KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » BALAI KOTA, BERITA, NEWS, Video & Audio » Wagub BTP Bertemu dan Berdialog Dengan Ketua BEM-Senat Perguruan Tinggi

Ahok.Org – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama, Kamis (8/11) di Balaikota, bertemu dan berdialog dengan perwakilan BEM-Senat Perguruan Tinggi.

 

  • Share/Bookmark

8 Responses to “Wagub BTP Bertemu dan Berdialog Dengan Ketua BEM-Senat Perguruan Tinggi”

  1. Masukan utk team video ahok.org , kadang tayangan video suaranya terlalu kecil , untuk kedepannya mohon diperhatikan saat melakukan perekaman, sehingga hasil uploadnya bisa jelas suaranya
    Terima Kasih

    Reply
  2. Utk team admin ahok.org , tolong diperhatikan dalam pembuatan video , tolong suaranya bisa di perjelas , karena banyak hasil upload yg suaranya kurang jelas
    Terima Kasih

    Reply
  3. buat rekan mahasiswa terutama yg mempersoalkan transparansi hanya kepentingan pemprov, menolak jadi ketua RT/RW, menolak ikut mengawasi perbaikan sarana publik (rumah pompa dll), mohon banyak belajar dan bersikap dewasa jadi seorang aktifis itu bukan hanya berani membentak2 pejabat, mendemo menuntut terhadap pejabat tapi juga pandai dan kreatif dlm berfikir. Jika pejabat terindikasi menyeleweng lakukan pencegahan dg berdemo dan menuntut. Tapi jika pejabat benar dlm melakukan tugas bantu dg memberi masukan dan ikut mengawal kebijaksanaan yg pro rakyat sehingga tidak sampai diselewangkan dilapangan. Selamat berjuang dg benar……

    Reply
  4. harusnya mahasiswa menawarkan solusi alternatif terhadap semua permasalahan di DKI bukan malah tidak mempercayai action yang akan dijalankan oleh Pak Jokowi & Pak Ahok

    Reply
  5. PEMBERITAHUAN DARURAT UNTUK SEMUA WARGA NEGARA INDONESIA YANG MENGINGINKAN/MERINDUKAN/MENGHARAPKAN MODEL KEPEMIMPINAN DI DAERAHNYA (PROVINSI/KOTAMADYA/KABUPATEN) MASING-MASING AGAR BISA MENDAPATKAN SEPERTI JOKOWI-AHOK yang jujur, cerdas, transparan, terbuka, amanah, mengabdi dan melayani masyarakat, sopan, beradab, adil, tegas dan terjaga integritasnya serta berani sesuai dengan konteksnya sebagai Gubernur/Wakil Gubernur yang memiliki vivi-misi berorientasi ke KEADILAN UNTUK RAKYAT. Pemberitahuan darurat ini dapat disebar-luaskan oleh setiap orang agar dapat diketahui oleh seluruh warga negara Indonesia dimana pun berada terkait dengan adanya pertanyaan wartawan kepada JOKOWI usai acara diskusi di LEMHANAS (Lembaga Pertahanan Nasional) mengenai : WACANA ATAU KEMUNGKINAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH YANG NANTINYA TIDAK LAGI DIPILIH LANGSUNG OLEH RAKYAT MELALUI PEMILUKADA, TAPI DIPILIH OLEH DPRD MASING-MASING DAERAH — DENGAN ALASAN UNTUK MENGHEMAT BIAYA POLITIK (Sumber : Tribunnews.com, 08/10/2012).

    CATATAN PENTING :
    1. SUDAH TERBUKTI bahwa selama lebih dari 32 tahun rakyat Kota Jakarta dipaksa atas nama Undang-Undang/Kebijakan yang mengharuskan Pemilihan Pemimpin Kepala Daerah/Gubernur dilakukan oleh DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) MAKA SELAMA ITU PULA RAKYAT KOTA JAKARTA TIDAK PERNAH MENDAPATKAN SEORANG PEMIMPIN/GUBERNUR YANG BERKUALITAS DAN BERMUTU dan tidak seperti yang bisa didapatkan pada proses pemilihan langsung oleh rakyat Kota Jakarta saat sekarang ini. Contoh : TERPILIHNYA JOKOWI-AHOK SEBAGAI PEMIMPIN KEPALA DAERAH DKI JAKARTA YANG BISA DILIHAT DAN DIUJI KUALITAS MAUPUN MUTUNYA SEBAGAI PEMIMPIN ;
    2. JIKA ALASANNYA UNTUK MENGHEMAT BIAYA POLITIK maka bisa dibuat skala perbandingan yang sangat rasional dan sangat masuk akal mengenai akibat-akibat kerugian yang harus ditanggung selama lebih dari 32 tahun oleh rakyat Kota Jakarta yang disebabkan oleh dimunculkannya figur-figur/tokoh-tokoh Pemimpin Kepala Daerah yang tidak berkualitas dan tidak bermutu, dengan cara-cara politik yang juga tidak berkualitas dan tidak bermutu, melalui Sidang Paripurna DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) dan atas nama Undang-Undang (kebijakan politik) yang juga tidak berkualitas dan tidak bermutu — patut diduga bahwa selama masa lebih dari 32 tahun itu rakyat Kota Jakarta sudah mengalami kerugian yang sangat luar biasa hingga tidak dapat lagi dinilai dengan nilai-nilai ekonomis semata KARENA KERUGIAN AKIBAT ULAH DAN PERILAKU PEMIMPIN YANG TIDAK BERKUALITAS DAN TIDAK BERMUTU ITU merambah ke berbagai aspek/dimensi kehidupan manusia meliputi : aspek kesejahteraan ekonomi rakyat, keadilan (sosial/politik/ekonomi), kesejahteraan hak-hak sebagai warga negara, pengayoman dan perlindungan hak-hak asasi manusia, hak kesejahteraan lingkungan hidup yang layak bagi warga masyarakat, hak untuk hidup dan mendapatkan pekerjaan yang layak bagi kemanusiaaan, dlsb., dlsb., dlsb.;
    3. Dengan demikian, wacana untuk menggunakan kembali cara pemilihan Kepala Daerah yang dilakukan oleh DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) atau yang tidak lagi dipilih langsung oleh rakyat, patut diduga hanya akan memutar kembali jarum sejarah pemilihan Kepala Daerah yang tidak berkualitas dan tidak bermutu, yang dapat merugikan hak-hak warga negara Indonesia dalam berbagai aspek dan dimensi kehidupannya, dan patut diduga bahwa wacana seperti itu hanya pantas dimunculkan oleh orang-orang (atau gerombolan-gerombolan) dengan gejala sakit jiwa oleh karena dorongan rasa takut dengan fenomena kemunculan PEMIMPIN-PEMIMPIN BERKUALITAS DAN BERMUTU SEPERTI JOKOWI-AHOK DI TIAP-TIAP DAERAH.

    Terima Kasih.
    Tertanda :
    Inisiatif Warga Kota Jakarta untuk Keadilan Rakyat dan Pemimpin Berkualitas.

    Reply
  6. sering-sering saja mahasiswa diajak diskusi melihat fakta empiris di lapangan, kemudian ajak dia masuk ke dlm sistem. Nampak sekali di sini, mahasiswa tidak memiliki solusi, hanya bisa protes. Diajak untuk kerja sama, alasannya bukan untuk itu mereka menjadi mahasiswa. Hai mahasiswa, malu sekali kalau anda tidak menerima tantangan kerjasama Ahok

    Reply
  7. mahasiswa ini cuma gaya aja kayak orang orang sibuk di kampus…. biar cewek cewek pada ngelirik….mereka ini perlu belajar la merubah sikap mental jangan model lama lagi…. kayaknya diantara mereka ini banyak yang punya bapak tukang korup… jadinya seperti gak kreatif buah pikirannya itu… cuma bisa gaya gaya an…. krn biasanya gaya gaya gini adalah gaya gaya pejabat korup,. jadi nurun ke anak…. klo mereka kebanyakan dari anak pedagang, biasanya pikirannya lebih merdeka, lebih senang bila diajak terlibat dalam pengawasan….krn nurun dari bapaknya… hai mahasiswa… belajarlah dengan nurani, jangan demi supaya terkenal masuk youtube aja,…. masyarakat jadi bisa gak simpati sama kalian….

    Reply
  8. g ada sambungan na ya!?
    baru liat saya ini.
    kurang d semprot tu pak ahok.
    kasi kultum harus na.

    Reply

Leave a Reply