Jokowi Bagikan Parcel ke Petugas Pintu Air Manggarai

6
501

Ahok.Org – Setelah meninjau Bendung Katulampa Bogor, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memantau keadaan ketinggian air di Pintu Air Manggarai Jakarta Selatan. Di sana, dia tak menemukan penjaga pintu air tersebut. Tinjauan Jokowi didampingi oleh Kepala Dinas Kebersihan DKI Unu Nurdin.

“Mana ini kepala penjaga pintu airnya?” tanya Jokowi di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Senin (31/12/2012). “Tadi pagi di sini ada yang jaga Pak Fahri. Tapi, barusan balik kanan,” kata Unu.

Kemudian Jokowi kembali bertanya kepada Unu. “Kalau penjaga begini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum (PU) ya?” tanya Jokowi. Unu kembali menjawab pertanyaan Jokowi. “Iya, pak,” kata Unu.

Mendengar jawaban Unu, Jokowi pun hanya menggumam dan mengangguk-angguk tanda baru mengerti. “Ooohhh.. Ya ya ya.”

Reaksi Jokowi terhadap Dinas PU itu mengingatkan saat sebelumnya Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Lurah dan Camat Jakarta Selatan, sempat terucap kalau banjir kembali menerjang jalan protokol Ibu Kota, Jokowi ancam copot jabatan Kepala Dinas PU. Tinjauan Jokowi ke Pintu Air Manggarai hanya sekitar sepuluh menit. Jokowi pun terkejut masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan yang dapat menghambat saluran Pintu Air Manggarai.

“Ya bagaimana, kami sudah bolak balik sampaikan, sudah juga dikeruk terus sampahnya, tapi kalau kenyataannya masyarakat masih begitu. Coba lihat itu, sampahnya sterofoam yang banyak, ada kasur, sofa, tempat tidur, semua dibuang di sungai,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, dalam mengkampanyekan jangan membuang sampah sembarangan, merupakan tugas Kepala Dinas Kebersihan DKI. “Ini nanti tugasnya Pak Kadis Kebersihan untuk kampanye mensosialisasikan untuk tidak buang sampah di kali, sungai, selokan, dan drainase,” kata Jokowi.

Setelah itu Jokowi tampak membagikan sebanyak tiga buah parcel kepada penjaga pintu air Manggarai. Hal serupa dilakukannya saat berada di Bendung Katulampa Bogor. Namun saat berada di Pintu Air Manggarai, Jokowi tak memberikan komentar sedikitpun terkait pemberian parcel kepada penjaga pintu air.[Kompas]

6 COMMENTS

  1. “Reaksi Jokowi terhadap Dinas PU itu mengingatkan saat sebelumnya Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Lurah dan Camat Jakarta Selatan, sempat terucap kalau banjir kembali menerjang jalan protokol Ibu Kota, Jokowi ancam copot jabatan Kepala Dinas PU.”

    masbrow Sak tau aje nyang ane mo sindir nih di lakon skenario keluwarga betawi ane 😀 hehehe… langsung dimunculken disini…

    mending buwat aje sub-divisi Sub-Dinas TaJir (Tanggul-angi Banjir) dibawah Dinas PU yg khusus ngurusin semua yg berbau anti-banjir, termasuk pembersihan dan pengawasan kebersihan kali dari sampah2 masyarakat. Bikin sub-divisi ini flexible dlm artian bisa juga ditugaskan sbg detasemen khusus yg melapor/di-BKO-ken ke pak Gubernur/WaGub langsung selain cara normal melapor ke/dibawah Dinas PU dan lalu Dinas PU melapor ke Gubernur. Dinas Kebersihan sebaiknya dilebur kedalam Dinas PU menjadi sub-divisi tersendiri juga, shg pasukannya bisa dipakai utk membantu tugas2 Dinas PU pada umumnya dan tugas2 Sub-Dinas TaJir sesuai yg diperlukan. Dgn demikian memotong birokrasi antar Dinas yg merepotkan/menyulitkan kerjasama dan bisa ditugaskan/ditempatkan langsung diBawah Kendali Operasi (BKO) sang jendral komando utama, yaitu sang Gubernur utk memotong birokrasi lebih lanjut agar lebih efisien/efektif dlm preses pengendaliannya. Krn kalau ditempatkan dlm satu korps (Dinas PU), sang jendral bisa lebih leluasa mengatur dan menempatkan pasukan2nya sesuai keinginannya tanpa harus melalui dulu garis birokrasi diluar Korps Dinas PU dan akan sulit dimintai pertanggungjawabannya nanti krn alasannya nanti “kita beda Korps/Dinas, bos!”.

    Yg suka buwang sampah sembarangan sebaiknya dihukum dgn tegas, spt di Singapura.
    Yg mengusulkan/setuju soal ‘denda/hukuman’ ini disini sudah banyak, shg layak dipertimbangkan oleh pak Jow utk diterapkan nanti, agar kapok pelaku2nya, krn sptnya cara himbauan kurang berhasil tanpa todongan senjata anti-teroris di kepala.
    Utk meyakinkan diri, pak Jow bisa bikin polling online utk meminta dukungan dari warga Jakarta, dan bisa ditembuskan/di-mirror di ahok.org juga utk mempermudah akses voting bagi penghuni ‘lapas’ ahok.org, shg tak perlu lagi bersusah payah melarikan diri dari lapas dan cukup beri suara di ruang sipir LP ahok.org saja. 😀
    ———-
    ““Mana ini kepala penjaga pintu airnya?” tanya Jokowi di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Senin (31/12/2012). “Tadi pagi di sini ada yang jaga Pak Fahri. Tapi, barusan balik kanan,” kata Unu.”
    Kalo balik kanan itu persisnya kemana pak Unu? (ke rumah?) dan kalo balik ke kiri menuju kemana persisnya pak? (ke mall/plesiran++?)
    Yang rada jelas ngapa kalo mo ngasih tau orang ‘luar’ spt pak Jow itu ato kita2 ini yg pade rada o’on juga…

  2. dua dinas ini memang malah kesannya cuma rebutan anggaran, bukannya tunjukkin kerja maksimal….ada benernya buat digabung dua dinas PU dan dinas Kebersihan, selain satu komando, juga gampang kontrolnya, ga beres tinggal digantung aja komandos nya……

  3. Pak jokowi ahok sebaiknya pintu air saringan sampah seperti manggarai dibuat tiap batas wilayah Propinsi/kabupaten/kecamatan agar jelas pertanggungjawaban masing2 pemimpinnya dan warga yg masih banyak buang sampah kekali.juga parcel sebaiknya diberikan juga kepada petugas kebersihan lainnya(jalan).selamat tahun baru sukses selalu.

  4. Pak Basuki dan Jokowi

    Kl bhs Jawanya ngeyel,setiap ditinjau gak beres kl ditanya selalu alasan ,sptnya sang heeh heehnya ,memelas

    SDh waktunya Kepala Dinas Pu dan bagiannya dprofesionaliasikan ,kl perlu ambil dr luar dulu sementara selama 2 thn sambil ditata dah bagus baru diambil dr dalam

    Kasihan jg dinas kebersihan ,gak ada Menterinya sich jd selalu dijadikan Tumbal

    Malu Pak ,Kota megapolitan SDM nya kwalitasnya spt ini,

    Harus dilakukan langkah trobosan yang radikal.berani,profesional ,tampil beda ,orientasi hasil

    kalau tidak ,maka tidak terlalu kentara perubahannya ,sudah bukan berkarat lagi pak
    tapi jamuran ,kena polusi,blangsak dsbnya
    The way of thinkingnya sdh up side down

    Belom lagi soal tindak kejahatan di angkot.kl tdk salah di mass media saya baca kadishub bilang ,operator harus bertanggung jawab

    Walah walah walah minta ampun

    Kadishub Kota Megapolitan jwb koq spt ,sedang hang

    Ibaratnya kl rumah kita kemasukan maling ,maka yg bertanggung jawab yg punya Rumah

    Kalau bicara jujur garda terdepan dinegara manapun ,soal keamanan yg bertanggung jawab adalah aparat Keamanan dan masalah angkutan umum Dishub jg bertanggung jawab

    coba dicheck berapa banyak izin yg diterbitkan ,apakah sesuai aturan dan bagaimana pengawasannya .apa pernah di patroli ,yg dijaga terminal bayagangn ,krn ada unsur unsur yg bisa dikomersilkan ,kl nangkep begituan gak ada duitnya Bang Bas dan Jokowi

    jadi ,profesionaliasi aparat keamanan belum maksimal ,maka haraus idbentuk team khusus dibawah gubernur yg melibatkan

    Terlalu Riskan kalau masalah Keamanan Ibukota hanya di serahkan kepada Aparat keamanan

    Apalagi kl ada alasan alasan
    spt anggota terbatas
    anggaran terbatas

    karena yg buat bingung adalah
    kenapa
    penjahat penjahat
    gak punya anggota banyak
    gak punya anggaran
    gak punya senjata
    gak punya seragam

    koq sulit dikalahkan

    Satpol PP
    Tokoh Masyarakat
    TNI (marinir ,kopasus ,kopaskhas,Kodam jaya)

    Ini kalau bicara jujur ,masalahnya kalau tingkat kesulitan dari angka 1 sd 10

    cuma 2 sulitnya

    Wong keliatan koq orangnya keluar masuk angkot

    Buat Aturan dan dilaksanakan oleh team gabungan yg baru dikompetisikan dengan hasil tangkapan aparat keamanan jd ada motivasi

    PerGub dibuat

    1.
    Pengamen dilarang masuk kedalam semua jensi angkutan umum
    2.
    Semua angkutan umum tdk boleh menggunakan kaca film
    3.
    Setiap angkutan umum setelah jam 6 sore harus menyalahkan lampu didalam kendaraannya
    4.
    Setiap angkutan umum yg menggunakan sopir tembak ,kendaraan nya di kanadangkan dan dicabut ijinnya

    5.
    Setiap angkuitan umum harus memiliki kelengkapan sesuai uu lalu lintas
    6.
    semua angkutan harus dilengkapi dengan lampu bahaya yg dapat dinyalahkan oleh penumpang

    7.
    Semua angkutan umum harus ditulis nomer lambung yg besar

    8.
    semua angkutan umum dilengkapi ,gps yg bisa mendeteksi lokasi kendaraan

    9.
    setaip angkutan umum apabila mau mengoperasikan kendaraannnya harus lapor sehingga di on kan lokasinya dan dilaporkan nama supirnya

    10.
    patroli yag rutin setiap hari dan setiap jam .pemeriksaan random dijalan

    Kalau ngatasin begini saja gak bisa ,jangan diharap lagi dinas dinas tersebut

  5. Pak bas dan jokowi

    Jd dibuat team khusus diabwah Gubernur
    anggotanya satpol PP
    Tokoh Masyarakat
    TNi(Marinir,kopasus.kpaskau,kodam jaya)

    untuk membantu aparat keamanan yg sudah ada
    krn mereka belom bisa maksimal

    Lakukan 365 x24

    365 hari 24 jam
    Patroli keluar masuk dareah daerah rawan ekjahatan

    1.terminal
    2.Pasar
    3.stasion busway
    4.semua angkot
    5.check random taxi
    6.sekolah
    7.Tempat Ibadah
    8.GOR
    9.Tempat perbelanjaan
    10.Taman Taman

    Sikat bersih pak

    Dicoba dulu 365 hari 24 jam sehari

    saya yakin seyakin yakinnya

    Bagaikan Habis gelap terbitlah terang

    Seperti Mujijat terjadi

    dan kemungkinan besar masukl guiness book of record menjadi Keajaiban dunia yang ke 8

  6. Selamat Siang Pak Ahok… Selamat Tahun Baru 2013. Saya hanya mau laporan saja pak tentang kondisi jalanan di Jalan Ring Roud Cengkareng-Puri, jalan dekat jembatan dpn gedung blueprint bergelombang karena pengaspalan jalan yg tdk merata. Memang tdk rusak parah tapi sangat berbahaya utk pengendara sepeda motor terutama malam hari krn lampu penerangan jalan juga mati. 10 bulan yg lalu sudah memakan korban meninggal ditempat krn menghindari gelombang jalan. Mohon perhatiannya utk diperbaiki pak. Satu lagi masalah dijalan yg sama pak ttg dibukanya jalan pintas terowongan dibawah TOL yg sangat membahayakan pengendara kendaraan baik mobil maupun sepeda motor krn semua pengendara spd motor yg ingin memutar balik dari jalan ring roud puri- cengkareng dpn jalan ke kosambi ke jalan ring roud cengkareng-puri dan sebaliknya lebih memilih memutar dari terowongan tersebut dibanding harus putar balik dari lampu merah puri. Malah banyak yg melawan arah utk bs lewat terowongan itu. Terowongan itu sptnya dibiarkan saja tanpa ada petugas yg mau menutupnya. Ini sangat berbahaya pak. Terutama Malam hari. Bisa menyebabkan kecelakaan krn mobil dan truk2 byk melewati jalan ring roud tersebut dengan kecepatan 60-80km/jam. Mohon terowongan itu ditutup permanen pak. Terimakasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here