KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » BERITA, Laporan Kerja, NEWS, Video & Audio » Wagub Mengunjungi Sekolah Unggulan MH. Thamrin

Ahok.Org – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama, Rabu (14/11) berkunjung ke Sekolah Unggulan SD-SMAN MH Thamrin, di Cipayung, Jakarta Timur.

  • Share/Bookmark

35 Responses to “Wagub Mengunjungi Sekolah Unggulan MH. Thamrin”

  1. dari body language kayaknya yg ngomog pertama (entah itu komite / kepsek) terlihat gemetaran

    Reply
    • seharusnya warga DKI umumnya berbahagia mempunyai pemimpin yang disiplin… mengajak untuk berbuat baik. Khususnya aparat bawahannya , ini merupakan pencerahan setelah mengalami kegelapan dibawah pimpinan terdahulu… saya warga luar DKI merasa iri dengan warga DKI yg punya pemimpin seperti Koh Ahok tersebut. Dwi tunggal mas Jokowi-Koh Ahok… pantas diteladani pemimpin di Indonesia ini

      Reply
      • betul,saya juga simpati transparan mengenai anggaran dan kejujuran dlm mengemban amanah.tapi hrs diwaspadai pihak2 yg terusik kepentingannya coba saja perhatikan cara mereka bicara di Tv.

        Reply
  2. Sangat pelik masalah pendidikan di Jakarta, terlalu kompleks dan perlu di urai secara cepat dan tegas agar permasalahan tidak berlanjut dan berlarut2.
    Ayo BTW jgn putus asa Bapak urai secara perlahan pasti akan ketemu ujungnya lalu luruskan pak.
    Bapak pasti bisa.

    Reply
  3. Terima kasih Pak Gubernur, Pak Wakil Gubernur … atas kejujuran dan usaha kerasnya……..

    Reply
  4. Hampir semua sekolah negri di jakarta terdapat pungutan liar seperti itu terutama sekolah” negri unggulan. Bahkan pihak sekolah sampai ada yg meminta pihak orang tua murid untuk membuat pernyataan kalau itu hanya sumbangan yang diberikan ke pihak sekolah, sementara sumbangan tersebut wajib diberikan.

    Reply
  5. Bapak Kameramen utk kegiatan pak Wagub YTH,

    mohon bila mem-videokan suatu kasus terutama soal pendidikan yg akan dijadikan panutan utk seluruh sekolah di DKI, jangan diedit. saya tdk bisa ikutin pembicaraan ini duduk persoalannya karna byk anda potong2. konsentrasi buyar sama sekali.

    Bisakah bapak Kameramen tayangkan yg originalnya jadi saya bisa ikutin masalahnya dengan baik. ini bagian pembelajaran bagi masyarakat yg penting utk menuju Jakarta Baru. Tolong ya pak. Trima kasih sebelumnya.

    Grace

    Reply
  6. PAK JOKOWI dan PAK AHOK mohon kameramen untuk dinas komunikasi DKI DITAMBAH PERSONELNYA biar bisa trus pantau kegiatan bapak berdua

    Reply
  7. PAK JOKOWI dan PAK AHOK mohon kameramen untuk dinas komunikasi DKI DITAMBAH PERSONELNYA biar bisa trus pantau kegiatan bapak berdua..

    Reply
  8. Pak Ahok, bisa gak yah semua SMP dan SMA negeri di Jakarta yang berlabel sekolah berstandar internasional digratiskan juga sama seperti sekolah-sekolah reguler? Supaya anak-anak pandai dari kalangan tak berpunya bisa mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan bertaraf internasional ini.

    Reply
  9. Bangga dech punya pimpinan bapak jokowi dan bapak ahok, peduli dengan orang susah. Boleh pak, saya berjabat tangan dengan bapak, trus foto bersama , dan peluk bapak ?

    Reply
  10. pak ahok, saya bangga punya pemimpin seperti bapak, jangan pernah berubah pak, maju terus pak, kami sudah capek di bohongi pak, terima kasih pak

    Reply
  11. Ini sekedar “subsidi-silang” informasi antar semua pembaca/pengguna ahok.org dan bukan ingin mencari sensasi untuk menjadi pahlawan kesiangan… Di headline Ahok Cocok untuk Ubah Wajah Birokrasi Jakarta (http://ahok.org/berita/news/ahok-cocok-untuk-ubah-wajah-birokrasi-jakarta/), diposting tanggal 13/11/2012, ada 1 komentar dari kawan kita @bundar yang bernada khawatir sbb : sebentar lagi tikus tikus korupsi yang perutnya gendut gendut akan melakukan usaha penjegalan program pro rakyat Jokowi-Ahok. Dengan dalih berdasarkan undang undang dan peraturan akan berkoar koar (mungkin krn gak bisa korupsi lagi), dan bermunculan utk menghambat program jokowi-ahok… dst., dst. Atas adanya kekhawatiran yang semacam itu dan sebagai sesama pendukung visi, misi dan orientasi Jokowi-Ahok, saya pun menjawab kekhawatiran rekan kita @bundar sbb : Jika kekhawatiran @bundar benar-benar terjadi… apa kita dan jutaan Rakyat Kota Jakarta lainnya mau diam saja…? Enggak kaaaaaan…?!!! Kalau soal siapa yang akan bertanggung jawab nanti : saya siap bertanggung jawab secara moral, hukum dan politis. Jika saya dipaksa atau terpaksa harus bertengkar atau kalau perlu baku hantam dengan para pembuat kebijakan palsu yang menipu rakyat dan sering memaksakan kehendaknya atas nama Undang-Undang Brengsek maka saya akan mempersiapkan diri untuk semua kemungkinan buruk itu. Pokoknya saya SIAP : SIAP MASUK PENJARA, SIAP MASUK RUMAH SAKIT DAN SIAP MASUK KUBURAN UNTUK MELAWAN SEGALA MACAM BENTUK KETIDAKADILAN YANG TERUS MERAJALELA. Bravo Jokowi-Ahok !!! Bravo Rakyat Kota Jakarta !!! Jawaban saya kepada rekan @bundar itu adalah wujud komitmen saya (dan bisa kapan saja saya buktikan apabila keadaan benar-benar memaksa) sebagai bagian dari warga Kota Jakarta yang sudah sekian lama merindukan kepemimpinan yang berkualitas. Untuk informasi dan komunikasi lebih lanjut tentang hal itu dapat melalui alamat e-mail saya : [email protected] atau [email protected] atau http://www.facebook.com/didingireng.chairudin — Salam untuk Jakarta Baru, Terima kasih.

    Reply
  12. wah bang ireng mantap, jika pimpinan bener rakyat mendukung penuh, siapa yg ingin menjegal pasti berfikir ulang, kemarin ketua DPRD DKI johny wenas mengatakan wagub pencitraan, arogan, tidak produktif dan gub & wagub gak bekerja…wah mungkin bisa di TO rakyat nih …..

    Reply
  13. salut dan acungkan jempol buat bang ahok yg sudah menunjukkan kinerja yg baik utk perubahan jakarta yg lebih baik dan smoga virus positif ini dapat dicontoh oleh kepala daerah di seluruh Indonesia

    Reply
  14. NGAKAK. Pak Basuki bilang ga sholat karena belum dapat hidayah menit 1:01:50

    Reply
  15. Aduuuuuuuh… gimana sih, Bro @Givano Ramadhan, udaaaaah laaaaah… kita harus berpikir cermat dan dewasa laaaah, forum ini gak cocok untuk membahas soal-soal sensitif seperti itu. Tapi bagi orang-orang yang pikirannya masih waras pasti paham : secara hitung-hitungan politik, Jokowi-Ahok itu seharusnya gak mungkin bisa terpilih jadi Gubernur/Wakil Gubernur DKI Jakarta. Lalu, kenapa bisa terpilih…? Cuma Allah Yang Maha Mengetahui serta Maha Berkehendak… Sekedar informasi : di TIM (Taman Ismail Marzuki) ada forum yang digelar setiap bulan pada minggu ke 2, yang dikomandani oleh Emha Ainun Nadjib. Namanya forum “Kenduri Cinta” disitu ente bisa membahas soal-soal seperti itu sampe batok kepala pada ngebul (berasap) dan bisa sambil menelan sekarung obat sakit kepala. He…he…he…

    Reply
  16. Ini untuk meningkatkan kualitas komunikasi di kalangan semua teman-teman pembaca/pengguna ahok.org dan agar tidak terjerumus dalam pola pikir (paradigma) berorientasi ke SARA maka perlu ditegaskan kembali BAHWA MUSUH UTAMA KITA SEBAGAI SESAMA BANGSA INDONESIA ADALAH KETIDAKADILAN DALAM BERBAGAI ASPEK SERTA DIMENSI KEHIDUPAN KITA SEBAGAI UMAT MANUSIA — jadi bukan siapa-siapa, bukan agama ini-itu, bukan karena sholat atau tidak sholat, dan bukan karena asal-usul keturunannya dari kolong meja atau dia jatuh dari langit. Dalam konteks berjuang untuk mulai menyelamatkan nasib bangsa dan negara dari cengkraman ketidakadilan, sebelum ada Ahok yang dianggap figur pemberani (saat ini) sudah ada Soe Hoek Gie, Soe Hoek Djin (Arief Budiman), Kwik Kian Gie, dll. Terima kasih.

    Reply
  17. PERHATIAN……………………………..
    PERHATIAN……………………………..
    PERHATIAN……………………………..

    WASPADALAH…………………………….
    WASPADALAH…………………………….
    WASPADALAH…………………………….

    HIMBAUAN ……………………………..
    HIMBAUAN ……………………………..
    HIMBAUAN ……………………………..

    BUAT WARGA JAKARTA, AGAR TIDAK MENCOBLOS/MEMILIH JHONY WENAS POLII (TALK SHOW TVONE BEBERAPA HARI LALU YANG DIPANDU SDRI. INDI) ATAU SIAPA SAJA WAKIL RAKYAT YANG KALAU NGOMONG DI TV-TV NASIONAL SELALU MENGGUNAKAN ALASAN PENCITRAAN (LIHAT DONG SIAPA YANG SUKA PAKAI TEKNIK PENCITRAAN DI
    REPUBLIK INI).
    MEREKA2 ANGGOTA DPRD JKT, SEKARANG LAGI NYUSUN STRATEGI BUAT MEMISAHKAN PASANGAN JOKOWI-AHOK.
    MANA PAKAI DEADLINE KETOK PALU 30 NOV. 2012 UNTUK RAPBD DKI JKT (SANGAT TIDAK MASUK AKAL)
    SEBARKAN VIA BBM, TWITTER, FB, DLL

    Reply
  18. Sudah sepantasnya pemimpin untuk turun ke bawah/lapangan sehingga tau sebenarnya masalahnya apa seperti bang ahok & jokowi ini,….. tidak usah kembali masa lalu yang hanya berdasarkan laporan asal bapak senang, ujung-ujungnya rakyat keceil dan jelata yang digorok……semoga langkah jokowi-ahok selalu diridhoi Alloh SWT., karena tidak menutup kemungkinan banyak oknum yang merasa terancam kedudukannya, ujung-ujungnya kasat kusut nggembosin langkah jokowi-ahok untuk menata dan membersihkan jakarta baru. Aminnnnn.

    Reply
  19. salut untuk Bapak-bapak berdua… resiko dimusuhin sama para mafia ini tentu ada… biarkan semua mengalir pak… semua sudah ada yg atur… rajin-rajin berdoa ya Pak supaya niat-niat jahat mereka kandas dan berbalik menjadi semangat dukungan demi Jakarta dan Indonesia yang lebih baik… tetap jaga kesehatan buat Bapak-bapak karena perjuangan masih panjang… semoga pada akhirnya nanti upaya ini dapat menjadi catatan sejarah yang dirindukan rakyat Indonesia…

    Reply
  20. waduh puyenggg kepala wa nih..tak tunggu video di youtube tgl 15 dan 16 november kok ndak ada….

    Reply
  21. lucu juga mendengar para pejabat menghembuskan isu PENCITRAAN. Sekedar dimaklumi bahwa kami (rakyat yg bapak anggap bodoh sampai sebodoh bodoh nya) justru setiap saat menantikan berita yg dilakukan DKI 1&2, dan kami berterimakasih atas apa yg telah dilakukan karena mata kami yg bodoh ini jadi tahu bahwa isu yg mengatakan KORUPTOR ada di semua bidang pemerintahan ternyata benar adanya dan sial nya ada rekamannya lagi, yg nantinya akan menjadi dokumentasi masyarakat banyak. Mestinya pejabat pejabat tidak usah melontarkan isu yg tidak produktif, krn dari hati kami yg paling dalam, kami memimpikan gaya pemimpin jokowi-ahok dan sekarang mimpi itu sudah menjadi kenyataan. Terimakasih Tuhan ternyata engKau belum melupakan negeri ini.
    BRAVO….Jokowi-Ahok. Kalian lah jawaban atas doa doa kami untuk negeri tercinta ini.

    Reply
    • Opini sy,

      Kata PENCITRAAN ini bisa dipandang dari 2 kondisi.

      Di satu kondisi bisa sebagai ‘garis’ utk tidak melampaui batasan kewajaran.

      Di kondisi lain bisa sebagai ‘tuduhan busuk’ utk menjatuhkan.

      Utk saat ini, kata PENCITRAAN bisa diartikan pada kondisi terakhir di atas.

      Reply
    • Pencitraan….
      memangnya ada apa dengan pencitraan? kok seolah jadi barang haram? semua orang punya hak yang sama untuk melakukan pencitraan diri. Jadi silakan saja melakukannya…. masalahnya adalah, kembali… apakah pencitraan tersebut laku di mata masyarakat umum. Kalau apa pencitraannya palsu…. tidak sesuai apa yang diucapkan dengan kelakuan serta tindak tanduk…. ya jadi konyol. Semua kecap boleh ngaku nomor satu, boleh berlomba dalam kemasan… tapi kan terakhirnya, rasa lah yang menentukan untuk dipilih…. Ayo bang Ahok, terus saja bertindak. Tindakan itu, bohongnya sedikit dibandingkan ucapan….

      Reply
  22. kalau bisa seluruh sekolah di jakarta di audit pak. terutama penggunaan dana BOP. banyak yg gk jelas dan salah penggunaannya. terutama untuk pegawai honor yang masih di bawah UMP.

    Reply
  23. Di situs Tempo Online http://www.tempo.co/read/news/2012/11/21/083443126/Ahok-Jawab-Kritikan-Pencitraan-Nenek-Lo — ada sumpah serapah dan caci maki yang ditujukan ke WAGUB DKI JAKARTA (AHOK) dari orang dengan user MAKSUMBAR, saya langsung merespon sebagai berikut …………………………………………………………….

    Buat @MAKSUMBAR yang ngelantur : Gue juga pribumi asli, BETAWI TULEN, Engkong gue asli RAWA BELONG, Babe gue lahir di TELUK NAGA (Tangerang), Nyak gue merocot di JEMBATAN BESI. Gue sekeluarge kemudian hijrah ke RAWA BEBEK, GEDONG PANJANG (PENJARINGAN) deket PASAR IKAN itu. Saat Ali Sadikin sampe periode sebelum Sutiyoso, Keluarge Besar gue masih bisa bertahan kumpul semua di KEBON JERUK, KELAPA DUA — tapi setelah itu (karena bebagai faktor, misalnya urbanisasi, desakan ekonomi dan lemahnya daya saing, dll.) akhirnya Keluarge Besar gue mengalah untuk menyingkir ke pinggir-pinggir Kota Jakarta. TAPI SEBENERNYA GAK BEGITU PENTING ASAL-USUL KETURUNAN GUE ITU DARI MANA, YANG JAUH LEBIH PENTING ADALAH PEMAHAMAN BERPIKIR YANG CERDAS DAN KOMPREHENSIF (TIDAK PARSIAL) DARI SEMUA RAKYAT DI INDONESIA (SIAPA PUN DIA DAN DARIMANA PUN ASAL-USUL KETURUNANNYA) TENTANG : APA DAN SIAPA MUSUH BERSAMA KITA YANG SEBENARNYA..?!!! DARI SEJAK SOEHARTO BERKUASA DENGAN STRATEGI POLITIK FLOATING MASS-NYA (POLITIK MASSA MENGAMBANG, kalau dalam bahasa gue : MAAF.. POLITIK MASSA TAIK NGAMBANG), gue jadi sangat paham betul kemana itu maunya Soeharto. Dengan kekuasaanya, dia gak mau semua bangsa Indonesia IKUT-IKUTAN BERPOLITIK (TERUTAMA WARGA KETURUNAN) — HARUS DIDIDIK MENJADI A-POLITIS (tidak boleh mengenal apa itu politik) mendingan disuruh cari duit aja yang banyak, gak usah sok mikiran bangsa dan negara ini, begitulah kira-kira dalam bahasa gue. Tapi, akhirnya, APA YANG TERJADI…? SOEHARTO DAN KRONI-KRONINYA TERNYATA TELAH MENJERUMUSKAN NASIB BANGSA INDONESIA (TERMASUK KITA DAN AHOK, YG SEKARANG WAGUB ITU, DI DALAMNYA) KE DALAM KRISIS MULTI-DIMENSI YANG AKHIRNYA BERKEPANJANGAN HINGGA SAAT INI — krisis hutang luar negeri (hingga mencapai kira-kira $ 148 juta, US Dollar tuuuuuh.. bukan Dollar Teluk Gong, krisis kebijakan nasional, krisis kepemimpinan nasional, krisis akhlak, krisis moral; partai politik, penyelenggaraan pemilu, pemilihan wakil rakyat dan pemilihan presiden serta seabreg-abreg undang-undang dan kebijakan yang ada saat ini SUDAH CUKUP TERBUKTI TIDAK PERNAH BECUS MENYELESAIKAN PERSOALAN BANGSA INI MALAH MAKIN MENAMBAH JUMLAH PERSOALAN, waaaah.. pokoknya semua jenis krisis deeeeh. JADI, DARI FAKTA-FAKTA YANG TETAP TERUS ADA HINGGA SAAT INI DAN YANG SUDAH TERLANJUR MENJADI SEJARAH NYATA (BUKAN NGARANG SEPERTI SUPER SEMAR VERSI SOEHARTO) maka KESIMPULAN GUE ADALAH BEGINI : musuh bersama kita sebagai sesama bangsa Indonesia ADALAH KETIDAKADILAN — bukan asal-usul keturunan, bukan soal pribumi atau non-pribumi, bukan perbedaan latar-belakang agama, bukan perbedaan warna kulit , dan BUKAN KARENA WAGUB DKI JAKARTA ITU AHOK ATAU BUKAN AHOK . Sekali lagi : INI ADALAH PERKARA KETIDAKADILAN YANG TERUS DIJEJALKAN KE DALAM CARA BERPIKIR DAN SIKAP HIDUP MASYARAKAT DI INDONESIA. SUMBER-SUMBER KETIDAKADILAN ADA DI SEGELINTIR ORANG YANG MEMBUAT KEBIJAKAN YANG SERINGKALI TIDAK BIJAK ITU — SEGELINTIR ORANG YANG MEMBUAT DAN MENGENDALIKAN SISTEM. Gue, Jokowi-Ahok, dan semua bangsa Indonesia (KALAU MAU DITUDUH JELEK SEPERTI BINATANG) maka semua yang jelek seperti binatang itu ADALAH PRODUK SISTEM/KEBIJAKAN YANG JUGA JELEK SEPERTI BINATANG ITU. Terima kasih.

    DIDINGIRENG, 22/11/2012 10:22:05 WIB,
    via gmail.

    Reply
  24. Sikaaaattttttttt habis………..!!!!!!kami dukung jokowi nd ahok

    Reply
  25. Pak Ahok ini saran saya untuk pemberian beasiswa kepada anak” yang miskin tetapi mampu secara intelegensi: pemberian beasiswa boleh kepada mereka, tetapi tolong pemerintah oertimbangkan faktor psikologis mereka juga, jika satu sekolah dengan anak” yg notabene finansial mencukupkan… Yang mengkhawatirkan di sini adalah anak” yg diberi beasiswa tsb dikucilkan dan mereka merasa rendah diri bahkan biaya makan di Kantik yang relatif mahal

    Reply
  26. Pak Ahok, kata2 yang sangat bagus sekali: “Semakin tidak beruntung seorang anak, maka dia membutuhkan pendidikan yang lebih baik”. Sekarang ini anak-anak yang tidak beruntung akan menjadi anak jalanan. Di semua perempatan di Jakarta, akan kita temui anak-anak berjualan koran, mengamen dan mengemis sambil menggunakan seragam sekolah. Sekarang ada aturan yang melarang kita memberi uang kepada pengemis di perempatan jalan. Aturan ini memang benar kalau kita lihat dari satu sisi, tetapi apa yang sudah dilakukan pemerintah selama ini untuk mengurangi kemiskinan tersebut? Saya lebih memilih tetap memberi kepada mereka, walaupun nilainya sedikit, setidaknya bisa membantu mereka dalam jangka pendek. Tugas jangka panjang adalah tugas pemerintah.
    Maju terus pak, kami akan selalu mendukung Jokowi-Ahok. GBU.

    Reply

Leave a Reply to erick johan