Masih Banyak Saluran Penghubung Mampet

3
407

Ahok.Org – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai, munculnya 25 titik genangan air saat hujan deras beberapa hari lalu disebabkan banyaknya saluran penghubung yang tertutup bangunan liar. Akibatnya, jalur air menjadi sempit.

“Ya macam-macam, ini kan ada saluran-saluran di atasnya dibangun banyak gubuk-gubuk liar atau kios-kios. Itu juga mempengaruhi kecepatan aliran air hujan masuk ke dalam saluran penghubung,” ujar pria yang akrab disapa Ahok itu di Balaikota DKI Jakarta, Senin (11/11/2013).

Munculnya pemukiman tersebut dirasa Ahok menjadi biang terputusnya aliran air hujan menuju sungai. Sebab, embung-embung yang mempunyai fungsi menampung air tertutupi bangunan-bangunan liar tersebut.

“Jadi banyak sekali saluran kita yang nggak pernah sampai ke sungai. Karena di ujungnya, harusnya jadi embung, ditutupi orang, ditutupi bangunan warteg-warteg. Ditambah lagi orang-orang buang sampah ke dalam situ,” jelasnya.

Ahok menyatakan, pihaknya telah membongkar sebagian bangunan liar di atas saluran penghubung yang menghalangi dan mempersempit jalur masuk air. Berapa bangunan dan di wilayah mana saja yang telah dilakukan penataan di atas saluran penghubung, Ahok belum bisa merincinya.

“Karena ini menghambat, ya dengan terpaksa sudah kita bongkar. Yang paling parah saya belum cek. Tapi sesegera mungkin akan saya cek,” kata Ahok.

Selain melakukan itu, sambung Ahok, pihaknya juga saat ini melakukan pengerukan sampah yang menumpuk di sebagian saluran penghubung, agar daya tampung saluran penghubung semakin meningkat.

“Genangan banjir itu kan berpengaruh pada kemacetan lalu lintas. Hujan hanya 15 menit atau setengah jam saja, genangan banjir bisa mengakibatkan kemaceta sampe 2-3 jam. Bayangin saja, di Grogol kemarin, genangan air 2 meter. Ya banjir, nggak lancar lalu lintas kan. Kalau dikeruk, volume daya tampungnya menjadi besar,” terang Ahok. [Liputan6.com]

Tak Lapor Ada Banjir, Ahok Akan Beri Sanksi Lurah dan Camat

3 COMMENTS

  1. Tiap kali hujan dan timbul genangan, minta lurah, camat, dinas PU dan kebersihan untuk buat laporan. analisa, kenapa terjadi genangan, terus solusinya apa. dengan begitu jumlah genangan akan berkurang. kalau tidak ya genangan tetap banyak

  2. pak Basuki, ini tugas Lurah dan Camat yg harus mengamati daerahnya, adanya gubuk liar atau kios liar diatas saluran penghubung….. kalao masih ada banyak hal tersebut, tolong dievaluasi Lurah ato Camat tersebut, mestinya Walkot yg bersangkutan juga dapat teguran… 🙁

    pada gile nech, dipikir jadi Lurah ato Camat karena lulus lelang terus asyik-asyik aja, kerja dong benahi wilayah masing-masing, apa ga malu petinggi nya blakrakan kemana-mana???

    • jangan hanya camat atau lurahnya saja tetapi mereka juga harus dpt bekerjasama dengan RW dan RT karena RW dan RT yg lebih dekat dengan warganya dan langsung dpt bertemu dengan warganya apabila selokan bnyk sampah ataupun mampet. misalnya saja utk yg sering buang sampah di kali kan bisa saja mrk ditegur oleh RTnya atau RW. Nah untuk pekerjaan penggalian saluran got dipinggir jalan raya pekerjaan ini sangat lamban/lelet sekali progress penyelesaiannya mohon dinas PU DKI dpt bekerja dgn lebih cepat lagi karena hal ini dpt berefek pada kemacetan juga karena penumpukan tanah bekas galian yg ditaruh dipinggir jalan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here