KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » BERITA, NEWS » RSUD Berhak Tolak Pasien KJS Tanpa Rujukan Puskesmas

Ahok.Org – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperbaiki sistem rujukan agar rumah sakit tidak kewalahan menangani pasien Kartu Jakarta Sehat.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Senin (18/3/2013), mengatakan, rumah sakit berhak menolak pasien tanpa rujukan dari puskesmas, kecuali untuk darurat kecelakaan dan sakit parah.

“Puskesmas sebagai pintu masuk utama. Tanpa rujukan puskesmas, harap ditolak. Kecuali untuk gawat darurat kecelakaan dan sakit parah. Kalau batuk, pilek, panu, ya tidak perlu ke rumah sakit,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada jajaran dinas kesehatan dan direktur rumah sakit di Jakarta.

Pasien KJS tanpa rujukan puskesmas bisa tetap dilayani rumah sakit sebagai pasien umum. Sejak KJS diluncurkan pada 10 November 2012, rumah sakit mengalami lonjakan pasien hingga 70 persen. Jokowi menambahkan, sistem rujukan akan diterapkan dalam tiga tahap.

Tahap pertama puskesmas, lalu ke RSUD, setelah itu baru ke rumah sakit swasta. “Jangan sampai juga puskesmas merujuk seenaknya. Pasien yang ditangani rumah sakit ada levelnya,” kata Jokowi.[Kompas.com]

Terkait:

  • Share/Bookmark

2 Responses to “RSUD Berhak Tolak Pasien KJS Tanpa Rujukan Puskesmas”

  1. semoga rujukan dimaksud tdk mempersulit orang sakit dan keluarga pasien hingga KJS sama nasibnya dengan jamkesda,SKTM di masa lalu,harus trus dikawal agar rakyat tetap dimudahkan.

    Reply
  2. Mental orang Indonesia yang masih suka gratisan meskipun secara materi mereka mampu akan memberatkan beban KJS.

    Oleh karena itu kecuali kecelakaan semua pasien KJS harus ada rujukan puskesmas dulu biar orang kaya yang make KJS malu hati. Kalo sekarang mereka maksa-maksa dirawat dan ngancem akan lapor Jokowi padahal penyakitnya biasa aja.

    Secara logika gak mungkin kan penyakit tiba-tiba dateng tanpa gejala apa-apa. Makanya sebaiknya RS diberi kewenangan penuh untuk menolak pasien yang maksa dirawat padahal gak parah atau tanpa rujukan Puskesmas.

    Kalo tetep maksa seharusnya RS dengan tegas bilang pakai biaya sendiri bukan KJS pasti kapok para penyeleweng KJS

    Reply

Leave a Reply