KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » BALAI KOTA, BERITA, NEWS » Basuki Optimis Titik Banjir Akan Terus Berkurang

Ahok – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama optimis hingga akhir tahun depan titik banjir di Ibukota berkurang signifikan. Ini karena normalisasi Sungai Ciliwung tengah dikerjakan, serta saluran air terus dibersihkan.

“Kami yakin sampai akhir tahun depan, jauh akan lebih berkurang,” kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/8).

Saat ini saja, jumlah titik banjir di Ibukota sudah mulai berkurang. Selain itu, genangan juga sudah cepat surut karena saluran air banyak yang sudah dikuras. “Kamu lihat deh di Jakarta Selatan atau dimanapun di Jakarta Utara, sudah banyak titik yang dulu banjir sudah nggak banjir,” ujarnya.

Kendati demikian, Basuki mengakui masih ada beberapa kawasan yang bisa terendam banjir. Karena kondisi wilayah yang memang ada di bawah. Selain itu beberapa bangunan juga mengganggu saluran air.

“Kalau soal banjir kan saya bilang, banjir akan masih banjir tapi surutnya lebih cepat. Tapi minimal titik banjir itu sudah jauh lebih berkurang,” tandasnya. [BeritaJakarta]

  • Share/Bookmark

2 Responses to “Basuki Optimis Titik Banjir Akan Terus Berkurang”

  1. Heran kali ini sepertinya reaksi PakGub tenang saja tidak segera aggresive. Apa PakGub percaya sekali kepada andalannya Pak Teguh? Padahal tinggi airnya sampai semeter/PondokLabu diupload lagi di ketinggian tsb di twitter sandiuno. Lagi ada pohon tumbang, tetapi lagi2 tema orang membangun diatas turap saluran. Panda sedikit kenapa ya orang Jakarta ini. Apa kelurahan2 itu tidak bisa memeriksa dan mendaftar estatesnya mana2 bangunan/rumah diatas turap saluran, kan bisa diperiksa, jadi sebelum hujan sudah diantisipasi nyata kerja gitu!

    Reply
  2. Ijin OmSak mengapa doorstop hari Jumat 19.08.2016 tidak diupload itu isinya penting sekali sehubungan dengan pemberitaan mengenai Sekda. Pewarta2 ini berberitanya bodoh sekali ya selain dipotong juga dimanipulasi lalu di upload. Dan sepertinya tidak kunjung mengerti, sperti anak2 kecil. Tetapi mengapa tidak ada pertanyaan2 yang akurat dan relevan, selalu yang berkarakter tabloid cenderung yang gossip tidak substantial, mengapa pewarta balkot demikian. Mereka semua apa tidak ada penyuluhan dan pendidikan kejurnalisan?? Mengapa tidak menyimak rapat BKPRD ini penting sekali atau semua rapim2, lalu bertanya, sehingga berita2nya juga mendidik pembaca, sekali lagi tidak bersifat tabloid! Sepertinya orang tidak sekolah pewarta balkot ini anak buah Ahmad Zubair kah, engga ada yang mutu dikit gitu?

    Reply

Leave a Reply