Belajar Kepemimpinan dari Ahok, IKA PPM Dorong Calon Pemimpin Adaptif terharap Perkembangan Terkini

0
21

BTP – Ikatan Alumni PPM School of Management (IKA PPM dan PPM School of Management mendorong para pemimpin memiliki kepekaan untuk bisa beradaptasi dengan situasi terkini. Seperti perkembangan teknologi yang cepat dan dinamikan geopolitik yang dinamis.

Lewat acara Leaders Forum Bersama Ahok, IKA PPM dan PPM ingin memberikan pemahaman kepada para pemimpin agar mampu beradaptasi dalam situasi apapun.

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok menekankan bahwa memimpin organisasi besar saat krisis membutuhkan integritas, keberanian, dan karakter yang teguh. Ia pun membagikan pengalamannya dalam memimpin DKI Jakarta hingga Pertamina.

Ia mengatakan memimpin DKI Jakarta atau perusahaan negara tidak sekadar mengandalkan kepintaran, melainkan keberanian mengambil keputusan tegas meski tidak populer. Selain itu, Ahok juga menerapkan sistem digital (seperti e-budgeting) dalam kebijakannya sebagai fondasi untuk menjaga akuntabilitas publik dan mencegah penyimpangan di tengah ekosistem yang resistan terhadap perubahan.

Ahok menegaskan menentang keras campur tangan politik yang mengorbankan profesionalisme. Menurutnya, pemimpin harus berani menolak intervensi yang merugikan perusahaan dan siap memasang badan demi kepentingan khalayak luas.

“Pemimimpin harus siap menghadapi tekanan publik, polarisasi, dan konflik internal,” katanya.

Ia hanya fokus terhadap kinerja yang baik selama memimpin. Hasil dari fokus bekerja tersebut, diyakini Ahok akan membungkam para pengkritiknya secara sendirinya.

Ketua Umum IKA PPM, David Chandrawan, mengatakan Leaders Forum ini dapat memberikan pemahaman kepada para leader untuk menjadi pemimpin adaptif menghadapi ketidakpastian. Karena, lanjutnya, pemimpin dituntut menghadapi perubahan yang semakin kompleks, mulai dari tekanan ekonomi, percepatan digital, hingga sorotan publik.

“Dalam situasi seperti ini, kepemimpinan tidak cukup hanya adaptif. Tetapi, juga harus resilient, tenang, dan konsisten dalam mengambil keputusan jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

David mengungkapkan forum tersebut membantu para leader dan calon pemimpin agar dapat menggali wawasan praktis tentang adaptive dan resilient leadership terkait memahami bagaimana pemimpin mengambil keputusan strategis di bawah tekanan dan ketidakpastian.

Kemudian juga bagaimana mengidentifikasi peran integritas, konsistensi, dan keteladanan pemimpin dalam menjaga kepercayaan publik. Lalu memberikan inspirasi dan pembelajaran karier jangka panjang untuk generasi pemimpin masa depan.

Sementara itu, Ketua PPM School, Wendra menambahkan beberapa hal utama yang menjadi fokus pembahasan diskusi Leaders Forum, antara lain tentang Adaptive Leadership di tengah ketidakpastian. Di dalamnya diajarkan bagaimana memimpin organisasi di tengah perubahan ekonomi, teknologi, dan ekspektasi publik. Termasuk mengambil keputusan strategis dalam situasi krisis dan tekanan tinggi.

Materi lainnya yaitu Integritas dan Konsistensi Kepemimpinan. Seperti bagaimana menjaga kualitas keputusan dan tata kelola di bawah sorotan publik. Lalu peran integritas dan keteladanan pemimpin dalam menjaga reputasi organisasi.

Kemudian juga membangun resiliensi organisasi dan tim seperti ketahanan tim menghadapi tekanan, perubahan, dan krisis. Membangun budaya kerja yang siap menghadapi tantangan jangka panjang.

Selain itu peserta juga mendapatkan pemahaman tentang kepemimpinan jangka panjang. Seperti bagaimana berpikir melampaui target jangka pendek dan menyiapkan fondasi organisasi serta kepemimpinan yang berkelanjutan. [viva.co.id]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here