KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » BALAI KOTA, BERITA, NEWS » Basuki Yakin Warga Bukit Duri Bersedia Direlokasi

Ahok – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yakin warga di bantaran Sungai Ciliwung Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan bersedia untuk direlokasi ke rumah susun (Rusun).

“Mereka juga sudah banyak yang pindah kok. Bukit Duri juga pasti nanti selesai kok,” ujar Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/8).

Menurut Basuki, relokasi warga dibutuhkan untuk normalisasi Sungai Ciliwung. Sebab di sisi Kampung Pulo, Jakarta Timur saat ini sudah selesai pemasangan sheet pile.

Dari pendataan, ada 363 kepala keluarga (KK) warga Bukit Duri yang masuk dalam rencana relokasi. Mereka disediakan unit di Rusun Rawa Bebek, Jakarta Timur. [BeritaJakarta]

Saluran Air di Jaksel Banyak Tertutup Bangunan

Genangan yang muncul di wilayah Jakarta Selatan disebabkan banyaknya saluran air yang tertutup bangunan. Penertiban bangunan harus segera dilakukan untuk mengurangi genangan.

“Yang paling banyak saya katakan Jakarta Selatan. Karena hampir seluruh saluran air dibuat rumah,” katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/8).

Basuki mengatakan, akibatnya kondisi itu, banyak kali, sungai dan saluran penghubung (PHB) yang mengecil. Sungai yang semula memiliki lebar 20 meter hanya tersisa menjadi tiga meter sehingga tak mampu menampung debit air.

“Sekarang coba bayangin saja, air datang mereka cuma pakai turap beton, terus di atasnya rumah,” ujarnya.

Menurut Basuki, bangunan tersebut harus ditertibkan secara bertahap karena mengganggu aliran air hingga memicu genangan. Pihaknya juga berencana akan membeli lahan warga yang tinggal di daerah cekungan dan menjadikannya embung.

“Kami sudah mau beli, tapi mereka enggak mau jual,” tandasnya. [BeritaJakarta]

  • Share/Bookmark

2 Responses to “Basuki Yakin Warga Bukit Duri Bersedia Direlokasi”

  1. Nah ini maksudnya kan saluran air tertutup bangunan. Ini semua kan bisa dideteksi dari dulu2 apa oleh lurah apa walikota semua kan bisa diperiksa.Nah sudah dari lalu2 harus ditertibkan dengan mendatanya memetakannya dan disosialisasikan, bukan kalau kejadian. Bagaimana rumah dibangun diatas turap, gila2an dan ijinnya itu darimana, apa tidak harus sudah dari dulu2 segera dibongkar. Mengapa tema ini baru sekarang relevan? SmartCity bisa menolong memetakannya. Bukannya bangunan2 ini sudah harus diperiksa sebelum kejadian seperti pondok labu itu, ada orang yang mati ada yang terseret di sungai.Dinas TataKota Pak Benni! Ayo kerja kerja kerja, jangan bengong terus, terima TKD tanpa kerja nyata!!!

    Reply
  2. Bisa digugat ga ya izin IMB dibantaran kali #dibatalkan.
    Kalo perlu pake Perpres…

    Reply

Leave a Reply