Ahok: Kami Terbuka Dengan Masyarakat

1
289

Ahok.Org – Biasanya seorang pimpinan akan sulit berhubungan langsung dengan masyarakat jika tidak ada suatu acara yang menyatukan mereka dalam suatu tempat.

Namun tidak begitu dengan pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama.

Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok mengatakan bahwa sejak menjabat sebagai Bupati Belitung Timur dirinya tidak pernah menjauh dari masyarakat.

Salah satu yang langkah nyata yang dilakukannya adalah membagikan kartu nama dan nomor telepon ponselnya kepada masyarakat.

“Jadi jika ada kritikan atau ada permasalahan di lapangan, masyarakat bisa segera lapor,” kata Ahok, saat dijumpai di peresmian Tempat Pendaftaran Tim Sukses dan Relawan Jokowi-Ahok, di Cempaka Putih, Jakarta, Minggu (1/4/2012).

Langkah yang dilakukannya ini ternyata juga telah diterapkan oleh Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, selama menjabat sebagai walikota Solo. Nomor telepon genggamnya hampir selalu aktif selama 24 jam untuk menerima aduan, keluhan atau pendapat dari masyarakat.

“Mas Jokowi juga sama seperti saya. Nomor telepon yang kami berikan pada masyarakat itu adalah telepon genggam yang kami bawa sehari-hari,” tutur Ahok.

Menurutnya hal seperti ini harus dilakukan mengingat jabatan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur itu adalah melayani masyarakat. Untuk itu, ia tidak mau hanya mengumbar janji saat kampanye namun saat terpilih justru menghilang dan tidak menepati janji.

“Kami tidak mau hanya muka kami saja yang ada di kampanye. Nanti setelah kampanye, apalagi kalau terpilih, orang mau cari kita susah karena hanya ingat mukanya saja,” jelasnya.[Kompas]

1 COMMENT

  1. Saya belum lihat program detail Jokowi – Ahok terhadap Mal dan mini market yang bertebaran di Jakarta. Sebagai pedagang tradisional non kaki nlima saya mau tahu apa yang akan dilakukan oleh pasangan jagoan kita ini. Kalau kaki lima di relokasi sudah sering dikumandangkan, bagaimana dengan pedagang pasar tradisional yang pengunjungnya semakin hari semakin berkurang karnena cuma jarak sekian meter ada hipermarket? Sedangkan retribusi dari PD pasar Djaya semakin hari semakin naik.
    Apakah hipermarket yang lokasinya sangat dekat dengan pasar tradisional akan dipindahkan atau ada solusi lain?
    Kemudian bagaimana dengan minimarket yang banyak sekali di perumahan, dulu sering kita lihat pedagang sembako di permukiman dan mereka lumayan berkembang, sekarang boleh dibilang sudah susah kita temui pedagang sembako ini. Sama juga dengan hipermarket apakah akan dipindahkan, ijin dihentikan atau ada solusi lain?
    Ya ini sekedar masukkan supaya pasangan jagoan kita tidak hanya tebar pesona karena keberhasilan mereka di jabatan sebelumnya tapi juga tebar program2 yang mantap sehingga jadi pasangan yang mumpunin untuk jadi DKI1 dan DKI2.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here