KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » BERITA, NEWS, Sudut BTP » Pemerintah Harus Tiru Gaya Basuki

Ahok.Org – Gaya Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam menyusun anggaran di Pemprov DKI dengan mengupload ke youtube mengundang decak kagum. Seharusnya seluruh Kementerian juga bisa mengikuti gaya Ahok.

“Seluruh kementerian saya harap harusnya (ikuti gaya Ahok),” ujar Sekjen FITRA, Yuna Farhan.

Yuna mengatakan hal itu usai mengikuti diskusi polemik Sindo Radio di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11/2012).

Gaya Ahok dalam memimpin rapat pembahasan anggaran harusnya bisa jadi role model bagi seluruh kepala daerah. Bahkan menjadi gaya kepemimpinan nasional.

“Selama ini pembahasan anggaran hanya eksekutif saja yang tahu,” lanjut Yuna.

Ada banyak keuntungan dengan mengupload seluruh proses anggaran di Youtube. Jajaran birokrat jadi tidak bisa lagi bermain mata mengubah anggaran. Lagipula, lanjut Yuna, Ahok sudah menerapkan soal transparansi anggaran sejak duduk jadi anggota DPR.

“Dia melakukan itu karena dia yakin bersih dan dia melakukan itu (mulai) dari diri sendiri,” tandasnya.[Detik.com]

Berita Terkait:

  • Share/Bookmark

28 Responses to “Pemerintah Harus Tiru Gaya Basuki”

  1. Orang yang bersih dan jujur nggak akan ada yang ditutupi berbeda sm orang yg terlalu formal berlagak sok tau, sok ngatasi, sok bersih n jujur, di depan publik doang, di balik itu smua ternyata uang untuk rakyat di “embat” jg, bagus tuh orang, tinggal hitung hari aja hidup nya karna rakyat udah tau smuanya,..
    Saya dukung penuh apa yg Jokowi n Ahok lakukan sekarang, mereka adalah sosok pemimpin y dicari2 slama ini,..
    Maju terus Pak Jokowi!!!
    Maju terus Pak Ahok!!!
    Jika ada yg mencoba menjatuhkan Anda, saya mewakili rakyat akan membinasakan orang itu!!

    Reply
  2. Ya iya laaaaaaah… kalau track record-nya Pak Wagub jelek, mana bisa seberani itu. Semua orang pasti punya kepentingan, TAPI CUMA ORANG-ORANG YANG PUNYA KEPENTINGAN LURUS SAJA YANG LANTANG DAN BERANI MENGHADAPI SEGALA RESIKO SEPERTI PAK WAGUB (AHOK) ITU. Kepemimpinan nasional kita saat ini (di era krisis kepemimpinan saat ini) gak ada yang tertarik atau berminat dengan cara-cara Pak Wagub ini, karena (boleh jadi) ada kepentingan yang bengkok-bengkok-nya, jadi gak mau nasibnya seperti ular yang sengaja cari penggebuk. Krisis kepemimpinan nasional bisa segera selesai dan mulai bisa mengikuti cara-cara yang sehat dan transparan seperti Pak Wagub hanya dengan memobilisasi kekuatan jutaan rakyat Indonesia untuk mengepung DPR-RI dan Istana Negara, kalau cuma berkoar lewat media massa yaaa percuma, gak bakal didengerin.

    Reply
  3. kalo pak ahok dan pak jokowi jadi calon presiden di pilpres 2014 engak usah kampenye pun saya yakin rakyak akan mencoblosnya

    Reply
  4. Kalo menurut saya, keuntungannya byk skli bila seluruh kementerian & para kepala daerah dlm membahas anggaran & kebijaksanaan2 publik, mengunggah video-nya kpd publik. bila publik rakyat dilibatkan, maka byk saran, usul, pertimbangan2 masukan yg publik bisa berikan sbg bahan utk ambil keputusan yg baik, tepat sasaran n mengena dihati masyarakat.

    rakyat kita smskli tdk bodoh. tp mrka tdk punya kesempatan utk diikutsertakan memperoleh RASA KEPEMILIKAN & KEPEDULIAN TERHADAP MASALAH2 NEGARA & BANGSA baik secara daerah maupun pusat 🙂

    Cara pak Jokowi & pak Ahok ini mempublikasikannya adlh cara MENDIDIK RAKYAT utk ikut memikirkan masalah2 yg dihadapi pemerintah 🙂 kita jg dapat role model bgmna menjadi seorg pemimpin yg baik, tegas tapi tetap santun kpd bawahan. n byk lagi.

    jd, saya perlu acungkan jempol ke atas atas hasil kerja tim kameramen n pengelola situs ahok.org ini. Well done n thank you ! 🙂

    Reply
  5. SBY harus belajar byk dari Jokowi-Ahok. JB is “the next pres-wapres”

    tanpa kampanye pun pasti langsung menang satu putaran

    Reply
  6. saudara sebangsa & setanah air, kita mengagumi Jokowi & Ahok pasti bukan krn personal mereka tapi lebih krn sepak terjang mereka yg memberi harapan bagi rakyat & negara, maka tentu kita berharap fenomana Jokowi Ahok ini menular keseluruh jajaran pemerintahan daerah & nasional bahkan mewabah ke seluruh rakyat Indonesia. Maka bagaimana jika kita usulkan ke admin pemprov DKI supaya juga meng upload juga berita2 personil di jajaran pemprov sampai perangkat pemerintahan daerahnya yg jujur & sejalan dg gub & wagubnya sehingga kita bisa mengukur hasil dari fenomena Jokowi Ahok ini….thanks admin

    Reply
  7. ayo teman-2 Mahasiswa, minta upload berita daerah masing-2 {khususnya Semua PEMPROV}

    Reply
  8. Saya setuju dengan pendapat teman2 untuk terus mendukung Jokowi – Ahok tetapi komentar yang mengarahkan pak Jokowi – Ahok ke arah presiden saya rasa terlalu dini.
    Pak Jokowi – Ahok perlu membuktikan kepada rakyat bahwa bila sebuah kota dikelola dengan benar (dengan budget yang effisien dan metoda pengelolaan yang kreatif dan inovatif) maka kota ini akan menjadi kota yang indah dan menarik bagi warganya dan bagi para turis yang berkunjung. Hasil ini bisa menjadi sebuah prototype untuk warga di kota lain untuk lebih kritis memilih pemimpin2 seperti Jokowi – Ahok yang berakibat perbaikan pada semua kota di seluruh Indonesia. Kita perlu mendukung pemimpin2 yang jujur dan berpihak kepada rakyat dan menghujat pemimpin yang cuma lip service dan NATO

    Reply
  9. He…he…he… buat @Grace and Bro @otnat : coba cermati dengan seksama style-nya (gayanya), body language-nya, serta setiap kata dan kalimat yang meluncur melalui mulut Pak Ahok itu, itu adalah bahasa hati dan pikiran Pak Wagub yang sering dianggap tidak lazim oleh orang-orang yang sengaja merawat tradisi ngelantur dalam otak masyarakat kita, yang kemudian mengambil keuntungan secara politik-ekonomi dalam tradisi berpikir masyarakat yang seperti itu, yang berwujud dalam “tradisi mengalah” (sambil menggerutu) hingga mereka benar-benar menjadi empuk untuk terus ditindas dengan bermacam produk kebijakan yang palsu (kebijakan yang sesungguhnya sangat tidak bijakasana). Tradisi berpikir masyarakat yang seperti itu adalah hasil didikan rezim Orba lewat sistem yang memaksa mereka agar berperilaku a-politis (hanya boleh berpikir untuk mencari uang dan keuntungan materi) lewat metode floating mass (politik massa mengambang) — kata lainnya “masyarakat abu-abu yang tidak jelas” atau dalam bahasa saya (maaaaaaf….!!!) “masyarakat taik ngambang”. Hasil didikan zaman Orde Baru berkuasa dalam wujud masyarakat yang a-politis seperti itu masih dapat kita lihat dan dirasakan hingga saat ini di banyak kalangan komunitas. Jadi, sangat betul sekali : kita jangan mengkultuskan (jangan menyembah-nyembah) 2 figur yang terlanjur menjadi sensasional secara alamiah ini, GAK PENTING BUNGKUSANNYA SEPERTI APA ATAU PERFORMANCENYA SEPERTI APA, YANG TERPENTING ADALAH ISINYA BISA DIJADIKAN OBAT PEMBASMI PENYAKIT KETIDAKADILAN. Di belahan dunia mana pun, yang selalu menjadi korban ketidakadilan dalam konteks tata kelola negara/pemerintahan pasti rakyat sedangkan pihak pemegang kekuasaan selalu mengambil peran sebagai PREDATOR PEMANGSA KEADILAN. Dan tidak pernah ada sejarahnya dibelahan dunia mana pun dimana rakyat menjadi pelaku ketidakadilan atas negara/pemerintahan yang berkuasa. Dalam konteks berbeda saya melihat bahwa Pak Wagub (Ahok) sudah diperlakukan secara tidak adil oleh Ketua DPRD DKI Jakarta lewat statement politik murahannya itu. OK… ini cuma sekedar share ajaaa… He…he…he…

    Reply
  10. Mana berani mereka!! Mereka itu “ahli tidur” dan “kongkalingkong dibelakang” alusnya “nge-Lobby pake nama hewan, buah dsb” haha dasar bejat bejat.

    Motto mereka : Katakan tidak pada korupsi!!!……(baru 5menit)…. tapi boong haha

    Reply
    • Koruptor rapat trus di upload ?
      Mana mau mereka..
      Yg kga” aj..
      Yg bagus, mereka rapat trus..DUAAARR…..!
      modar kabeh…

      Reply
  11. Keterbukaan, tegas dan mengutamakan rakyat dalam kepemimpinan itu adalah sosok luhur dari seorang pemimpin sejati!
    lanjut terus Pak.. jangan pernah sedikitpun gentar dengan langkah yang bapak ambil untuk kemajuan negara.

    Reply
  12. Betul banget….,tapi apakah mereka punya nyali untuk ‘keterbukaan”,seperti pak AHOK..?

    klo didalamnya ‘penuh borok…?

    Reply
  13. salam MERDEKA…
    klo menurut saya. masih terlalu dini untuk men-capres kan mereka.biarlah mereka membuktikan untuk membenahi jakarta… dan benar2 menjadi jakarta BARU…Tugas mereka masih banyak, dan butuh bantuan masyarakat.
    contoh… JB hendak mengurangi banjir, klo masyarakatnya masih, membuang sampah sembarangan ya sama aja bohong. jakarta n indonesia adalah milik Rakyat Indonesia, jadi kita sendiri yang harus menjaga n melastarikan. Bantu dan Dukung JB selali. salam MERDEKA

    Reply
  14. Buat Bro-Bro semua yang intens sebagai pembaca/pengguna Ahok.Org. Dalam konteks adanya politisasi murahan yang disebar-luaskan dengan memanfaatkan media massa oleh kalangan di DPRD DKI Jakarta, yang ditujukan kepada figur Wagub DKI Jakarta (Ahok), dengan cara-cara yang tidak adil dan tidak bermoral, yaitu dengan cara menyemburkan statemen politik murahan yang cenderung menyudutkan posisi (sosial-politis) dalam kapasitasnya sebagai pejabat Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 — saya dalam kapasitas sebagai bagian dari warga Kota Jakarta SUDAH MELAKUKAN APA YANG MEMANG SEHARUSNYA SAYA LAKUKAN, minimal saya sudah mengcounter statemen politik murahan itu dan membuka front bebas untuk berhadapan secara politik dengan orang-orang yang “bersembunyi” di dalam gedung DPRD DKI Jakarta itu, yang terus menyemburkan statemen politik murahannnya itu. Ini reaksi/counter politik saya di Tempo Online (http://www.tempo.co/read/news/2012/11/18/231442495/Ahok-Diminta-Tak-Permalukan-Anak-Buah)… Kepada Yang Terhormat, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali — jika Anda masih punya keinginan, moralitas politik, dan kemampuan untuk menjaga kehormatan serta nama baik lembaga DPRD DKI Jakarta, nama baik Anda (baik selaku pribadi maupun sebagai anggota yang katanya wakil rakyat). Menangggapi komentar-komentar dan statemet politik Anda yang tertuju kepada karakteristik kepemimpinan Wagub DKI Jakarta (Ahok) dan dalam kapasitas Anda selaku anggota DPRD DKI Jakarta Jakarta di situs Tempo Online ( http://www.tempo.co/read/news/2012/11/18/231442495/Ahok-Diminta-Tak-Permalukan-Anak-Buah ), maka dalam kapasitas sebagai warga Kota Jakarta dan sesuai dengan Pasal 15 UU No. 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia saya perlu mengingatkan Anda agar berhati-hati dan mampu mengukur pengetahuan Anda tentang kompleksitas masalah Kota Jakarta yang sudah terlanjur menjadi ruwet bin rumit dan pada saat yang sama memang diperparah oleh tradisi atau mentalitas birokrasi Pemrov DKI Jakarta (sampai level Kelurahan, bahkan ke tingkat RT/RW) sebagai hasil didikan kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta sebelum periode kepemimpinan 2012-2017 ini. Sungguh.. saya berharap bisa segera dilakukan public hearing yang dinyatakan terbuka untuk umum (bisa dihadiri oleh jutaan rakyat Kota Jakarta) terkait dengan statemen-statemen politik murahan (tanpa landasan moral dan keadilan) yang sudah terlanjur keluar dari mulut-mulut yang gampang mengumbar statemen murahan di kalangan anggota DPRD DKI Jakarta. Saya berharap dalam acara public hearing dengan DPRD DKI Jakarta itu dapat dihadiri oleh kalangan institusi/lembaga seperti dari pihak Istana Negara, DPR-RI, Badan Legislasi Nasional, LEMHANNAS, KOMNAS HAM, Kementerian Negara Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Dalam Negeri, BIN (Badan Intelejen Negara), Kapolda Metro Jaya, YLBHI, WALHI Jakarta, dan lain sebagainya, dan lain sebagainya.. — akan menjadi sangat terhormat sekali apabila pihak DPRD DKI Jakarta yang justru harus berani dan gentleman mengambil inisiatif untuk mengundang masyarakat luas dalam konteks memuaskan nafsunya menyemburkan statemen-statemen politik murahan itu di hadapan jutaan warga Kota Jakarta dan disaksikan oleh berbagai pihak dari lembaga/instansi (Negara/Pemerintah Pusat dan NGO) lainnya — jangan cuma berani berkoar di depan media massa saja. Sekedar catatan : menurut Anda (terkait dengan temperamen Wagub DKI Jakarta periode 2012-2017), .. pertengkaran antara orang tua saja tak pantas didengar oleh sang anak. Apalagi oleh tetangga.. — Saya tegaskan : analogi Anda yang seperti itu sungguh sangat kering, dangkal, kotor, dan aromanya sangat menjijikkan — kesannya tidak jauh dari persoalan penanganan masalah keluarga yang bisa kapan saja dimanipulatif, didistorsi substansinya dan kepentingan publiknya, dan sarat dengan upaya-upaya KKN yang kemudian bisa ditutup dengan cara-cara apologis dan justifikasi sepihak, dan tentu saja akan berdampak kepada cara pandang masyarakat luas terhadap suatu kondisi dan keadaan yang sesungguhnya. Jadi, menurut hemat saya, Anda lebih pantas jadi kepala keluarga yang baik saja dirumah Anda sendiri dan jangan sok ingin jadi pejabat DPRD DKI Jakarta kemudian berlagak mampu mengurus nasib jutaan warga Kota Jakarta. Saya tunggu inisiatif Anda dan DPRD DKI Jakarta untuk mengundang jutaan warga Kota Jakarta dalam acara public hearing yang terbuka untuk umum sesuai dengan konteks tersebut di atas. NAMA BAIK DAN KEHORMATAN ANDA BERIKUT LEMBAGA DPRD DKI JAKARTA AKAN DIPERTARUHKAN CUKUP DENGAN HANYA MENGUKUR ADA ATAU TIDAKNYA INISIATIF DAN KEBERANIAN ANDA DAN DPRD DKI JAKARTA DALAM KONTEKS MENGUMBAR NAFSU MENYEMBURKAN STATEMEN POLITIK MURAHAN DI HADAPAN PUBLIK KOTA JAKARTA. Saya dan jutaan warga Kota Jakarta lainnya sangat menunggu inisiatif dan keberanian yang seperti itu untuk JAKARTA YANG MANUSIAWI DAN BERMARTABAT. Ayooo..!!! Buktikan bahwa Anda dan DPRD DKI Jakarta masih punya moralitas politik !!! — sebar-luaskan, Brooooo !!! Thanks, forever…

    Reply
    • @dinding ireng Chaerudin saya sangat setuju dengan inisiatif anda dan mendukung sepenuhnya. Kita mau lihat lebih banyak lagi pemimpin yang berani dan benar jujur adil dan pro rakyat.Dpr Dprd itu semua tidak benar meakili rakyat dan selalu berusaha menjatuhkan pemimpin yang akan memperbaiki birokrasi karena anggota DPR atopun DPRD takut nanti ga kebagian upeti.Jadi mereka berusaha dengan cara apapun untuk menjatuhkan Pak wagub (Ahok) .Jadi rakyat memang harus selalu mengawal kepemimpinan Pak JOKOWI dan Pak Ahok. seperti permintaan Pak JOKOWI ,gubernur DKI.Bravo bung chaerudin

      Reply
  15. saya sangat setuju dengan gebarakan ko ahok.. tapi hati2 ko..banyak yg gak setuju dengan gaya kepemimpinan ko ahok terutama para pejabat yang bermental korup dan para mafia dan calo proyek.. ko ahok jangan sampai di “antasari” kan.. bravo ko..ahok..

    Reply
  16. yang setuju dengan gaya Pak Ahok berarti menginginkan jakarta lebih baik.. yang gak setuju itu kroni-kroni koruptor..

    Reply
  17. Ketegasan dan kasih harus sejalan dalam menegakkan kebenaran. Kasih merupakan cara Tuhan untuk menyingkapkan sempurnanya keadilan bagi sesama. Ketegasan merupakan langkah kongkrit yang siap untuk tidak kompromi terhadap sikap “abu-abu”. Dua hal tersebut harus menjadi warna kepemimpinan yang konsisten dari bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Baru. Sehingga masyarakat dapat menikmati suatu kota yang beradab dan bertanggungjawab terhadap kehidupan yang layak bagi penghuninya. Salam kasih buat kedua pemimpin kami. GBU.

    Reply
  18. Bung BTP ,segera setelah kuda terperanjat mendengar lecutan yang menggeletar kendalikanlah talikekang dengan tetap eling lan maspada ; MENANG TANPO NGASORAKE ; insya ALLAH , lancar berpacu mencapai tujuan … maju terus,ing ngarso sung tulodo – ang madyo mbangin karso – tit wuri handayani

    Reply
  19. Saya sungguh berharap semoga virus Jokowi- Ahok ini menular ke pemerintah daerah lain dan pemerintah pusat.
    Dan jangan ada pejabat yang karena dicontohkan cara yang benar malah mencemooh dan mengkritik di media dengan komentar yang tidak relevan, misalnya dengan anak buah itu harus lembut, harus dirangkul, dan bla … bla … omong kosong lainnya.
    Itu betul. Tapi lihat kondisinya, anak buahnya udah bener belum? Kalo anak buah salah masa iya rangkul-rangkulan, teletubbies dong, hehehe …
    Simple lah, buat orang tua pasti tau, kalo anaknya salah, apa kita diamkan saja, pasti kita tegur dan kalau masih berulang ya kita marahin.
    Itu namanya tegas.
    Nah, kita butuh pemimpin tegas untuk memecut Indonesia dan Jakarta khususnya menjadi lebih baik.

    Reply
  20. Penduduk non KTP DKI pasti menginginkan JB jadi RI 1-2 di 2014, sedangkan penduduk KTP DKI rela nya kalo JB jadi RI 1-2 di tahun 2019…..Sabar yaaaa…….xixixixi….

    Reply
  21. Woi nyadar, perang melawan koruptor bukan dilakukan 2 orang itu doank..bnyak warga indonesia yang juga semangat memerangi korupsi. Masalah style tergantung orang,.. ada figur yang memerangi korupsi dan ketidakbecusan di negara ini dengan cara yang kalem juga. almarhum wamen esdm tuh contohnya?
    Biarkanlah yang benar muncul, tanpa harus mengarahkan ke salah satu style krpemimpinan atau personal. Zzzz. Ada juga yg namanya prinsip kerahasiaan dalam menjalankan system, klo semua dishare malah akan menimbulkan bnyak opini dan wacana. Leader itu penentu arah tanpa pengaruh dr sana sini…

    Reply
    • Setuju… Hal apapun yang kebablasan juga kurang baik. Contohnya pemerintahan jakarta sebelum era Jakarta Baru nya JB, sepertinya udah ‘kebablasan’ dalam banyak aspek, jadinya … Jakarta Bobrok yang tambah semrawut dan gak jelas lagi aturannya. Ada aturan juga lebih banyak pelanggaran, atau lebih jauh lagi perlu ada peraturan yang perlu disesuaikan tapi didiamkan aja.
      Tapi soal galaknya ko Ahok yang (kebetulan) ketangkap kamera di ruang rapatnya, menurut ane belum sampai ke tahap kebablasan. ‘Memimpin dengan hati’ mungkin ungkapan yang lebih tepat.
      Sebetulnya kalau bawahannya gak ‘ngeyel’, kayaknya ko A Hok juga gak bakal marah2 deh.
      Kalau bawahannya cerdas, sebaiknya kasi masukan saat rapat kenapa hal yang dirapatkan tidak bisa dilakukan misalnya, bawahannya pasti lebih mengerti setiap hambatan yang mungkin bisa ditemui. Tapi bawahannya juga jangan punya mental ‘Saya tidak bisa’ saat diberi pencerahan mengenai bagaimana cara melakukannya, kalau terus bilang tidak bisa sekalipun sudah dipikirkan dan dicarikan jalan keluar oleh bos anda…. yah… Wajar banget kalau bos anda marah.
      Kalau liat upload youtube nya ko Ahok lagi rapat, saya rasa tindakan ko Ahok sangat wajar dan berdasar.
      Tengok lagi deh, trus bayangin kita yang ada dikursi ko Ahok itu dengan jalannya diskusi seperti itu. Menurut ane ko Ahok gak sekedar mengumbar marah, menurut ane reaksi yang muncul sangat wajar.
      Malah kalau misalnya ko Ahok gak kesal sedikitpun seperti ‘dagelan’ yang selama ini dipertontonkan sebelum era Jakarta Baru, malah akan mengundang kegemasan warga Jakarta yang merindukan Jakarta Baru.
      Selidiki lagi guys….
      Salam Jakarta Baru untuk Indonesia Baru.

      Reply
  22. Saya hanya berdoa agar Pak Jokowi-Ahok ttp sehat menjalankan pengabdian pada bangsa ini, dan cepat tertular pada semua pejabat mulai dari Presiden sampai pak RT dan jadilah Indonesia Raya nan Jaya seperti cita-cita para pejuang terdahulu.

    Reply
  23. sejak pak jokowi dan ahok memimpin jakarta ,dan sejak hari itu juga saya tak bosan bosan mengikuti beritanya di you tube ,dan baru percaya indonesia masih ada pemimpim yang bersih dan pintar , kalau mau calon jadi RI 1 dan RI 2 tidak perlu terlalu banyak kampanye pasti menang dan dari saya dukung 10001%

    Reply

Leave a Reply