KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » BERITA, NEWS » Mendagri Sudah Teken APBD DKI 2013

Ahok.Org – Kementerian Dalam Negeri telah meneken Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI 2013. Dengan itu, maka Pemprov DKI dapat segera melaksanakan program-program unggulannya di tahun 2013.

“Sudah diteken oleh Menteri Dalam Negeri. Nanti coba saya cek lagi detailnya,” kata Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Reydonnyzar Moenek kepada Kompas.com dalam pesan singkatnya, Senin (18/2/2013).

APBD DKI telah disahkan oleh DPRD DKI Jakarta pada 28 Januari 2013 dan langsung diserahkan ke Kemendagri. Siang tadi, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan bahwa Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI telah dipanggil oleh Kemendagri.

Saat mendapat pertanyaan itu, Jokowi pun langsung menghubungi Kepala Bappeda Sarwo Handayani. “Hallo, Bu Yani, APBD yang di Kementerian sudah selesai?” tanya Jokowi kepada Yani.

“Hari ini baru dipanggil, nanti baru diberitahu,” kata Yani.

“Nanti diberitahu yah, Bu kalau sudah dipanggil,” kata Jokowi sambil menutup telepon.

Pihak legislatif menetapkan APBD DKI 2013 sebesar Rp 49,9 triliun. Pengesahan itu dilakukan dalam rapat paripurna DPRD DKI bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Beberapa program yang diunggulkan oleh Jokowi adalah Kartu Jakarta Sehat, Kartu Jakarta Pintar, solusi banjir dan macet, serta penataan kampung.[Kompas]

  • Share/Bookmark

7 Responses to “Mendagri Sudah Teken APBD DKI 2013”

  1. Terimakasih pak Mendagri
    Selamat bertugas pak Jokowi / Ahok dan seluruh jajarannya

    Reply
  2. Sangat menyedihkan…. untuk teken/ketok palu aja perlu berminggu2…. Indo sungguh mismanaged country….
    Salam JakartaBaru

    Reply
  3. untuk APBD 2013 perlu berapa lama diketok DPRD dan diteken ama Mendagri??? untuk menjadi bahan perbandingan dengan APBD nanti tahun 2014….. ibaratnya program DKI Jakarta baru start ada dana di bulan Maret 2013….rasanya Kepala Bappeda nya perlu proaktip, ngurus ke Kemendagri ga perlu disuruh-suruh lagi…

    Reply
    • kmrn bukan maksud kami utk menunda-nunda pengesahan APBDnya, namun mrk sendiri yg mempersulit kami utk mendapatkan jatah proyek darikenaikan 3,5 T…ya akhirnya pas injury time kita ketoknya…itupun boss jokowi hanya mengucapakan kata-kata terima kasih saja tanpa embel-embel, beda ama boss dulu, baru mengajukan saja sdh disertai uang akomodasi tambahan utk rapat-rapat sidangnya yg biasanya kita adakan di denpasar…batam…etc, & pd saat pengesahannya pasti kita diajak golf sambil ketawa-ketiwi ama candy2nya…KALAU SKRG?….KAYAKNYA BOSS JOKWI NGGAK BISA GOLF YA?????

      Reply
  4. Pengajuan pakai duit,persetujuan pakai duit,ketok palu pakai duit,tanda tangan pakai duit,pencairan pakai duit. lah ini sama sama abdi negara saling sogok. smoga kedepan di tangan JB semuanya hilang ????

    Reply
  5. Kayaknya era pak Jokowi, “mahasiswi” nggak bisa ikutan andil dalam pengesahan anggaran yah…

    Reply
  6. kalau sesama pejabat aja musti saling suap gimana rakyat ngurus ktp, paspor bisa bebas suap ya?

    Reply

Leave a Reply