KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » Catatan Ahok, DPR, Komisi II » Laporan Kunker ke India (Bagian VII)

Ahok.Org – Jumat, 6 Mei, 2011 Pada Pukul 07:57:59 pagi dari jendela kamar Hotel saya yang berada dilantai 4, terlihat jelas rumah-rumah kumuh yang beratapkan asbes dan terpal dengan dinding triplek dan bata merah tanpa plester, dan nampakbanyak sampah di sekelilingnya. Namun ada perbedaan antara masyarakat miskin di India dan Indonesia, yaitu warga miskin di India memiliki Jaminan Sosial, berdasarkan nomor KTP/Nomor tunggal identitas.

Kalau di Indonesia atau di Jakarta warga miskin seperti ini tidak bisa mendapatkan surat keterangan RT/RW sebagai bukti warga tidak mampu untuk berobat karena tinggal di tanah yang bukan miliknya dan secara administrasi tidak memiliki KTP setempat.

Alangkah mengenaskan proyek KTP Nasional dgn e-ktpnya yang membutukan dana hingga Rp.6,7 trilyun namun masih menyebabkan banyak penduduk yang tidak ber-KTP, padahal tujuan semula adalah agar rakyat ber-KTP, sangat keterlaluan pemerintah jika sampai tahun 2012 masih ada penduduk yang tidak memiliki KTP karena alasan mereka tunawisma dan tidak bersurat kawin atau tidak memiliki akte lahir karena tidak mampu mengurus lantaran tidak punya biaya.

10:10:57 Kami berada di dalam bis menuju pabrik pembuatan e-ktp, jalanan nampak padat karena ada proyek jalan layang di tengah jalan. Pajak sangat mahal disini, minyak dan mobil sangat mahal, apartemen termurah 1 kamar tidur sebulan US $500. Harga bensin juga 1 us dolar 80 sen per liter.
Banyak orang mengadu nasib di Mumbai, tinggal disini artinya status, banyak orang kerja jadi supir taxi yang mengaku dikampung halamannya kerja sebagai artis atau orang sukses di Mumbai.

Kalau dalam satu keluarga hanya satu orang bekerja, susah untuk bertahan hidup, bisanya 1-2 tahun tidak berhasil dan akan pulang ke kampung inilah fungsi KTP dengan nomor tunggal yang berlaku diseluruh pelosok negeri dimana identitas dikenali melalui retina mata, sidik jari dan kombinasinya.

11:03:03 Kami sudah tiba di daerah selatan yang dihubungkan dengan tol jembatan di atas laut, kawasan  elite dimana para aktor dan aktris tinggal disini.

11:04:52 Bis berhenti beli minuman di pinggir jalan.
11:43:03 Akhirnya kami tiba di tujuan
11:53:17 di ruangan kantor yang sangat bagus dan mewah, gedung luarnya nampak jelek, terletak di Kota, lokasinya sangat mahal.

11:58:31 mulai presentasi dari Real I’d Ltd. Yang merupakan salah satu perusahaan yang menangani “national citizen ID Card Project” Ini juga berfungsi untuk menjalankan e-government , Teknologi yang ditawarkan jika diterapkan di Indonesia, maka indonesia akan menjadi negara yang  memiliki e-ktp tercanggih di dunia.

12:06:58 Giliran Ketua Komisi berbicara (dengan mengunakan penerjemah Bahasa Ingggris atau sebalikanya oleh Wakil Konsul KJRI Mbak Santi).
12:12:34 Director Real I’d bertanya apa sudah ada gambaran Indonesia 10 tahun yang akan datang dari sisi ekonomi dan politik? Kartu E-KTP harus bisa memenuhi kebutuhan.

Terjadi interaksi sekarang dimana dibicarakan hal-hal umum tentang manfaat dan keamanan digunakannya E-KTP, soal bagaimana semua orang berjak mendapatkan walau tidak memiliki dokumen lalu sejaun mana keluarghanya yang sudah beridentitas menjadi yang bersangkutan.

12:17:41 Presentasi dimulai.
Proyek E-KTP kita dengan chip bermemori 8 kB saja, mereka sudah memiliki yang bermemory 2 MB, masalah harga mereka enggan membicarakan, tetapi di awal pembukaan sempat mengatakan bahwa dengan biaya proyek KTP yang ada kenapa tidak mau dapatkan yang terbaik dengan biaya yang sama?, sistem kartunya mirip kartu ATM Bank atau Kartu Kredit, semua data berada hanya di satu kartu (Ini yang saya maksudnya, satu kartu namun berisikan data-data personal juga bisa menjadi kartu ATM di Bank-bank pemetintah atau Bank pembangunan daerah) yang saat ini dibuat Kemendagri RI tidak sampai demikian.

Sistem 18 digit angka (3 pertama adalah negara/propinsi w angka untuk status, 2 lagi adalah pekerjaan, 2 lagi kode propinsi dll. Intinya 1 kartu berlaku untuk semua keperluan, jadi tidak perlu ada kartu askes,kartu SIM, kartu saham,paspor,kartu pajak,hak milik properti,kartu kredit atau apa saja. Semua bisa mengunakan 1 kartu. Konsep saya waktu ingin menjadi Gubernur Babel adalah kerjasama dengan Bank sumsel-Babel ,kartu atm bank  sekaligus ktp dan asuransi kesehatan ,pensiun, juga kecelakaan – kartu jaminan sosial pertama di Indonesia ada di Babel).

India sudah sangat siap dengan data kependudukan Kita. Dan ini adalah proyek yang mereka tawarkan bahkan belum dilakukan di India atau negara manapun, ini benar-benar proyek yang sangat maju dan modern.

Sayang kami tidak dapat ketemu Gubernur dan DPRD negara bagian Maharastra (ibukotanya mumbai).

Data statistik Penduduk seluruh propinsi kita juga mereka tampilkan, Kalau bisa bertemu pemerintahan di negara bagian yang merupakan 1/2 lebih populasi India,ada 650 juta penduduk, kota Mumpai sendiri 16 juta penduduk) akan jadi menarik, sangat plural, muslim berjumlah 33% dari total populasi di Mumbai.

Kalau memiliki kesempatan bertemu dengan Gubernur pasti menjadi hal yang menarik karena bisa mengentahui bagaimana pembagian wewenang antara negara bagian dan kota Mumbai.

13:18:35 Kami masih diskusi soal sistem E-ktp, setelah tidak mendapatkan persetujuan pertemuan dengan pihak Gubernur dan Parlemen, kami menjadi tidak ada kegiatan setelah ini, selain citytour? Kami sudah minta Pak Konjen usahakan merubah tiket pulang ke Jakarta malam ini dengan penerbangan pukul 23.00, keliatannya sulit karena sudah penuh.

Kalau besok malam, kami harus check out dari hotel siang dan menunggu sampai pukul 23.00 baru kembali ke Jakarta. Kata sekretaris Konjem yang merupakan orang India, tiket bisnis buat pak Ketua dan Istri bisa digeser malam ini, hanya Ketua menolak karena tidak bisa usahakan yang memiliki tiket ekonomi minimal untuk lima anggota, karena alasan ini Ketua putuskan untuk tetap pulang ke Jakarta sesuai dengan jadwal pada Sabtu pukul 23.00 (penerbangan Malaysia Airlines hanya satu kali).

Kalau ada pertemuan hari ini sampai sore dan malam. Tentu jadwal masih sesuai. Sampai disini kelihatannya Komisi II serius dalam melakukan Kunker ke Luar negeri, tidak ke Taj mahal atau ke agra.(Saya salah juga menuduh atau berprasangka buruk) terhadap rencana pulang sabtu malam jam 23 kenapa tidak jam 23 malam ini (jumat), ternyata ada pembatalan pertemuan yang berakibat tidak ada kegiatan.

13:27:43 Kami melakukan diskusi teknis sampai kolom-kolim isian dan termasuk perubahan data seperti status perkawinan. Perubahan nama, agama, adopsi, kelahiran, kematian ,bahkan perubahan kelamin disediakan kolomnya.

13:39:14 Kami masih berdiskusi bagaimana caranya e-ktp sekaligus menjadi atm, masalah ini tidak bisa kalau tidak melakukan kerja sama dengan pihak Bank.

Intinya perusahaan ini mampu mebuat sistem yang lebih canggih dan bermanfaat ke depan dengan uang dana yang kita habiskan buat E-ktp di Kemendagri dimana jumlahnya mencapai Rp.6,7 trilyun.?(Masalahnya siapa yg berani tanggung jawab jika gagal?), ternyata vendor-vendor yang melakukan tender di Kemendagri sudah ada yang berhubungan dengan perusahaan ini.

13:49:36 Ketua mulai kasih kata penutup (dengan penterjemah),Mereka juga sangat bangga karena dikunjungi anggota DPR indonesia.

13:51:21 Acara bertukar cenderamata/kenangan-kenangan dari Komisi II.

Kami masing-masing diberi surat proposal kepada pemerintah Indonesia soal proyek kartu pintar berdasarkan kartu identitas dalam bahasa Indonesia, total ada 6 lembar Bahkan lengkap dikasih lihat contoh kartu elektronik KTP untuk indonesia.

14:05:01 Kami masih menanti kopi/teh usai presentasi sambil melakukan diskusi informal, Perusahaan ini juga telah menawarkan ke 10 negara namun belum ada yang terealisasi.

14:22:12 Kami bubaran
14:29:39 Didalam Bis (lifnya dari lantai 5 kantornya hanya muat 4 orang) jadi harus antri.
Menuju restoran china lagi buat makan siang.
14:44:30 Kami tiba di restoran, lokasi di Kota, mirip Pasar Baru Jakarta.

15:52:22 Kembali didalam bis, kalau pulang Hotel membutuuhkan waktu 1,5 jam. Keputusannya city tour dalam bis sebelum pulang, hanya dalam bis saja untuk melihat-lihat kota.

16:08:19 Melawati taman yang ada papan lagi bertuliskan “maintenanced by HSBC , your local bank” kalau seluruh Jakarta seperti ini berapa APBD yang bisa dihemat?

16:11:14 Kami ditahan Polisi karena bis tidak boleh masuk, lalu supirnya ajak damai, kasih 200 rupee (Rp.40 ribu), dan polisi lepaskan ternyata sama dengan kejadian di Indonesia? mungkin ada Beda juga! karena Polisi kita tidak mau lagi Rp.40 ribu ? 🙂

16:20:17 kami tiba di pusat pertokoan dan ada semacam Metro department store (namanya kala niketan since 1942)

16:32:01 Kami beli kain sari, harganya dari Rp.150 ribu- Rp25jtan./lembar (5,5-6m).
Sistem transportasinya menggunakan 4 jalur kereta api, sekali jalan-jalan jalur pergi dan 2 jalur pulang, ada 2 perusahaan milik pemerintah dengan manajemen berbeda, ada yang jalan di zona barat dan zona central (masing-masing zona relnya 4 jalur, panjang 120 km dan 60 km dari kota Mumbai ke daerah pinggiran. Kereta jalan tiap 2 menit, harga tiket sangat murah 10 km hanya 200 rupiah ,jarak 40 km hanya Rp.400, kalau kelas 2 langganan bulanan hanya 6-7 dolar AS (50-60 ribu rupiah), pemerintah mensubsidi demi hemat uang dan dan mencegah kemacetan karena kendaraan pribadi.

Saat ini mereka sedang bangun membangun metro kereta layang dengan jembatan layang oleh swasta di tengah jalur jalan saat ini. (Info sekretaris konjen yang asli orang sini, namanya john karena pengikut Kristus (kristen, katanya berjumlah 3%).

udah jam 17:23:02 ,
Ternyata sudah 25 menit kami menunggu bis namun belum datang, karena bis tidak boleh parkir dan berhenti lama, saat ini lalu lintas agak macet juga, habis menurunkan kami bis harus parkir di tempat yang cukup jauh.

17:49:18 Informasi yang kami terima masih sekitar 15 menit lagi bis yang menjemput kami tiba karena jalanan padat.

17:51:40 Akhirnya bis yang nanti datang, saatnya untuk kembali ke hotel
18:53:17 keluar dari tol layangnya, macet rapat merayap.
19:20:13 Masih belum tiba juga di Hotel, Ada pengemis dengan membawa anak-anak di lampu merah.
19:34:05 Tiba di Hotel. Kami diminta pada pukul 20.00 erada di lobby untuk makan malam buffet di hotel lainnya (hanya berjarak 2 km).
20:13:44 Tiba di lobby dari kamar, belum ada rekan DPR lainnya, hanya pendamping dan staf saja.
20:27:33 Semua anggota sudah siap, menunggu pak Ketua turun dari kamarnya.
20:42:45 Kami berangkat makan malam. 20:48:36 kami tiba di Mirador Hotel untuk makan malam buffet

Besok pagi “wake up call” pukul. 07.00, dan pukul 09.30 koper atau barang yang mau dimasukkan kedalam bagasi sudah harus berada didepan kamar hotel.
Pukul 10.oo kami “check out” dari Hotel menuju kota Bollywood, setelah itu makan siang, bisa digunakan untuk belanja disekitar Kota sebelum makan malam, dan berangkat ke bandara, 2,5 jam sebelum berangkat harus tiba. Pesawat Malaysia Airlines MH-195 take-off Mumbai – Kuala Lumpur hari sabtu pukul 23.oo waktu Mumbai, tiba Pukul 06.55 hari minggu (waktu kuala lumpur)
Kualu lumpur-jakarta 09:10 (waktu KL) tiba jam 10:10 (WIB)

Hotel courtyard marriot Mumbai


BTP

  • Share/Bookmark

4 Responses to “Laporan Kunker ke India (Bagian VII)”

  1. EKTP sangat penting untuk memberantas KTP ganda di Indonesia

    Reply
    • Bukan sekadar elektronik saja, tetapi sebaiknya ada sinkronisasi identitas. Maksud saya adalah ada satu nomor induk yang menjadi sumber identitas warga negara baik itu KTP, SIM, Paspor. Jika keluar dari nomor induk itu, langsung pendaftaran kartu diblokir. Dengan demikian mengurangi kemungkinan permainan identitas ganda dan identitas “tembakan”.

      Reply
  2. ID card/Identitas sangatlah perlu buat semua warga/rakyat,tapi apa pemerintah bisa menjalankan amanah yg sesuai dengan amandemen UUD 1945 bahwa setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan semua itu? tapi bagaimana pemerataan kerja pemerintah dan pengawasannya sudah terpenuhi ? yang ada hanya janji belaka.
    tapi Buat Bapak Basuki sy setuju sekali dengan ide dan inspirasi anda yg ingin mewujudkan cita2 bangsa yg diharapkan oleh rakyat,aga rakyat miskin tidak bergantung pada BLT apa yg di janjikan oleh SBY selama ini hanya menimbulkan masalah buat bangsa ini. Tanks

    Reply
  3. Wuah, saya tidak menyangka sebegitu detailnya Bapak sewaktu studi banding. Sekarang Pak Ahok sudah menjadi wakil gubernur, apakah punya waktu untuk melakukan studi banding lagi Pak? Untuk masalah banjir mungkin Bapak perlu melakukan studi banding ke Belanda.
    Negara itu bukan saja bisa mengatasi banjir, tapi malah mengatasi daratannya tidak tenggelam dari tingginya permukaan laut dari daratannya. Dulu ada proyek MUDP dengan pipa2 yang bahkan bisa memuat mobil, kalau sambungan2 pipa2 tersebut perencanaannya masih ada dan disambung kembali mungkin akan sangat membantu. Bila mencari kembali pipa2 tersebut justru lebih rumit dan besar biayanya ( tidak dpt dipastikan keberhasilannya ), Bapak perlu perencanaan kota komprehensif. Saran saya sebagai org awam mungkin Belanda Pak. Thx

    Reply

Leave a Reply to daruellite