KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » BALAI KOTA, BERITA, NEWS, Video & Audio » Wawacara Informal, Jumat (7/10)

Ahok – Gubenur DKI Jakarta Basuki T. Purnama menerima aduan warga serta dilanjutkan wawancara informal dengan wartawan Balai Kota.

  • Share/Bookmark

5 Responses to “Wawacara Informal, Jumat (7/10)”

  1. Pak Ahok, sudahlah jangan komentarin soal Agama… Ini masalah sensitif… Kasihan Pak, Pendukung Bpk ketar-ketir, dan berjibaku membela anda… Kita berharap Bpk terpilih lagi, jangan sia-siakan harapan kami!

    Reply
    • BETUL sekali! Dan jangan lupa Gub jangan minta maaf, mengapa? Karena memang tidak salah dan juga tidak salah ngomong, hanya memang bisa dinterpretasikan demikian. Tapi temanya kan mau mencari kesalahan di setiap kata ataupun kalimat ya jadilah fitnahan plintiran.
      Biasa apalagi kalau orang pks yang mendukung Anies Baswedan. Pokoknya setiap kata dicari kesalahannya. Inilah kelompok pks Bun Yani dan Anies Baswedan. Sara dibawa-bawa justru oleh kubu Anies Baswedan, siapa lagi!!

      Reply
  2. Di @rianernesto ada quote [email protected] katanya: pak @basuki_btp,anda hrs bersyukur sekali banyak sekali kawan2 muslim yg msh bela anda.hargai itu,sebaiknya stop ngoceh yg bukan bidang anda (end of quote)

    Maksudnya bukan bidangnya apa. Apa yang bidang Gub anggaran? pendidikan? hukum? pembangunan tata kota? kesehatan? Semua bidang ini dia sangat mengusai. Dan dia pakar geologi, jadi … maksudnya apa?

    Memang kalau sudah diplintir untuk fitnah sulit untuk tidak blunder. Apalagi kalau pks mulai dengan jurusnya Bun Yani. Dan perlu diketahui sepertinya al-Maidah51 ini sudah digunakan waktu nyalon bupati di Beltim. Siapa bicara?

    Kalau soal diksi dari ajaran Islam seperti sila pertama dan kelima dari Pancasila dari sisi Islam dan Nasrani yang sama ini kan justru pemersatu (al-Maidah82), kalau mengacu pada bidangnya inipun tidak boleh dikatakan oleh Gub. Padahal Gub ini kan bangganya sekolah Islam sampai SMP dan memang sudah terbukti upayanya yang lebih mengutamakan kaum Muslim dan Islam, fakta berbicara.

    Tetapi yang lebih gila adalah yang ada di @ulil disitu dikatakan bahwa Gub tidak berwewenang mengutip dan menerangkan satu ayat Islam karena sendiri tidak beriman Islam nah ini super picik. Ada begitu banyak pakar Orientalist die manca negara yang ahli perQuranan dan penerjemah Quran bukan Muslim!! Lalu?? Kalau kemudian mau berkata ada ayat2 yang gaib, ala maak, karenanya hanya Muslim yang berwewenang ini jelas kepicikan yang kebablasan.
    Yang pasti kedepan Gub kalau berbicara jangan ngelantur kemana-mana itu sajah!

    Reply
    • Pak Ahok memang tidak bersalah… Mereka saja yg pandir yg tidak dapat membedakan penggunaan awalan “di” dgn “me”. Tapi bok ya jangan disinggung-singgung lagi soal SARA… Kasihan Bang Ruhut yg sudah rela melepas jabatan di DPR dan dipecat dari partai demi Bpk Ahok…

      Reply
  3. Walah… Kok jadi ribut, sudah jelas ucapan si gubernur dan ada rekamannya. Ini sudah jadi budaya lama politisi untuk menjegal lawan. Hanya keminoritasan si gubernur aja yg bisa jadi sasaran fitnah. Ku kira ini momen yg bagus menguji kedewasaan rakyat dan umat Muslim di Indonesia. Jika umat Muslim di Indonesia bisa menilai ini secara obyektif nantinya, maka Indonesia jauh di atas negara lain dan kedigdayaan Indonesia sudah ada di depan mata. Salam

    Reply

Leave a Reply