Ahok.Org – Lahan bekas kebakaran di Jalan Inspeksi Kelapa Gading, Jakarta Utara, tidak bisa dibangun kampung deret seperti di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat. Sebab, lahan tersebut bukan milik warga, melainkan tanah swasta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, tanah tersebut juga bukan milik Pemprov DKI. Sehingga, tidak ada yang bisa dilakukan oleh Pemprov untuk memperbaiki rumah warga.
“Bukan tanah dia, tanah orang. Kalau kebakaran tanah milik warga kita langsung bangun. Kalau tanah orang, kita dituntut, kan,” kata Basuki di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (2/10/2013).
Basuki mencontohkan, lahan di Tanah Tinggi yang kerap menjadi langganan kebakaran diberi solusi menjadi kampung deret oleh Pemprov DKI. Sebab, tanahnya memang milik warga.
Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono juga sebelumnya menyatakan lokasi tersebut memang merupakan milik pihak swasta dan diperuntukan bagi ruang terbuka hijau (RTH). Oleh karenanya, tidak boleh ada bangunan yang berdiri di atasnya.
Lebih lanjut Basuki mengatakan, warga biasanya ada yang meminta untuk tetap bisa tinggal di tempat itu, ataupun di sekitarnya. Warga yang mencari lokasi tinggal lain di wilayah Kelapa Gading tentu akan menemui kesulitan.
“Ya pasti sulit. Mungkin sebagian harus pulang kampung (atau) sebagian mau cari tempat sewa lagi. Sulit mau cari di Kelapa Gading,” ujar Basuki.
Sementara jika ditempatkan di rusun, hingga saat ini belum ada rusun yang dapat ditempati oleh korban kebakaran itu. “Belum siap (rusunnya),” ujar Basuki.
Meski begitu, Basuki menyatakan, fokus terpentingnya adalah bantuan kemanusian bagi para korban. Saat ini, bantuan mengalir dari berbagai pihak, termasuk dari Pemprov DKI Jakarta.
Kebakaran di Kelapa Gading itu menghanguskan ratusan rumah penduduk pada Selasa (1/10/2013) dini hari. Menurut data, 1.325 bangunan semipermanen hangus terbakar.
Penyebab kebakaran diduga karena hubungan arus pendek di salah satu rumah warga RT 07. Meski tidak memakan korban jiwa, namun peristiwa ini memaksa ribuan orang mengungsi ke tenda-tenda yang didirikan di depan Mal Artha Gading.[Kompas.com]
jadi harus diingetkan ke warga yg kebakaran, bahwa dilarang membangun lagi diarea RTH tersebut….
jangan kayak warga waduk Ria-Rio dulu habis kebakaran dibangun lagi, padahal tanahnya tanah pemerintah bukan milik warga, malah kesannya menyalahkan pemerintah kenapa waktu bangun tidak dilarang??? Giliran digusur malah panggil preman buat melawan pemerintah…
jadi harus diingetkan sebelum terlanjur membangun rumah diatas tanah yg bukan hak nya!
Harus dingat juga sebagian warga disitu adalah pengusaha warteg buat pegawai rendah, pekerja2 di mall, rumah ibadah, kantor dsb disekitarkelapa gading… walau dgn gaji pas2an mereka turut jg menunjang kegiatan didaerah tsb.
Kasihan… ga ada mereka repot juga… mall dan perkantoran jg harus bantu mereka… mereka juga penggerak roda kehidupan daerah sekitar…
Berikan solusi yg paling baik bagi teman sebangsa kita..
Gw yakin ente centeng Amb*n yang jadi penunggu tanah di depan Mal Artha Gading.
Mereka menyewakan tanah tersebut ke orang lain (mayoritas dari etnis paling kreatif sedunia alias orang M*d*ra).
Gak usah pake alasan macem-macem dah.
Bilang aja lahan duit ente jadi kering.
ko ahok tolong di daerah kelapa gading khususnya artha gading dibangunin mesjid..di daerah ini (artha gading) kalo sholat jumat susah cari mesjid..sebelumnya saya sholat jumat tinggal jalan ke mesjid yang ada di perkampungan tersebut (hanya ada 1 mesjid di daerah ini dan ikut terbakar), mesjidnya masuk gang tikus tapi di dalemnya lumayan luas dan 2 lantai kalo jumat full karyawan yang melakukakan sholat. saya cuman berharap pemprov dki bisa bantu untuk kasih solusi karena sekali lagi di daerah ini sulit sekali mencari mesjid..
yah minta yg punya tanah aja daripada dibuat pemukiman liar lebih baik dibuat mesjid dan sekelilingnya di ijokan mantab tuh
Pakai cara gereja saja bung Mohawk. bikin acara penggalangan dana, bazaar, dsb… supaya trkumpul uang utk beli tanah dari warga disitu. lalu bangun. Kita kristen tidak pernah dapat bantuan dari pemerintah daerah / pusat untuk membeli tanah & membangun gedung gereja diatasnya walau dominasi wilayah adalah mayoritas kristen 🙂
–
Sudah saatnya warga muslim harus belajar mandiri untuk bahu membahu menggalang dana pembuatan mesjid. hal itu menciptakan rasa persaudaraan kuat dan rasa memiliki akan gedung tsb. sgt positif deh.
Pak Wagub… sepertinya, menyulut api shingga trjadi kebakaran besar di perkampungan kumuh untuk tanah2 negara yang ditempati ilegal oleh warga tak tahu malu tsb dan hanya tahu merampok negara… adalah IDE SANGAT JITU & EFEKTIF pak. Tentu harus main cantik dalam bernegosiasi.
–
Praktek seperti ini SANGAT BAIK untuk warga2 yang tinggal di atas tanah waduk2.. sungai2 & rel kereta api. jadi karna kebakaran, mereka tidak bisa menuntut ganti rugi dan pemerintah tidak usah repot2 gusur mereka dan sediakan unit rusunawa ke orang2 perampok itu pak. Kadang pemerintah harus mampu bertindak ” KEJAM ” supaya hukum dapat ditegakkan, konstitusi dijalankan dan kepentingan masyarakat luas dapat diberikan pemerintah. Orang2 di waduk, bantaran kali & rel2 kereta api itu tidak sayang nyawa mereka. jadi bagaimana pak Wagub bisa berharap mereka akan perduli pada agenda pak Wagub & keselamatan nyawa warga jakarta lainnya to ?
–
Mereka tidak sayang nyawa mereka, sekalian aja biarkan mereka cebur di kali untuk bunuh diri. kita juga nga rugi koq mereka bunuh diri rame2. Lebih baik menyelamatkan nyawa orang2 yang masih ingin ditolong daripada kebentur dan mati semua karna segelintir warga yang coba pasang badan untuk melawan hehehehee… saya suka dengan cara Pak Harto menyelesaikan masalah. Babat semua lalu mayatnya buang ke laut. bersih tanpa bekas 🙂
Setuju deh soal yang ini.
Yang bela penghuni liar itu perlu dipertanyakan integritasnya.
Jangan lah agama dan kemiskinan digunakan sebagai tameng untuk pembenaran atas pelanggaran peraturan.
Kalo rumah ente gw dudukin gimana? Mau gak lo?