KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » DPR, Komisi II » Laporan Reses Babel 22-25 Des 2011

Ahok.Org – Thu, Dec 22, 2011, pukul 15:59:34  menggunakan pesawat Sriwijaya Air untuk jadwal keberangkatan pukul 14:35, sudah berada dalam pesawat,  sekitar satu jam berada dalam pesawat tanpa AC yang dingin, kami ditahan dalam pesawat tanpa dikasih ijin turun, baju yang kami kenakan basah kuyup oleh keringat.

16:04:11  Ada pengumuman untuk turun dari pesawat, konyolnya tangga pesawat untuk turun juga belum tersedia.
16:07:19  baru mulai turun
16:40:16  kembali naik pesawat yang berbeda, masalahnya kursi no 25 dan 26 tidak ada, jadi terpaksa ada beberapa penumpnag cari nomor yang kosong, pukul 16:59:51  baru selesai pesawat didorong mundur dengan “taxi” menuju “runway”

17:04:17  Bersiap untuk “take off”, acara pertemuan malam ini akan dilakukan pada pukul 19:00.
17:10:09 Akan Take off menuju pulau Belitung, karena lalu lintas padat, dan dapat giliran take off no 8 (kayak ke dokter saja), maka diperkirakan baru akan take off 15 menit lagi, kondisi pesawat parah (panas tanpa ac), saya kira pemerintah harus tegas soal keselamatan dan kenyamanan penerbangan, kalau pesawat ACnya rusak seharusnya dilarang terbang.

17:27:41  Take off
18:09:37 mendarat di bandar udara Hananjudin di Tanjung Pandan (tadi ada turis Jepang mau ke Tanjung Karang, nyasar ke Tanjung Pandan) Belitung

18:14:27 pesawat tiba di parkiran,
Setelah mampir makan siang di Simpang Badau, Belitung, 19:36:11 kami tiba di desa Kelubi, Belitung Timur. Memulai acara reses, kata sambutan dari “EO” saudara Marwansyah.

19:37:57 kades desa Kelubi Manggar, Belitung Timur memberikan kata sambutan, ada SLTP dengan murid berjumlah 38 siswa namun hingga kini belum ada gedung sekolahnya, kades berharap BTP bisa mendapatkan APBN guna membangun gedung sekolah di Beltim.
19:53:56 selesai bicara,

Tanya Jawab:
1. Jahamat, soal rumah bantuan, bantuan PT. Timah
2. Arbai, umur 74 thn. Masalah bantuan bibit karet, sistem per kelompok. Harap dibagi dengan sistem perorangan. Satu orang bisa dapat kecil? tidak masalah asal dapat ilmunya.
Hal kedua, ada operasi mata katarak di Beltim, masalah mata kan ada yang lainnya. Untuk sakit mata yang lain, seperti glukoma tidak ada obatnya.
3. Dina, soal obat tradisoinal dan alih fungsi
4. Erwin, BPD desa Kelubi. Mengharapkan ada sertifikat gratis di desa kami. Jangan ada keterbatasan orang. Nanti yang tidak kebagian yang lainnya jadi soal sertifikat gratis jangan dibatasi.
5. Hamid, 83 thn. PT. Sawindo merusak jalan kuburan bapaknya. Minta biaya ganti rugi Rp.3jt, usaha jangan pakai jalan desa, usaha kebun besar sawit sebaiknya bikin jalan sendiri.
6. Jumri, ketua RT 06, lahannya ada di hutan lindung, pajaknya dibayar. Bagaimana prosesnya agar bisa dibebaskan?
7. Martadian, masalah pasca timah. Jika IUP tidak dikeluarkan Pemda, mayoritas masyarakat adalah penambang timah, jika tidak bisa dikelola lagi? Bagaimana antisipasi pasca timah, pengangguran juga sangat tinggi karena timah.
8.C ikwan, proyek Pemprov Rp.265 jt untuk menanggulangi banjir. Mengenai jalan ke PT Sawindo cemerlang dengan bobot truk yang berat, jalan sudah turun beberapa mm.
9. Hani kristiani, mahasiswi IPB, mau penelitian wisata pantai alam, 4 hari disini terasa masih tertinggal, prospek ekowisata di Beltim gimana? Terima kasih
10. Sarman, sudah bayar Rp.3 jt ke CV. Citra,sudah 1 tahun. Ditunggu lagi, sampai sekarang belum terealisasi. Gimana sebenarnya? Harusnya? Jalan keluarnya?
21:13:19 kami selesai pertemuan pertama.

Fri, Dec 23, 2011
09:35:08 menerima saudara Marwansyah buat atur semua kegiatan reses dan pertanggung jawaban reses, tempat, uang, laporan, foto, daftar hadir dll.

11:15:55 kami sedang diskusi dengan kepala PLN Beltim yang masih sangat muda (Andi A. Rizal), warga yang dirugikan, ternyata selama ini lewat calo oknum honorer di PLN. Keputusan, warga daftar ulang dan bayar resmi dengan kwitansi rems PLN.

11:35:14 urusan selesai. Kami masih berbincang soal target PLN.
12:00:16 Kami tiba di gereja pos Mengkubang, ada yang ajukan buat pagar sekeliling Gereja. Setelah ini kami akan istirahat untuk makan siang di Bukit Batu .
13:45:44 kami dalam perjalanan kembali ke rumah .
14:16:10 menerima pak Wabup Beltim di rumah
14:40:16 pertemuan selesai, tinggal menanti malam guna menghadiri acara di balai desa menyerap aspirasi .
17:59:02 ada tamu orang Belitung yang sempat mampir ke rumah saya pada saat berada di Jakarta.
19:47:13 tiba di desa Kurnia Jaya Manggar. Acara dimulai, desa ini sedang disiapkan jadi desa kota.
19:57:40 kades memberi kata sambutan.
20:06:17 Saya selesai memberikan pengarahan.

Tanya Jawab:
1. Norman sani, ketua RT 8, dusun Cemara 1, Kurnia Jaya. tiga malam yang lalu istrinya dirawat di RSUD Beltim, banyak sarana yang kurang, kloset banyak rusak, listrik sampai 5 kali padam, yang namanya rumah sakit tidak boleh tidak ada listrik.
2. Syamsul bahri, 2 tahun yang lalu dapat selebaran, akan adakan sertifikat perumahan gratis, sampai saat ini belum dapat. Terus pensiunan timah 55-70 thn, tidak sanggup ganti sengnya.
3. Edi purwadi, ketua BPD desa kurnia jaya. Fungsi BPD, ada insentif untuk RT yang hanya dapat Rp.200 ribu, sementara PTT /honorer di Pemkab besar.
Soal PLN, mati dan hidup sangat jengkelkan. Soal RUU Desa dan keuangan desa
4. Julia, janda sudah 6 tahun suami meninggal, cucu 2,5 tahun meninggal ditimpa tembok. Apa yg bisa bapak bantu ? 1 rumah 3 kk, aku jawab kalau anaknya malas tidak bisa dibantu.
5. Effendi, kades Kurnia. Jangan soal beda agama. Minta bantuan bangun mesjid yang sedang kami bangun.
6.Kek Dukun, kami sudah 2 kali kecewa, alhamdulliah hanya 1 kali saja karena tidak selesai 5 tahun, hari ini kami senang ternyata jadi anggota DPR ternyata mau perhatikan rakyat tidak kembali hanya 5 tahun sekali, kami harap program gaji RT dan dukun bisa ditingkatkan yang dulu pak Ahok canangkan, kami yakin kalau pak Ahok jadi bupati sampai 5 tahun tentu luar biasa Beltim, dulu beltim masalah judi, sekarang alhamdulilah judi selesai, sekarang soal cafe yabg menjamur, ijin cafe di stop. Soal perceraian yang meningkat tajam. Keadilan masih jauh dari yang dirasakan.
7. Robby, karena moratorium penerimaan CPNS, saya akhirnya tidak bisa diterima menjadi CPNS lagi, nasib kami bagaimana?
8. Syamsudin, ketua RT. bertanya soal fungsi ketua RT dalam menentukan nama jalan dan pembuatan bandar harusnya sinkron dengan para RT lain supaya sinkron dan tidak sia-sia, masyarakat inginkan aspal hotmix, padahal sempit, diusulkan semen, ditolak?
9. Kadus. Mau sebut pak Basuki (lupa), saya sebut panggil saja Ahok, kalau bisa untuk meninjau pasar inpres baru yang sudah bocor dan wc tidak fungsi
10.Husein, agar program naik haji yang pak Ahok canangkan ke pengurus mesjid bisa diteruskan
11.Ibu suria, dulu pegawai di kanwil agama. Pernah mulai nabung utk naik haji, terus sekarang tidak sanggup.
21:59:32 acara selesai.

Sat, Dec 24, 2011
11:25:16 tiba di pasar tradisonal manggar Beltim, menanggapi penyampaian aspirasi pertemuan semalam, yang mengharapkan saya melihat kondisi pasar yang baru diresmikan, tetapi toilet rusak dan tidak memadai untuk digunakan.
11:44:49 meninggalkan pasar, kondisi pasar senilai Rp 8 milyar sudah rusak lantai atap dan wc, baru dipakai 7 bulan, bukti sistem anggaran Pemerintah “harga satuan unit” yang digunakan terlalu mahal dibandingkan nilai swasta, bukti banyaknya korupsi dan kolusi?

11:51:07 kami tiba di masjid dusun Kurnia yang sedang dibangun lokasinya bersebelahan dengan masjid yang lama, tepat waktu panggilan sholat .
12:16:41 kami meninggalkan masjid setelah bertemu para pengurus dan jamaah tabrikh yang sedang menjadi tamu di masjid selesai sholat, saya berikan bantuan Rp.5 juta.

Sun, Dec 25, 2011
09:54:32 berangkat kebaktian natal di gereja Gepekris Gantung. Selesai ibadah saya menerima kado mug natal, bersalaman dengan seluruh jemaat.

11:15:26 tiba di rumah dinas Bupati Beltim yang mengadakan acara openhouse, bertemu beberapa pejabat dari Pemda kabupaten Beltim dan masyarakat, juga nampak hadir jemaat gereja-gereja se-Beltim.

  • Share/Bookmark

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply