KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » BALAI KOTA, BERITA, NEWS, Sudut BTP » Jumlah Insentif Pemungutan Pajak dan Retribusi Daerah

Ahok.Org – Sejalan dengan penutupan tahun anggaran Desember 2012, kepala daerah dan wakil kepala daerah memperoleh pendapatan dari insentif pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta mempublikasikan pendapatan ini sebagai praktek mendorong transparansi anggaran di pemerintah daerah.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah no 69 tahun 2010 dan Peraturan Gubernur no 198 tahun 2010, kepala daerah dan wakil kepala daerah sebagai penanggung jawab pengelolaan keuangan daerah mendapatkan insentif dari pemungutan pajak daerah jika di daerah tersebut belum diberlakukan sistem remunerasi.

Insentif ini diberikan setiap tiga bulan. Besaran insentif tersebut tidak boleh lebih dari 3 persen pajak dari daerah tersebut (untuk provinsi) dan untuk provinsi dengan penerimaan Pajak dan Retribusi tahun anggaran sebelumnya yang di atas 7.5 triliun (kategori dimana Jakarta ada di dalamnya) maka maksimal hanya 10 kali gaji pokok dan tunjangan yang melekat.

Kwitansi penerimaan pendapatan ini beserta potongan pajaknya ada dalam dokumen terlampir.

  1. Untuk bulan Oktober 2012 setelah dipotong pajak penghasilan diterima sebesar Rp. 58.416.488
  2. Untuk bulan November 2012 setelah dipotong pajak penghasilan diterima sebesar Rp. 58.416.488
  3. Untuk bulan Desember 2012 setelah dipotong pajak penghasilan diterima sebesar Rp. 57.801.578

Selain dikenakan pajak penghasilan, Wakil Gubernur DKI Jakarta juga memberikan contoh kepada masyarakat dengan ikut membayar Zakat, Infaq, dan Sadoqah sebesar 2.5 persen dari penghasilan setelah dipotong pajak penghasilan. Semoga dengan dibukanya informasi ini, kita selangkah lebih maju dalam mendorong transparansi anggaran di pemerintahan daerah.[Sun]

  • Share/Bookmark

19 Responses to “Jumlah Insentif Pemungutan Pajak dan Retribusi Daerah”

  1. Sangat beruntung sekali Jakarta sekarang dipimpin oleh Jokowi – Ahok.

    Reply
    • nampaknya bapak ini bhkn lebih transparan drpd pak jokowi.. alhamdulillah

      Reply
      • Kalau soal transparansi sepertinya mereka berdua sama, cuman bedanya kalau Pak Ahok adalah seorang “blogger” sedangkan Pak Jokowi tidak.

        Coba langsung tanya langsung ke Pak Jokowi (atau ke staffnya) mengenai gaji dan tunjangan, pasti mereka akan membeberkan tanpa ada yang ditutup-tutupi. Bedanya cuman Pak Ahok akan dibeberkan sebelum ditanya, sedangkan Pak Jokowi kalau ditanya baru dibeberkan.

        Coba ajukan ke staff Pak Jokowi agar punya blog/website, barangkali bisa dipenuhi.

        Reply
      • diantara mereka berdua, jokowi-ahok, dimata saya, tidak ada yang kurang or lebih dalam hal transparansi/keterbukaan dan kejujuran dalam hal melayani kepentingan sesama.
        perbedaan yang ada diantara mereka berdua, adalah keberuntungan kita-2, bahkan kita-2 yang diluar dki or even diluar nkri.
        mari kita doakan, agar kelimpahan kebijakan yang tercurah, dapat sebanyak-banyaknya diterima mereka(jb) n kita semua. demi kebaikan umat manusua.
        salam.

        Reply
  2. Terima kasih, pak Ahok atas transparansi yang anda lakukan bersama Pak Jokowi. Maju terus Jakarta Baru

    Reply
  3. itulah pemimpin yg betul2 amanah untuk warganya,bukannya yg selalu ngomong berjuang untuk rakyat,tapi ga tahu rakyat yg mana,tuh para politikus2 yg berdasi adanya di DPR,yg selalu menghalalkan segala macam cara untuk menindas atau menjajah rakyatnya sendiri

    Reply
  4. Itu tahunnya yg ditulis 2010, apa nggak salah, tuh? Mestinya kan 2012, tolong di koreksi spy tdk membingungkan.

    Reply
  5. terima kasih untuk informasi kepada masyarakat dan membudayakan zakat nya, ko Ahok.
    Semoga pajak bisa berguna, kembali ke masyarakat dengan baik.

    Reply
  6. Mengelola 46T = 46.000.000 (dalam jutaan)dapat insentif 56-57×12 sekitar 700 (dalam Jutaan) setahun.
    x5th = 3,5 M untuk 5th sd th 2017…. ga bisa cepet kaya$%^^&*???.
    ga bisa bikin partai kalau begini…
    Mau jadi ketua partai Demokrat aja pa Anas bagi2 nya bisa hampir 100M…(katanya)
    Salut buat pa Baz
    Salam JakartaBaru

    Reply
    • Bener juga gan hehehe… Anda ini bisa aja pd hal katanya uang mahar ke partai unt bisa jadi cagub itu 100M. Nah kalo duo JB ini dulu stor ke PDIP & Gerindra sebesar itu kagah balik modal donk. Berarti yg lain suka gak suka akan korup besar besaran supaya RoI unt selanjutnya saving unt putaran ke 2 trus saving unt hari tua….hahaha

      Reply
  7. Semoga Jokowi-Ahok selalu sehat dan terus mereformasi/memperbaiki tatanan Pemda ini dan dicontoh daerah lainnya,setelah tranfaran para wajib pajak bisa lihat sesuai tidaknya pajak yg disetor dan data pemda yg dipublikasikan,klo tdk agar dilaporkan Jokowi-Ahok/KPK,mudah2an cara pembayaran pajak semakin mudah dan praktis agar rakyat semakin sadar bayar pajak.selamat n sukses.

    Reply
  8. Luarbiasa pak ahok ini,
    gak usah kampanye dan kluar byk duit koh, tenang aja… ane yakin masyarakat akan memilih anda jika mencalonkan diri jd Pres/Wapres. Langka banget pemimpin spt ini di dunia, aplg di Indonesia. Maju terus koh Ahok, Jayalah Indonesia Baru

    Reply
  9. Kalo seperti ini aku mau pindah ke Jakarta ajha,, banjir g pa – pa.
    asal punya pemimpin yg perhatian sama rakyatnya ,,,,
    Maklum saya ini tergolong rakyat yg kurang perhatian ,,,, (^_^)

    Reply
  10. Ane rela and ikhlas uang pajak buat Pak Jokowi n Basuki, kalo perlu ditambahin lagi insentifnya gak pp… Karena beliau berdua bekerja untuk rakyat semakin nyata.. Apbd untuk rakyat..bukan bagi2 proyek pejabat.. ” Energi semesta terkirim untuk Jokowi Basuki” ommm

    Reply
  11. kapan tangerang punya orang2 kaya gini??

    Reply
  12. anjritttt…
    smkn cinta aq ma Ahok…

    Reply

Leave a Reply to Samsul Ma'arif