BTP – Suasana duka menyelimuti Rumah Duka Grand Heaven di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Jumat (20/3/2026). Di tengah lalu-lalang pelayat yang datang silih berganti, kepergian sosok pengusaha besar dan bos Djarum Michael Bambang Hartono meninggalkan jejak kehilangan yang terasa luas, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia usaha dan pemerintahan.
Sejak siang hari, tak lama setelah jenazah tiba dari Singapura, deretan tokoh mulai berdatangan.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, tampak Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir hadir bersama sang istri, Elizabeth Tjandra. Keduanya berjalan berdampingan, menyapa keluarga yang ditinggalkan dengan wajah penuh empati.
Tak lama berselang, mantan Gubernur DKI Jakarta dan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok juga hadir, mengenakan kemeja putih, menundukkan kepala sejenak di hadapan peti jenazah.
Arus pelayat terus mengalir. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang juga Sekretaris Jenderal PSI turut hadir, disusul mantan Menteri Koperasi Teten Masduki. Kehadiran mereka menambah deretan tokoh yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Jenazah Bambang Hartono akan disemayamkan di Jakarta hingga Minggu (22/3/2026). Setelah itu, almarhum akan diberangkatkan ke Kudus sebelum dimakamkan di Pemakaman Godo, Rembang, Jawa Tengah, menutup perjalanan panjang seorang tokoh yang selama hidupnya dikenal luas melalui kiprahnya di dunia industri. [Liputan6.com]
Sosok Michael Bambang Hartono di Mata Ahok
Kepergian pengusaha nasional Michael Bambang Hartono meninggalkan kesan mendalam bagi banyak tokoh, termasuk mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Ahok mengaku memiliki kedekatan dengan almarhum, meski tidak intens berkomunikasi. Ia mengenang momen kebersamaan saat berdiskusi santai yang sarat inspirasi.
“Kita dekat sekali sih, jarang kontak ya, tapi dulu sering makan bareng sambil tukar pikiran, ide-ide. Bagaimana perjuangan beliau, cara mengatasi bisnis, segala macam. Kita dapat banyak inspirasi, belajar terus,” ujar Ahok usai melayat di Grand Heaven, di Jumat (20/3/2026).
Menurutnya, Hartono merupakan sosok yang tak pernah berhenti mengasah kemampuan, bahkan di usia lanjut. Ia menilai aktivitas seperti bermain bridge menjadi bukti bahwa almarhum terus melatih ketajaman berpikir.
“Bayangin masih jadi atlet di bridge, saya yakin mesti latih pikiran. Kita nggak boleh diam supaya tetap bisa berpikir. Saya kira sampai sebelum meninggal pun pikirannya masih sangat bagus,” kata dia.
Ahok juga menekankan nilai-nilai yang ditinggalkan Hartono, terutama soal etos kerja dan integritas. Ia menyinggung perjalanan bisnis Djarum yang penuh tantangan, termasuk saat menghadapi musibah kebakaran, namun tetap bangkit.
“Ini model yang kita kehilangan. Salah satu pengusaha besar Indonesia yang memberikan contoh etos kerja, pantang menyerah, dan kejujuran. Nama baik itu di atas segala-galanya,” tegasnya…..[Liputan6.com]




