KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » BERITA, Laporan Kerja, NEWS » Gubernur Pro-transportasi Umum bukan Tol

Ahok.Org – Gubernur Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memastikan dirinya tidak pro-pembangunan tol. Penegasan ini disampaikan Jokowi dalam kunjungan ke Kantor Redaksi Kompas, Selasa (13/11/2012) siang.

“Saya ini tidak pro jalan tol. Saya pro-transportasi umum,” ujar Jokowi.

Di Kompas, Jokowi antara lain diterima CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo dan Pemimpin Redaksi Kompas Rikard Bagun.

Dia mengatakan, tol yang dibangun di tengah kota hanya akan membuat orang membawa mobil mereka hingga ke tengah kota. Dengan begitu, kemacetan tidak akan terelakkan.

Padahal, di kota-kota internasional, jalan tol sudah banyak yang dihancurkan. Sebagai gantinya, dibangunlah transportasi massal mulai dari bus hingga perkeretaapian.[Kompas]

Berita Lain:

  • Share/Bookmark
Tags:

5 Responses to “Gubernur Pro-transportasi Umum bukan Tol”

  1. Duet maut ….idaman rakyat….yang kompak pak, hanya pada pasangan ini kami berharap banyak…

    Reply
  2. Ini sekedar share atau hanya untuk saling mengingatkan : Kepemimpinan yang berkualitas dan bermutu akan melahirkan produk sosial masyarakat yang berkualitas dan bermutu juga. Sebaliknya juga begitu, PEMIMPIN BRENGSEK, yang cuma bagus bungkusannya saja (performancenya), penampilannya saja yang cuma sok tegas, sok berwibawa (tapi sebenarnya diketawain warganya yang paham manajemen kepemimpinan), bangga dengan posisinya sebagai atasan tapi dikibulin terus oleh bawahannya, merasa hebat bisa bikin Renstra tapi gak pernah jelas indikator keberhasilannya (terutama dalam membenahi birokrasi dan pelayanan masyarakat di bawah kendali tanggung jawabnya), merasa paling tau masalah yang dihadapi warga Kota Jakarta tapi actionnya ngelantur kemana-mana (yang sakit dimana, yang diperiksa dan dikasih obat malah bagian lain), maka jenis pemimpin brengsek seperti ini (seperti sudah kita ketahui secara bersama) cuma akan melahirkan kondisi sosial masyarakat yang selalu tidak berdaya, emosional, gampang marah, darah tinggi, dan cepat putus asa sehingga menimbulkan masalah-masalah baru sementara masalah-masalah klasik yang sudah bertumpuk-tumpuk tidak pernah bisa diatasi secara tuntas. Dalam konteks yang berbeda, Pemimpin Brengsek juga punya andil yang cukup besar terhadap kemunculan organisasi-organisasi berkarakter premanisme, bermacam peristiwa kriminal dan kekerasan yang pernah terjadi di Ibu Kota yang mengarah pada bentuk-bentuk pelanggaran hak asasi manusia, dan semua itu adalah WUJUD LAIN DARI KEGAGALAN PEMIMPIN BRENGSEK YANG CUMA SOK KELIHATAN BERWIBAWA karena ternyata isinya hanya gombal, rombengan, dan rongsokkan tidak berguna bagi warga Kota Jakarta yang merindukan Kepemimpinan berkualitas dan bermutu yang benar-benar berani dan mampu menjawab kompleksitas masalah Kota Jakarta yang sudah terlanjur dibikin menjadi ruwet dan serba centang perenang oleh model-model kepemimpinan brengsek itu. Langkah awal yang bagus, berani, tegas, dan brilian memang bisa dimulai dari pembenahan birokrasi yang terlanjur dididik jadi brengsek supaya jadi birokrasi yang manusiawi dan bermartabat (tidak memalukan). BRAVO JOKOWI-AHOK !!! BRAVO RAKYAT KOTA JAKARTA !!!

    Reply
  3. Jasa marga & Polres Jak-Bar menutup jalur Slipi Semanggi dari Karang Tengah tanpa ada pengumuman? Membuat macet total. Mohon ada ketegasam kepada instansi ug terkait. Pungut Tol ok, tapi harus ada tanggung jawabnya. Saya menempuh dari jam 7.30 dari Alam Sutera-Depan Taman Anggrek 10.30 (3jam). Macam apa ini Polsek Jakarta?

    Reply
  4. Pasangan JOKOWI-AHOK belum setahun tetapi hasil gebrakannya sudah tampak dan sebagian sudah bisa dinikmati rakyat kecil….dari sini saya mengenang apa yang telah dilakukan Bang Ali dulu saat mulai menata Jakarta dimulai dari Proyek MH Thamrin dengan memperbaiki kampung-kampung sampai kegiatan judi Hwa Hwe yang membuat Jakarta tak pernah tidur…… saya ingat ucapan Bang Ali saat meresmikan Asrama Haji Pondok Gede. Beliau mengatakan yang merasa tidak nyaman berada di Asrma ini karena dibuat dari hasil judi jangan pergi haji lewat Jakarta…dsb..dsb.
    Saya mengenang lagi apa saja yang telah dicapai Gubernur-Gbernur yang lain setelah sekian lama menguasai Jakarta dibanding dengan Jokowi-Ahok yang belum seumur jagung….

    Reply

Leave a Reply to indra