KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » BALAI KOTA, BERITA, NEWS » BTP: Wapres? Ah Enakkan Gubernur..

Ahok.Org – Digadang-gadang menjadi cawapres untuk Prabowo Subianto, Basuki Tjahaja Purnama mengaku siap. Meski demikian, dia lebih senang menjadi menjadi gubernur DKI Jakarta ketimbang menjadi wakil presiden.

“Menurut kamu, enakan jadi gubernur atau wapres? Jadi gubernurlah, kalau wapres kan mengawang-awang,” kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Selasa (4/3/2014) malam.

Menurut Basuki, jabatan gubernur dapat menjadi pembuat keputusan dan kebijakan. Sementara wapres harus berkomunikasi dengan presiden terlebih dahulu dan tidak bisa membuat kebijakan.

Basuki melanjutkan, tidak ada keputusan wakil presiden maupun peraturan wakil presiden, yang ada hanya keputusan presiden dan peraturan presiden. Sementara gubernur memiliki hak untuk mengeluarkan kebijakan melalui peraturan gubernur (pergub), instruksi gubernur (ingub), surat keputusan gubernur (SK gubernur), dan sebagainya.

Kendati demikian, semua keputusan itu berada pada hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014. Sebuah partai tidak dapat mencalonkan presiden jika perolehan kursi tidak mencapai 20 persen, termasuk dengan Partai Gerindra maupun PDI Perjuangan. Apabila tidak memperoleh kursi mencapai 20 persen, kedua partai tersebut tidak dapat mengajukan nama calon presiden dan wakil presiden.

Ketika ditanyakan kemungkinan persaingan dengan Jokowi di pilpres, Basuki hanya melempar senyum khasnya. “Tunggu hasil pilegnya saja. (Gubernur) DKI saja,” kata Basuki.

Alasan lain mengapa Basuki ingin menjadi gubernur DKI Jakarta adalah agar fotonya dapat terpasang di ruang tamu Balaikota Jakarta. Foto yang dimaksud Basuki adalah foto para pemimpin Ibu Kota, mulai dari wali kota hingga gubernur yang terpampang di ruang tamu. Apabila hanya menjadi wakil gubernur maupun sekda, fotonya tidak akan terpampang di ruang tamu Balaikota. [Kompas.com]

  • Share/Bookmark
Tags: ,

6 Responses to “BTP: Wapres? Ah Enakkan Gubernur..”

  1. Option untuk jadi cawapres jokowi ada?

    Reply
  2. Tokoh nasional senior atau negarawan senior seyogiyanya ikut berperan aktif diyudikatif dan legislatif. Jangan hanya selalu mengincar kursi kepresidenan. Khususnya lembaga legislatif (DPR) yg sangat disorot karena sebagai celah sumbernya KKN dan tingkat absensi anggotanya. Blm terlihat political will dan tindakan tegas dari pimpinan DPR saat ini untuk menggembalikan citra DPR sebagai wakil rakyat yg sebenarnya dan memperbaiki segala sesuatu yg memungkinkan KKN terjadi atau bolosnya anggota. Karakter Pak Prabowo dinilai cocok memimpin DPR untuk memperbaiki citra DPR yg terlanjur rusak. Bu Mega bisa bersumbangsih sebagai pemimpin MPR. Lakukan regenerasi dan angkat kader muda yg terbukti track recordnya sebagai pemimpin di eksekutif spt Jokohok sebagai RI1/RI2. Tunjukkan PDIP dan Gerindra adalah partai pelopor pro perubahan tanpa syarat. Jadikan ini sebagai show case kepartai lainnya.

    Reply
  3. Wajar pak Ahok berkata demikian. Karena, ambisi untuk menjadi gubernur dki masih membara dalam dirinya. Perlu diingat,sebelum dicalonkan oleh Gerindra mendampingi pak Jokowi, pak Ahok ini sudah maju sebagai calon gubernur lewat jalur independen tetapi sayangnya gagal karena tidak berhasil mengumpulkan KTP warga DKI sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan. Jadi, harap maklum, syahwat dan ambisi pak Ahok sebagai gubernur masih tetap ada

    Reply
    • ya kalaupun msh ada keinginan atau syahwat ya nggk pp,nggk melanggar hukum kok klo cuma punya keinginan baru akan jadi masalah klo syahwat itu disalurkan dgn cara yg tdk benar klo keinginan jd gubernur msh ada ya manusiawilah akan jd masalah besar kalau demi keinginan itu mungkin sampai gontok2an atau pecah kongsi sama gubernur misalnya tp kan rukun2 aja kenyataannya bahkan kalau pak ahok punya keinginan jd presiden pun itu 100% syah2 aja tapi kan ahok selalu tau diri dia menjuluki dirinya cuma staf jokowi hy yg jadi pembeda disini ahok yg notabene pejabat nggk pernah sok jaim2an ditanya mau jadi gubernur ya di jwb “mau”,mau jd wapres ya di jwb “mau”,mau jd presiden ya dijwb “mau” nggk pake malu2 kucing segala kyk tokoh2 lain dulu ditanya mau jd presiden ngomong ngalor ngidul dulu ujung2nya nafsu jg pengen jadi capres kuping orang melayu emg rada susah sih dengar jawaban model to the poin kyk ahok termasuk kuping gw jg sih walaupun emg itu kenyataannya

      Reply
  4. huahahahahaha pak ahok ditanya,wartawan tanya 1001 pertanyaan pasti dijabanin pahok 1001 Jawaban asal waktunya cukup mah lo mau nanya masalah serius,masalah kehidupan,masalah rada2 nyrempet kyk agama segala macem sampai masalah ecek2 kayak menu makanan juga dijabanin ama pak ahok asal waktunya ada,apalagi cuma masalah capres2an segala macem kagak peduli didepan ada kamera mah kyk ngomong ama temen sendiri aja padahal omongannya direkam gw gk tau komunikasi model gini suatu saat di titik tertentu bakal blunder apa nggk ya…lha wong tai lalatnya pak ahok ada dua pasti pasti super cerewetlah,klo adiknya pak ahok yg bupati tai lalatnya ada tiga lebih super duper cerewet katanya……….

    Pak Ahok oh Pak Ahok…..anda memang polos sekali….atau urat takutnya sdh putus ya…..hahahaha just kidding

    Reply
    • Makanya, dia kecolongan karena waktu buat njawab pertanyaan wartawan seharusnya bisa dipakai untuk mengecek dokumen-dokumen plus pengawasan tender dan memeriksa APBD, biar tidak asbun waktu nuduh DPRD mempersulit pengadaan 200 truk sampah.

      Reply

Leave a Reply