KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » BERITA, NEWS, Sudut BTP » Laporan Penggunaan Biaya Penunjang Operasional BTP

Ahok.Org – Berikut Laporan Biaya Penunjang Operasional Wakil Gubernur DKI, Basuki T. Purnama periode Januari sampai dengan Maret 2013.

Atau klik disini

  • Share/Bookmark

23 Responses to “Laporan Penggunaan Biaya Penunjang Operasional BTP”

  1. Cukup transparan dari sisi penerimaan.
    Namun dari sisi pengeluaran masih agak samar. Kami menyadari kesibukan BTP yang luar biasa akan sulit untuk beliau mencatat detailnya. Kalau bisa lebih detail, misalnya bantuan ke masyarakat disebutkan namanya siapa dan alamatnya, atau nama organisasi atau RT/RW, Kelurahan yang menerima bantuan. Banyak juga keluar biaya untuk “kegiatan kusus” dan biaya koordinasi. Nah kalau sudah sering keluar biaya untuk pos kegiatan kusus, harusnya bisa di perinci lebih jelas kegiatan kusus nya seperti apa. Saya salut. Salam BTP Pak

    Reply
    • Segini saja sudah kemajuan luar biasa Om, Bayangkan berapa banyak Wagub yang seperti ini,, Untuk laporan seperti ini tidak perlu terlalu detail. Yang penting Pak Ahok sudah menjalankan tugasnya dengan baik sejauh ini dan sudah berusaha transparan. Langkah maju dibanding pendahulunya

      Reply
      • Betul mas Ron dan saya kira pos-pos pengeluaran itu sdh diatur di UU dan PP tentang judul masing-masing pos krn sangat tidak mungkin dibuat detail dan berarti ada dua pencatatan, lalu jangan2 nanti Pak Ahok diperiksa KPK pula krn melanggar aturan perundangan.

        Reply
  2. Laporan ini sudah lebih dari cukup mengingat pejabatpun perlu ruang gerak lebih longgar, bayangkan seorang wakil gubernur DKI dituntut mencatat seluruh detail pengeluaran sampai parkir maupun beli teh botol mungkin wagubnya gak sempat rapat cuma buat laporan aja. jika bon dikantong hilang atau dicuci di dlm celana wah tekor deh. apa memang ada pejabat publik seperti ini? Apa ada hukum tertulis pejabat harus melaporkan setiap bulan ke masyarakat seperti ini? gak pernah ada kan? yg banyak yg merampok uang rakyat bertriliun dan masih galak lagi ke rakyatnya. jadi realistis aja kawan jangan terlalu menuntut. kata orang jawa dikasi ati merogoh rempelo.

    Reply
    • Hahaha….betul2 pak Otnat dan saya kira pos2 yang tercatat disini sesuai dengan peraturan perundangan yg ada.

      Reply
  3. Untuk diketahui, dana operasional Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diambil dari APBD DKI tahun 2013 sebesar Rp 26,6 miliar dalam setahun. Artinya dalam setahun, masing-masing memegang senilai Rp 13,3 miliar. Jika dibagi per bulan maka jumlahnya senilai Rp 1,1 miliar.

    Namun setiap bulan Bapak Ahok menerima penerimaan dana penunjang operasional selama periode Januari – Maret masing2 350 juta. sisanya kmn ya?

    Reply
    • Dana operasional Gub dan Wagub bukan dibagi rata 50:50 melainkan berdasarkan surat keputusan, perbandingan dana operasional Gub dan Wagub adalah 60:40 (SK No.350 Tahun 2013) (60 persen gub, 40 persen wagub)…. Sak/Ahok.Org

      Reply
    • Sisa akan dikembalikan ke Kas Pemprov Bro

      Reply
  4. Ada baiknya sebelum pemilu kada daerah lain ditantang untuk bisa se transaparan ini.
    Gubernur Jawatengah nanti berani gak ya??

    Reply
  5. Saya gak ngerti, apa wajib pejabat publik melaporkan kegiatan operasionalnya, tapi bagaimanapun ini adalah awal yang baik..
    mudah2an masyarkat bisa menerima, dan laporan yang disampaikan lebih spesifik lagi, karena saya pelajari masih sangat umum…. Tapi tentunya dengan tidak mengurangi ruang gerak ko ahok sendiri… karena bagaimanapun seorang wagub JUGA MANUSIA BIASA..
    BRAVO ko ahok…..

    Reply
  6. Lebih bagus nilai yang material bisa di breakdown seperti biaya koordinasi, biaya khusus lainnya (dengan siapa/kapan/terkait apa)

    Reply
    • Penting gitu sampai rinci?.. lap itu sdh lebih dari cukup.

      Instana Koruptor Senayan yg gini aja mana berani mrk bikin.

      Reply
      • ya penting donk, jgn dibandingkan dengan senayan (mereka rata2 gak bisa kerja dan dan gak ngerti bikin ginian saking pinternya).toh kalo kita mau berubah ya jgn setengah2. itu masukan aja.

        Reply
    • Saya duga pos2 yang tertulis itu mengikuti peraturan perundangan yang sudah ada.
      Lagipula seingat saya ada pos tertentu yg tidak perlu dirinci dan juga tdk perlu dilapor sampai detail ke BPK krn itu hak wagub utk memakai biaya itu utk apa saja. Mungkin sebelum ini pos itu banyakan keluarnya ke kantong sendiri.

      Reply
  7. Ahok, my Hero.. my Inspiration 🙂

    KEREN !!!!

    Reply
  8. Awal yang bagus, tetapi masih kurang detail. Setuju dengan Sdr.Asnawi, seharusnya lebih spesifik, misalnya biaya koordinasi gubernur dalam hal apa, terus untuk apa (konsumsi, stationery, ??), terus untuk bantuan masyarakat, dimana, berupa apa (sembako, transport, ??)
    Maka akan lebih akuntabel.

    Next time better ya, Pak Bas !

    Reply
  9. Permulaan yang bagus bang tapi setuju juga dengan rekan2 yang diatas kalo lebih detail lebih baik.. kalo perlu ada bagian staff khusus yg mencatat seluruh detail pengeluaran btp jd bang ahok kan ga pusing bikin laporannya supaya perubahan transparansi tidak terkesan setengah2 “kalau mau berubah ngapain setengah setengah” caiyoo kokohh…

    Reply
  10. Kalau mau lebih rinci mungkin pak Wagub harus didampingi sespri/ajudan yang khusus setiap kegiatannya, bukan staf yang nunggu bukti pengeluaran dll di kantornya, bahkan bawa duit kontan karena sekalian jadi juru bayar kadang-kadang. Dia yang ngurusin semua tetek-bengek bahan pertanggungan-jawab.

    Kalau nggak salah di manajemen tentara memang begini caranya? Tugas ajudan memang ngurusin segala macam. Hanya tujuannya lebih untuk membuat “enak” hidupnya komandan bukan untuk transparansi.

    Jika dalam cara kerja Wagub sudah begini berarti si sespri/ajudan yang harus ditingkatkan kemampuan membuat laporannya. Harus lebih detail.

    Reply
  11. Selamat siang pak Ahok,

    Tolong ditinjau kembali mengenai sarana transportasi publik terutama Busway Jalur Ragunan – Kuningan.

    Yang sering saya alami adalah sbb,
    1. Jam berangkat kerja (07.00)rute Ragunan-Kuningan
    Ketersediaan busway sangat kurang dan pengaturannya semrawut. Kondisi busway memprihatinkan, sering kali mogok di tengah jalan, dan AC dalam busway tiba-tiba mati sehingga dapat membahayakan penumpang didalamnya, akhir2 ini adalah busway no jte 004 dan JTM 038.
    2. jam Pulang kerja (18.00) rute Kuningan-ragunan
    Ketersediaan busway pada jam2 ini hampir tidak ada, kita harus menunggu hampir 30 menit bahkan lebih, itupun kalau ada kita harus berebutan dengan penumpang yang lain. berbeda dengan arah sebaliknya yang cenderung rutin ada dan selalu kosong2.

    Yang harus diperhatikan adalah;
    1. Avaibilty Busway
    2. Pengaturannya, apakah bisa dibuat semacam dispatch agar disesuaikan dengan jam2 padat (berangkat-pulang kerja), karena saat ini hanya dari kebiasaan dari supir busway itu sendiri dan sepertinya tidak ada yang mengatur.
    3. Jam overshit supir busway, kalau bisa jangan bersamaan dengan jam keberangkatan kerja karyawan.
    4. Ketersediann busway, karena terus terang kalau kondisinya terus seperti ini saya lebih memilih menggunakan mobil pribadi.

    Terimakasih atas perhatiannya pak Ahok.

    Salam

    Reply
    • Sabar bro. Nanti November/Desember juga akan datang 1000an bus baru. Harap2 cemas saja tidak dijegal oleh lawan2 politiknya.

      Reply
  12. Saya kemarin dulu naik Bus way dan saya lihat masih banyak ruang di dalam Bus way yang tidak terpakai. Bangku menghadap samping,agak ke tengah, di belakang bangku kosong, dan bangku agak rendah sehingga yang duduk kakinya memakan ruangan dan di tengah-tengah ruangan sempit digunakan untuk berdiri. akibatnya ruang penumpang menjadi sempit dan impit-impitan.

    Saya usul agar bangku yang menghadap samping di hilangkan saja, dan penumpang semuanya berdiri saja, dan di buatkan tiang-tiang untuk berpegangan.

    Untuk orang-orang yang cacat/ ibu hamil di pertahankan bangku yang di belakang dan diawasi petugas, karena hanya untuk orang cacat dan ibu hamil atau nenek/kakek yg sudah renta saja. karena di DKI hampir semua orang yg masih kuat di jalan, dan yg hamil/ renta/ sakit paling banyak / rata2 5 orang per bus, mungkin kurang. Untuk yg masih muda semua berdiri saja.
    Untuk wanita ke bagian depan dan untuk laki ke bagian belakang.

    Saya percaya sebelum pengguna mobil mau menggunakan Busway, maka pengguna moda angkot lainnya pasti sudah pindah dulu ke Busway. Jadi pasti Bus way untuk rakyat banyak.

    Reply
  13. Dear,
    Pak Ahok

    Semoga kinerja bapak yang seperti ini selalu di pertahankan dan mudah-mudahan bisa ditingkatkan lagi,semoga kepala-kepala daerah yg lain bisa mengikuti cara kerja bapak,saya sebetulnya bukan warga DKI tp saya selalu memperhatikan sepak terjang Pak Ahok dan saya sangat saluutt dgn cara kerja bapak,karena saya dan mungkin seluruh rakyat indonesia mendambakan pemimpin yang tegas dan konsisten dengan apa yg di sampaikan dan tidak tunduk dengan kepentingan-kepentingan politik,tp saya juga tidak menyalahkan pemimpin-pemimpin kita yang lain yang salah itu sejarah kita pak karena kita di jajah oleh Belanda yang sifatnya mengadu domba untuk kepentingan sendiri dan kita juga di paksa untuk memberi upeti klau mau selamat dan hidup enak pada zaman itu,jadi sifat-sifat itu sudah terdoktrin oleh rata-rata rakyat indonesia sampai saat ini dan cuma sedikit yang tidak seperti itu,kita bisa lihat di lapangan klau kita punya usaha kita harus beri upeti utk beberapa instansi-instansi agar usaha itu aman contohnya pedagang di pungut uang ini itu oleh orang-orang yg berkedok preman tp dibelakangnya siapa yg tauu,,,mana mungkin preman meraja lela klau tidak ada beking yg kuat di belakangnya…tp saya melihat dalam diri PAK AHOK tidak ada sifat seperti itu dan tidak gentar dengan ancaman-ancaman dari dalam maupun luar..BRAVO KO AHOK..TUHAN SELALU BERSAMA ORANG YANG JUJUR,BERANI DAN ADIL.

    Reply

Leave a Reply to asnawi