KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » Baleg, BERITA » RDPU Baleg dengan GAPRI dan Komnas Penanggulangan Tembakau

POIN-POIN PENTING RDPU BALEG DPR RI DENGAN GAPRI DAN KOMNAS PENANGGULANGAN TEMBAKAU

Ruang Rapat Baleg DPR RI, Nusantara I

Senin, 25 Oktober 2010

GAPRI (Gabungan Asosiasi Pengusaha Rokok Indonesia)

Berdiri pada tanggal 29 Juli 1950

Anggota adalah produsen Rokok Kretek

Bekerjasama dengan 11 asosiasi daerah

Industri kretek

Kretek disebut sebagai produk unik dan khas dari Indonesia dan tidak kalah bersaing dengan rokok putih yang merupakan produk asing.

Tembakau kretek merupakan produk yang hanya ada di Indonesia.

Cukai dinaikkan pada tahun 2001, industri kretek terpuruk. Oleh karenanya, GAPRI tidak sepakat jika cukai dinaikkan karena akan menciptakan black market.

Komnas Pengendalian Tembakau

Telah berdiri 10 tahun dan bekerjasama dengan 22 LSM.

Tujuan Komnas Pengendalian Tembakau ialah:

  • Melindungi orang yang tidak mau merokok
  • Melindungi orang muda yang belum dapat mengambil keputusan

Bapenas dan Kemenkes menyebutkan kerugian dari rokok 7 kali lebih besar dari keuntungan dari cukai rokok (50T/tahun).

Dengan adanya UU PDRTK tidak akan mengurangi kesuksesan industrik rokok dan kretek tetapi hanya berusaha melindungi generasi muda dan orang yang tidak merokok.

Pertanyaan dari Anggota Baleg DPR RI:

1. Bpk. Rahadi Zakaria (Fraksi PDI Perjuangan)

Bagaimana cara menolong petani tembakau dari ambang kehancuran? Data-data menyebutkan petani tembakau yang terus makin terhimpit oleh situasi.

Keadaan Kawasan Tanpa Rokok?

2.  Bpk. Ali Wongso (Fraksi Golkar)

Berilah kebebasan pada para perokok.

Pengaturan tentang KTR dan iklan rokok seperti apa yang memenuhi asas keadilan bagi perokok dan mereka yang tidak merokok?

3. Bpk. Hendrawan Supraktikno (Fraksi PDI Perjuangan)

    Adanya kecurigaan industri farmasi internasional bermain melawan industri rokok dalam negeri.

    India dan Cina melindungi industri rokok dalam negeri. Indonesia dapat belajar darinya.

    4. Ibu Edi Mihati (Fraksi PDI Perjuangan)

      Perlunya perlindungan pada produk dalam negeri (klembak, dll

      5. Bpk. Didi Irawadi (Fraksi Demokrat)

        Rokok lebih banyak dampak negatif bagi kesehatan. Oleh karenanya selanjutnya diperlukan mengundang para ahli kesehatan.

        Tanggapan GAPRI

        GAPRI siap untuk diatur. Memang perlu edukasi bagi para perokok (kawasan tanpa rokok).

        Perlu perlindungan dari kekuatan industri asing (rokok sintetis).

        Petani bisa terpuruk karena selama ini petani ‘dilepas’ oleh pemerintah. Pemerintah tidak melindungi petani dalam mekanisme pasar.

        Tanggapan Komnas Penanggulangan Tembakau

        Sekali lagi, komnas menekankan bahwa keberadaan mereka bukan untuk melarang para perokok untuk merokok dan atau memusuhi industri rokok tetapi untuk melindungi mereka yang tidak merokok dan anak muda dari bahaya merokok karena anak muda (dibawah 17 tahun) belum dapat mengambil kebijakan sendiri.

        • Share/Bookmark

        No comments yet... Be the first to leave a reply!

        Leave a Reply