Laporan Reses ke Belitung (9 Agustus)

3
67

Ahok.Org – Selasa, 9/8, 2011 Saya Kembali ke Jakarta. dengan menggunakan pesawat pagi. 05:40:49 kami berangkat dari rumah menuju ke Tanjung Pandan Belitung terlebih dahulu membeli kepiting batu besar dan kerupuk juga makanan abon ikan (samalingkung) sebelum berangkat ke bandara Hananjudin di desa Buluhtumbang, kecamatan Badau, kabupaten Belitung (induk).

Oleh-oleh makanan khas Belitung ini perlu terus dibeli dan dipromosikan. Semakin banyak turis, semakin besar peluang keuntungan bagi masyarakat dari sektor makanan khas laut ini, yang penting bagaimana menjaga makanan laut di Belitung tidak terkena pencemaran logam berat karena kapal isap timah dan Tambang inkonvensional apung (diatas drum) di tepi lat beroperasi.

Kalau mau amankan hasil laut dari pencemaran? maka kapal isap dan TI apung tidak boleh beroperasi di perairan Belitung, kecuali ada yang berani dan bisa buktikan tidak ada pencemaran. Seperti yang terjadi di laut pulau Bangka, siapa yang berani mengatakan tidak rusak? Kalu iya, kemungkinan hanya kelompok pemilik kapal isap dan yang mendapat keuntungan dari hasil kapal isap. Nelayan sejatinya mengeluh dan telah membakar TI apung beberapa waktu yg lalu.

07:00:30 selesai dari restoran Sari Laut Tanjung Pandan membeli kepiting lalu Kami lanjutjan perjalanan ke toko makanan khas Belitung, kerupuk-kerupuk beraneka jenis cap keluarga di Tanjung Pandan jalan Gatot Subroto (dgh jalan baru). No 39.no telepon 0719 21765, hp 081977804579.

Banyak hal berubah, restoran Sari Laut yang dulu hanya di garasi,sekarang sudah berukuran di atas 600 m2 bangunan megah dengan parkir yang luas, toko kerupuk dulunya tanpa merek, sudah dipackaging dengan baik sampai kardus sudah bermerek. Anaknya lulusan universitas Tarumanegara yang kelola usaha keluarga ini.

Sempat berbincang dengan pemiliknya sdr wui ciang (achoi) dan mamanya yang bangga (karena anak laki-laki satu satunya, sedangkan anak lainnya perempuan tinggal di Jakarta).

07:11:33 kami menuju bandara, Senang melihat orang-orang yang bekerja keras, jujur dalam berdagang (tidak aji mumpung), dimulai dari usaha rumahan bisa maju dan memperoleh kekayaan dari nilai tambah alam terutama hasil kelautan dan pertanian/kehutanan.

Mereka juga jual, madu alam asli, rumput laut, syrup jeruk kunci  asli, kue-kue kering dan dodol khas Belitung, bahkan Sukun dan kopi bubuk khas Manggar Belitung Timur,j uga mereka jual disini.

07:29:46 kami tiba di bandara, sebelumnya ada sms masuk saudara iqbal (Belitung ) utk saya :”Adakah politisi Indonesia yg jujur? Pak A Hok, adalah salah satu diantara sebagian yang sangat kecil. Negara ini bisa hancur karena masyaraktnya tidak jujur dan tidak bertanggung jawab. Membangun budaya jujur dan bertanggung jawab adalah hal yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan dan kesinambungan hidup. jika mengingat pesan para wisatawan yang meninggalkan Belitung agar keindahan alam dan keharmonisan Belitung dijaga, adalah pesan yang bijak dan mendalam. Belitung memberi harapan ditengah keputusasaan masyarakat didera persoalan yang telah menjadi akut menimpa bangsa. Namun harapan Belitung juga bisa pupus dalam hitungan waktu yang pendek manakala segelintir orang yang hanya mengejar rente tanpa berpikir kerusakan lingkungan memaksakan kehendaknya. Apakah Belitung akan bernasib seperti saudara tuanya? Itu semua tergantung kepada siapa yang merasa Belitung. Kepadanya kita serahkan harapannya. Pesanku unt Pak A Hok. Salam. Tks.”

Kami sepaham soal lingkungan Belitung
09:56:30 tiba di rumah Jakarta. Persiapan untuk menjadi narasumber acara nanti malam di Kemayoran.

Akhir dari reses 9 hari (Bangka dan Belitung)

Jakarta utara

BTP

3 COMMENTS

  1. Apa kita (bukan sebagai pengambil keputusan) mampu menahan syahwat mengeruk dan merusak kaum “mafia timah” bila mereka sudah horny berat pak? Kasus Pulau Bangka adalah kejadian yang nyata..3 UU dilanggar, perintah/amanah presiden, wapres,menLH,menhut,menKP,komnas HAM,DPR-RI dll diacuhkan?mungkin teguran Tuhan juga dianggap angin lalu..salam. tks

  2. LAO TZE ( Abad ke-4 SM )

    BERPRILAKU “WU WEI”

    MENGELOLAH NEGARA harus jujur, benar, tanpa sisaat
    …..Siasat baru digunakan di medan perang
    Hanya dengan cara WU WEI…baru bisa berhasil mengelola negara

    Bagaimana aku bisa tahu kebenaran seperti itu
    Berdasarkan fakta yang bisa dilihat dibawah ini
    Bila negara punya banyak peraturan larangan
    Rakyat akan menjadi semakin MISKIN
    Kalau rakyat makin banyak punya SENJATA TAJAM
    HARI DEPAN NEGARA MENJADI SURAM

    JIKA makin banyak orang punya AKAL TIPU MUSLIHAT
    Peristiwa kejahatan akan bertambah banyak
    Bila hukum dan peraturan yang kejam makin ditonjolkan
    Pencurian dan Perampokan makin bertambah banyak

    Maka SHENG RENG mengatakan
    Jika aku mengelola negara secara WU WEI
    RAKYAT baru bisa mengatur dirinya sendiri
    Kalau pikiranku tenang tanpa NAFSU keinginan
    RAKYAT baru bisa menjadi JUJUR dan HIDUP BENAR

    BILA AKU mengelola negara dengan tidak membuat banyak peraturan
    HIDUP RAKYAT menjadi kaya berkecukupan
    Jika aku tak punya kepentingan pribadi
    RAKYAT akan mau hidup SEDERHANA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here