sertifikat Cakepsek merupakan Subyektifitas pilihan Kepsek. Pada sistem Lelang, Sertifikat KepSek dapat dilaksanakan setelah test lelang.

      Reply
    • Pelaskanaan test Kepala sekolah hari pertama telah jalan. Secara administrasi sangat bagus. Namun dalam Pelaksanaan kok ada kejanggalan-kejanggalan sbb:
      a. Judul TPA, harusnya berkenaan dengan IQ dengan uji materi pada umumnya (logika, Numerik, Bhs Inggris, pandan kata) tapi ternyata tidak sama sekali.
      b. Peserta terutama Kep Sek Definitif dan Colon yang bersertifikat membawa soal mirip bahan yang diuji. tidak belajar TPA pada umumnya.
      c. Nilai langsung ternyata para Kepsek tersebut nilainya jauh di atas guru biasa padahal tahu potensiorang tersebut jauh di bawah potensi guru yang ikut serta.

      Reply
    • Saya guru yang ikut Test CaKepSek pada hari Jumat 13 Des 2013. di SMAN 70. apa yang dikatakan “OH Pelaksana Test CaKepSek” benar adanya. Beberapa Peserta dari Kep Sek Definitif dan Calon yang Berasertifikat mempunyai soal yang sama dengan bahan test yang akan diberikan. Entah dari mana dan Pemainan Apa??? Bahkan pada pelaksanaan Test, peserta Contek Jawaban dari soal yang dimilikipun dibiarkan petugas.
      Kelihatannya Keinginan Pak JOKOWI dan Bang AHOK diplintirkan. Kasihan benar….

      Reply
    • Wah kalau memang begitu jikA dibiarkan apa arti motto bang AHOK Bersih- Transparan dan Profesional. apakah artinya:
      Bersih : dianggap biasa tidak ada kasus jadi bersih tidak bermasalah.
      Transparan : Soal sudah diberikan kepada KepSek Definitif dan Calon bersertifikat
      Profesional : cara-cara begitu ( diplintir) sudah dilakukan secara profesional sampai mulus….
      Ayo Bang AHOK dulu aku milih Bang AHOK tunjukkan kemampuanmu menangani ini, jangan mudah ikut terpelintir.

      Reply
      • “Kalau Kepalanya Lurus Bawahannya tidak Berani Tidak Lurus” Apa benar?????
        atau justru Kepalanya Lurus sehingga tidak melihat bawahanya yang belok sana, belok sini, bahkan sampai melintirpun tidak tahu???

        Reply
    • Motto Bang Ahok “Kalau Kepalanya Lurus Bawahannya tidak Berani Tidak Lurus” sangat bagus.Tapi Bagaimana cara menangani yang anak buah yang pinter dan profesional melakukan tidakan tidak lurus????? dan mampu meluruskannya.
      Itu yang kami inginkan dari proses calon jabatan kepala sekolah ini….

      Reply
    • KACAU-KACAU sungguh KACAU… pelaksanaan Lelang JaKesek semakin KACAU…..kemarin test diwarnai soal tidak sesuai den sudah banyak diketahui Kep Sek…. sekarang Muncul dari pengumuman DOWN LOAD PENGALAMAN KERJA. Sungguh KACAU tidak Profesional Sama Sekali, gimana tidak……
      Pengalaman kerja ditanyakan di ruang lingkup POLRI….. Pengalaman sebagai jabatan dengan struktur organisasi Seksi/Bagian yang tidak sesuai dengan GURU.
      Seluruh pertanyaan tidak sesuai dengan kondisi responden sebagai guru… ini jelas memalukan sebagai forum resmi tapi kerjanya tidak profesional sama sekali.
      Pak Jokowi dan Bang AHOK apakah anda TETAP DIAM saja……? Tunjukkan anda jika anda masih merasa punya tanggung jawab ….

      Reply
  2. bikin kesepakatan kerja aja buat PNS yg guru, bila sampai ada tawuran atau perkosaan, Kepala Sekolah dan pengawas Sekolah terpilih, di hukum cambuk, sedang gaji nya di naikkan 3 x dari sekarang, selama menjabat !!!

    Reply
    • Test Calon Kepala Sekolah telah dilaksanakan. Namun, Sungguh aneh:
      1. Terutama Kepala sekolah definitif dan calonnya telah punya jawaban sebelumnya????
      2. Nilai diperolehpun bagi keala sekolah rata-rata lebih tinggi dari guru. Padahal tahu tiap harinya kemampuan jauh dibawah guru berpotensi.
      Wah…wah.. wah …hancur…hancur masih juga dapat dimainkan…..

      Reply
  3. Dear P Ahok …,

    Jepang dan Korea dalam peendidikannya sangat menekankan sekali ” Hormat pada Orang yang lebih tua …” bukan saja terhadap O tua, Paman, Kakak …., tapi juga kepada kakak Kelas dan orang2 lain juga yg lebih tua …, dan bila ada pelanggaran misal melawan kakak kelas yg lbh tua ada sanksinya disekolah …, shg tdk ada lagi yg namanya Tawuran …, apalagi melawan O tua, Guru , Kakak kelas dll …., hal ini terbawa sampai mrk dewasa dan bekerja … , bisakah P Ahok mengumpulkan para Kepala Sekolah se DKI utk pesan kpd mrk spy diajarkan rasa hormat kpd yg lebih tua dng sanksi2 bila melanggar …? , mestinya ini wilayah Menteri Pendidikan …, tp apa salahnya bila dimulai dulu utk wilayah DKI , sbg pilot proyek spy tdk ada tawuran lagi ….???

    Reply
    • Jaman moderen teknologi canggih sudah tidak usah pakai hormat2 lagi ke orang yang lebih tua. itu budaya feodal. yang cocok adalah PERSAMAAN HAK & KESEMPATAN ( equal opportunity ).
      -
      Orang tua / orang yg dituakan banyak yang menghambat generasi muda untuk maju. bahkan sengaja menjegal karna gila hormat. Persamaan hak, memotivasi anak untuk mengembangkan potensi dirinya semaksimal mungkin tanpa perlu takut jaga2 perasaan orang lain atas nama sopan santun. negara2 barat menjadi maju karna orang2 tua disana sangat menghargai & mendorong generasi mudanya untuk berkarya seluas2nya.
      -
      orang jepang & korea banyakan bunuh diri bila kena masalah hidup sedikit saja. rentan harga dirinya. orang bule barat malah berani, pantang mundur dan tidak mudah menyerah. karna rasa ingin tahu yang besar membuat mereka slalu ingin bereksperimen. tingkat bunuh diri sangat rendah di negara barat.

      Reply
      • Hehehe semangat banget sih non Grace. Menghormati orang tua atau yang lebih tua itu bukan budaya feodal. Demikian juga Equal Opportunity bukan monopoli orang bule dari belahan barat sana. Setiap bangsa-negara mempunyai budaya masing2 dengan segala plus minusnya. Harap dicatat bahwa Jepang, Korea, China, bahkan India , dibidang teknologi maupun ekonomi tidak kalah dari negara2 barat. Khusus China dan India, kelihatannya tidak maju dan miskin karena jumlah penduduk yang harus diempanin dan diurusin lebih dari 1 miliar. Justrus Eropa-Amerika sekarang ini ketar ketir terkena ‘badai dari timur’

        Reply
  4. Pak Wagub, ijin tanya, ada berapa sih jumlah sekolah atau jumlah kepala sekolah yang mengandung masalah sosial tersebut diatas??? Saran saya, kalo memang masalah2 itu sedikit sebaiknya yang di bina adalah sekolah dan murid2nya yg “kurang ajar/indisipliner” itu oleh dinas terkait karena kalo lelang jabatan kepala sekolah itu nambah PR bapak aja,dimana lelang jabatan lurah dan camat aja belum maksimal apalagi nanti kalo tambah lagi lelang kepala sekolah. Benar gak pak??

    Reply
    • semua jabatan publik di lelang lebih bagus karena sudah terlalu lama dirusak birokrasi yang ada sehingga semua seolah jadi raja kecil dimasing2 jabatan yang diduduki bukan menjadi pelayan publik, sudah terlalu berada di zona nyaman sehingga mau bergerak ke arah baik terbentur sini terbentur sana sampai orang yang baik kalau tidak kuat iman juga jadi apatis atau lebih parah malah jadi ikut sistem yang korup

      Reply
  5. Saran saya sih, sekali semnggu diundang phisycolog untk ngasi pencerahan, sekali seminggua diundang motivator untuk membangkitkan semangat anak2 sekolah. Anak2 banyak yang stress, waktu bermain kurang karena sekolah pergi pagi pulang sore, banyak pr, ujian. Mereka stress, butuh dikasi wkt luang utk interaksi, utk santai yg positip. Mereka butuh tempat bermain untuk menygalurkan energi selain warnet dan gadget.

    Sebenarnya anak2 itu kasihan, dardi kecil dibebani materi sekolah yang berat, les sana sini, capek. Sekolah perlu memikirkam ekskul yg ringan tapi bermanfaat

    Reply
  6. Setuju dengan Dr. Listyanto, MSc. Banyak Guru Berpotensi sebagai KepSek frustasi karena tidak dipilih untuk mendapatkan sertifikat CaKepSek.Persyaratan dengan sertifikat Cakepsek memperpanjang subyektivitas pemegang jabatan (Kep sek, Bag Kepegawaian, dll) dan hal ini menjadi peluang timbulnya KKN. Calon yang terbuka dan pilihan secara lelang dapat dipertanggung jawabkan obyektivitas dan kualitas Cakepsek bersangkutan.

    Reply
  7. Ada seorang guru,secara pribadi mampu meningkatkan prestasi anak didik dengan nem tingkat Jakarta 2 kali, tingkat nasional 2 kali, pendidikan yang diraih sudah tinggi, setiap dikasih tugas pelatihan selalu prestasi. Namun untuk memperoleh jabatan tidak pernah dikasih kesempatan karena dari golongan minoritas. Sehingga setuju jika jabatan kep sek dengan persyaratan berdasarkan potensi guru, golongan dan jabatan saja.

    Reply
  8. Bolehkah saya tahu dasar pelaksanaan lelang jabatan kepala sekolah ini?
    Darimana saya dapat memperolehnya?

    Terimakasih

    Reply

Leave a Reply

Spam protection by WP Captcha-Free