KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » DPR, Komisi II » Laporan reses 3-11 November (Babel)

Ahok-Org – 16:32:18 Siap-siap take off ke pulau Bangka, janji ke rumah aspirasi Golkar ketemu ketua DPD Golkar Babel yang juga gubernur Babel dan bakal calgub pada pilgub Babel 2012 jam 17. Bisa telat karena jadwal pesawat jam 16 ternyata “delayed”.

16:38:01  Take off dengan garuda pakai tiket bisnis.
17:28:22 Landing di bandara Depati Amir Bangka Tengah .
18:17:04 Kami mampir di rumah aspirasi Golkar, ketemu ketua DPD Golkar, sekretaris, bappilu Babel dan pengurus teras DPD Golkar Babel. Kami rapat soal hubungan antara anggota DPR RI dan ketegangan saya dengan pak Gubernur yang juga ketua DPD Golkar Babel menjelang pemilukada Babel 2012.

19:00:07 Perjalanan menuju Sungailiat ketemu OKP (gp ansor dll) di kabupaten Bangka, sambil makan malam.
19:45:49 Kami tiba di restoran Sunlake Sungailiat, yang hadir Anshor, PMII, HMI, Muhamadiyah, fusi organisasi pemuda Islam. Kami makan malam, kawan2 ormas makan duluan,karena kami harus konferensi pers di rumah aspirasi setelah ketemu pak Gubernur Babel.
20:09:27 Acara dimulai dengan kata sambutan ketua Anshor Encik Syafrudin. Giliran saya ngomong, ada moderator.
20:13:43 Baca doa uztad Rozi (dulu ikut jadi pengurus partai PIB), sekarang di partai PPRN.
20:43:29 Selesai saya paparan masuk tanya jawab.
Q n A:

1.Rina, HMI Babel: bicara aktifis pasti jadi idealis.setelah jadi politisi kenapa berubah, anggapan bpk?

2.Lela, HMI Babel: politik spt harimau yang ganas dan kancil yang cerdik, kenapa pemuda belum berani masuk, karena biaya? Juga pejabat mainkan dinasti politiknya? Bagaimana menganalisis? Tahap2 masuk bagaimana caranya?

3.Eko Budiarto, pemuda Muhammadiyah kab Bangka,(juga pns pemda) terima kasih sudah ngundang dialog malam ini. Kami tidak berpolitik tetapi penting untuk sampaikan aspirasi politik, amati politik nasional. Nonton dialog pak Ahok di TV ONE saat 17 Agustus 2011, modal dasar fondasi utama, intelektualitas, mentalitas, sosialitas dirusak oleh arang. Semua parpol AD/ART pasti bagus, siapa yang menunggangi dan ditunggangi kalau semua merasa sebagai warga dan memiliki, tidak akan ada korupsi. Jadi orang jujur susah, dilaksanakan dijauhi di pemda. Nolak ttd fiktif soal pangkat (dianggap terlalu idealis), dimana letak yang kita mau cari? Semua ada pada diri kita. Soal politik nasional, sejauh mana UU yang udah banyak, sistem banyak, hanya 20% dilaksanakan, tumpang tindih UU. UU minerba jangan banyak buat UU, kalau tidak sanggup laksanakan. Masih ingin bicara… 20:53:12 (waktu dibatasi panitia) maaf tidak bisa diperpanjang lebar lagi.

4.Syahrul, HMI cab Bangka Belitung. Semangat pemuda tidak pernah kendur. Saat ini ormas sudah tidak jelas orientasinya, hanya fokus ke uang substansi jadi tidak ada, triknya apa agar tidak terbawa arus? Ada UU Kemabruran Haji? Pemerintah tidak ada kerja? Transparansi pilkada, bapak maju atau tidak?

5.Aidit, PMII, terima kasih 🙂  atas siraman dan pengetahuan dari pak Ahok. Bicara soal agama, komentar bapak mau saya tanggapi, ada dua indikasi legal formal eksklusif dan sosial inklusif, agama junjung pluralisme. Hargai pemuda Muhammadiyah soal dasar organisasi, tergantung individualnya. Sangat hargai kami untuk ikut dlm politik. Dimana batasan2 untuk mahasiswa tetap jaga posisinya sebagai mahasiswa, agar jangan terjebak low politican.
21:32:17 Selesai menjawab. Masuk sesi kedua.
6. Encik Syarifudin, ketua Anshor Babel, soal caleg sistem suara terbanyak, politik uang makin tinggi. Bersaing sesama caleg, bagaimana sikap pak Ahok hadapi persepsi seperti ini?

7. Jaka, mantan BEM  11. Mahasiswa jangan ikut politik praktis, nanti luntur idealisnya. Anggaran BEM dan HMI tidak ada dananya, ajukan proposal kegiatan2 ke pejabat. Mental saja sulit berkoar-koar? Namun dibantu oleh mereka? Tanggapan bapak agar idealisme mahasiswa bisa terjaga dan budgetnyan solusi gimana? Kami jadi pengemis intelektual? Jadi diremehin pejabat. Parlemen threshold tidak adil, apalagi berlaku nasional. Kalau demokrasi jadi tidak demokratis?

8.Wawan, HMI. Pencetus lembaga dakwah kampus Babel, sifat terjang pak Ahok luar biasa, sampai nama aslinya masyarakat tidak tahu, hanya Ahok saja. Organisasi kalau tidak aktif saya pilih tutup saja, semua persoalan akan disampaikan apa yang terjadi di Babel. Peranan pemuda Babel sangat kendor, ruang lingkup kecil, sudah didoktrin dosen dll, duduk saja di kampus hanya berpikir jadi PNS saja.kenapa bisa seperti itu ?
21:40:09
9. Haryono, gerakan pemuda Anshor kab Bangka, implementasi UU ttg kepemudaan , batasannya 25-30 thn, soal ormas? Bisa beda persepsi soal pemuda? Ada solusinya? Beda organisasi pemuda dan ormas. Tertarik soal pejabat wkl bupati adalah PNS, apa benar ?

10.Andra Saputra, PMII, masalah pemuda Babel saat ini manja, tidak perduli,dan meras lebih dari yang lain, caranya gimana bisa sifat kritis seperti pak Ahok?

11.Sobarian, HMI Babel, mau bicara ttg agama dan politik. Ketika kita tetapkan agama kita, tidak akan goyah walau ada pedang depan kita, masalah politik? Ketika dihadapkan masalah agama dan politik, mana yang bapak pilih? Masalah dana kegiatan, dan dana itu dikeluarkan kwartir nasional rp.20jt, janji bulan oktober. Ada aturan harus kena pajak jika makanan lebih Rp.2 jt, catering jarang ada pajak. Uang saya habis, saya jadi tidak ikhlas,

12.Rakhnat Hamid, pemuda Muhamadiyah, dari tadi ada 2 hal tidak disinggung, kontrol sosial soal Babel sebagai DPR RI, dan kedua masalah reses DPR RI. Apa fungsi kontrol sosial DPR RI soal hadapi kesejahteraan masyarakat yang terlupakan. Saat ini kebijakan hanya untungkan satu pihak. Reses DPR RI buat jaring aspirasinya tidak kena. Saya harap buat program jaring aspirasi dengan masters, kami OKP siap fasilitasi .

13. Muhammad Rozi, (forum ukhuwah dan syiar islanmiyah/fusi remaja mesjid Babel.
PT berlaku nasional, milih partai besar atau kecil, ketika terpilih apa yang harus kami lakukan? Ikut aturan DPR atau partai? Setelah duduk banyak penjahatnya, apa yang hras dilakukan agar masyarakat percaya DRPD. Untuk antisipasi Babel?
21:52:09 Saya jawab.
22:31:10 Tutup dan foto2 bersama.
23:26:38 Dalam perjalanan pulang, setelah memberikan bantuan kepada OKP tersebut sebanyak 6 kegiatan @ Rp.1.000.000,
23:38:31 Tiba di rumah di Pangkal Pinang (rumah temen dan saudara jauh). Paviliun.

Pangkal pinang

BTP

  • Share/Bookmark

2 Responses to “Laporan reses 3-11 November (Babel)”

  1. Wow!
    Sangat rinci!
    Ini yang menulis Pak Ahok sendiri?
    Pakai apa Pak? BB?
    Itu sampai ada rincian detiknya lihat di mana?

    Pas Mantab!

    Reply
  2. Mantep pak ahok, semoga pejabat yang lain juga transparan begini

    Reply

Leave a Reply