Ahok – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mencurigai adanya oknum pejabat yang terlibat dalam menentukan tarif parkir on street di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Tarif hingga Rp 40 ribu sangat merugikan warga.
“Pasti ada oknum terlibat. Di Jakarta ini mana ada sih yang nggak uang jago, semua ada uang jago,” kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (8/8).
Namun dirinya akan berusaha untuk menghilangkannya. Salah satu caranya dengan memasang mesin TPE di lokasi parkir on street. Pihaknya akan mengambil alih pengelolaannya. “Makanya ini persoalan kuat-kuatan saja, kan aku suka becanda jadi Gubernur DKI enggak butuh otak yang pinter amat, tapi otot yang harus kencang,” tegasnya.
Basuki mencontohkan beberapa lokasi yang telah dipasangi mesin TPE pendapatan pajak bisa meningkat tajam. Cara ini bisa menghilangkan adanya kebocoran, karena pendapatan parkir langsung masuk ke kas daerah.
Basuki juga berencana memasang mesin TPE di kawasan Kemang. Di lokasi tersebut pengguna parkir dikenakan tarif yang cukup tinggi yakni mencapai Rp 40 ribu. Padahal petugas parkir yang ada tidak memakai seragam dan tidak memberikan karcis parkir. [BeritaJakarta]




Sebaiknya koordinasi dengan polisi dan TNI, backing”an cuma dari dua institusi itu…
Gub ini sungguh orang yang menguasai permasalahan dalam setiap rapim nyata bahwa dia tahu hal, ini tidak semua kepala daerah demikian juga tidak Pakde Djarot. Hal lain yang tidak dimiliki Kepala daerah lain adalah bukan hanya innovative dan avangard sang petahana, tetapi NYALI ini faktor penting, sikat habis Gub. (Btw Tapi terus jangan model nyali RR ini mah kalang kabut lansia, heran ya Presiden itu loh bisa menjadikan dia menteri, khilaf apa cari penyakit ya Pak Jokowi? Itu dwelling time apa kabarnya kok LuarBatang yang diurus, the psychopath one, RR, tragis!)