Basuki: BBM Naik, Harus Ada Jaminan Harga Sembako Tak Naik

4
81

Ahok.Org – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sepakat jika subsidi bahan bakar minyak (BBM) justru dinikmati oleh masyarakat menengah ke atas, bukan warga miskin. Namun, jika harganya dinaikkan, maka yang harus diwaspadai adalah pengaruh terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.

Hal tersebut, kata Basuki, akan membebani masyarakat. Terlebih lagi, pemerintah tidak memiliki stok kebutuhan pokok untuk warga miskin.

“Kalau BBM naik, menjadi inflasi dan sembako naik, kasihan rakyat karena kita tidak siapkan jaminan sembako di kantor kelurahan,” kata Basuki di Balaikota Jakarta, Jumat (14/6/2013).

Jaminan tidak ada kenaikan harga kebutuhan pokok justru yang paling dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. Menurut mantan Bupati Belitung Timur itu, selain membutuhkan jaminan harga kebutuhan pokok tidak naik, masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah membutuhkan jaminan pendidikan, jaminan kesehatan, jaminan perumahan, dan jaminan tempat usaha.

Di samping itu, Pemprov DKI juga perlu menyediakan transportasi massal yang memadai dan nyaman sebanyak-banyaknya. Dengan demikian, warga mau untuk beralih dari kendaraan pribadi menjadi transportasi massal.

“Yang penting, kita sediakan transportasi massal yang murah, nyaman, aman, dan terjangkau,” ujarnya.

Untuk diketahui, rencana pemerintah mengurangi subsidi untuk BBM akan segera dilaksanakan. Kebijakan itu diambil untuk menyelamatkan keuangan negara walau berdampak pada naiknya harga BBM.

Guna meredam dampak kenaikan harga BBM itu, empat kompensasi disepakati Sekretariat Gabungan, dan akan diajukan pemerintah dalam Rancangan APBN Perubahan 2013. Empat kompensasi tersebut ialah bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM), program keluarga harapan (PKH), bantuan siswa miskin (BSM), dan beras untuk rakyat miskin.[Kompas.com]

4 COMMENTS

  1. APA BISA Jakarta yg memiliki PR-PRnya yg sangat banyak di benahi HANYA oleh Pa Jokowi dan O Ahok saja?

    Beliau berdua seharusnya bisa memanfaatkan momentum perubahan ini, untuk BERSUNGGUH-SUNGGUH mensinergikan sekaligus memfasilitasi Relawan-Relawan yang memiliki keperdulian extra. KECUALI klo Beliau berdua memang lebih enjoy dengan cara single fighternya. BUKANKAH semakin banyak yang perduli, semakin banyak yang bersinergi, semakin mudah pula memanusiakan manusia-manusia di Ibukota NKRI yang berlandaskan Pancasila dan memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ikanya?

    Persoalan di DKI seribu satu masalah, Kita lihat setahun ke depan, apa Pa Jokowi dan O Ahok bersungguh-sungguh mereformasi Birokrasinya? karena menurut saya permasalahan – permasalahan terutama di DKI BUKAN HANYA banjir dan kemacetan, namun juga BANJIRNYA KEMUNGKARAN (menurut Agama-Agama dan Pancasila), dan MACETNYA KEPERDULIAN KEMANUSIAAN KITA.

    Coba Kita renungkan sejenak, setiap malam, kemaren sekarang dan besok-besoknya masih banyak Saudara- Saudara Kita sesama Warga Negara dan sesama Umat Beragama termasuk yang hidup di Ibukota masih sangat resah setiap saatnya, Mereka berfikir dengan keras: KEMANA hendak Kami jual sedikit narkoba yg berbahaya dan membahayakan ini? APA LAGI yg harus dicuri? SIAPA LAGI yang akan menyewa kemaluannya atau kemaluan Istrinya ataupun kemaluan Anaknya Malam ini? Itu semua dilakukan TIDAK LAIN HANYA DEMI MEMENUHI KEBUTUHAN-KEBUTUHAN YANG MENDASAR DIRI DAN KELUARGANYA YANG SANGAT-SANGAT SEDERHANA.

    COBA BANDINGKAN dengan Kita dan Keluarga Kita yang Malam ini dan Malam-Malam kemarennya MASIH BISA tertidur lelap di tempat yang sangat nyaman dengan perut yang terisi kenyang. begitupun dengan Pa Jokowi dan O Ahoknya, TIDAK KETINGGALAN Presiden, Pejabat-Pejabat Tinggi Negara , Tokoh-Tokoh Agama-Agamanya, Cendikiawan beserta Keluarga Besarnya.

    Pemiskinan, Pembodohan ditambah lagi dengan Pengerusakan Moral yang terjadi tanpa jeda, mendekatkan diri Saudara-Saudara Kita sebangsa dan setanah air kepada kekufuran, APAPUN Agama yang dianutnya, karena sudah terlalu susah dan lapar, teramat sulit mendapatkan pekerjaan yg layak di Ibukota Negeri Cipratan Sorga dan Zamrud Katulistiwa ini, sudah tidak laku lagi cap jempol di warung Indomie Tetangganya, terjepit keadaan, sementara tuntutan perut Diri dan Keluarganya tidak bisa dikompromikan, maka jangankan Iman terhadap TUHAN, rasa Nasionalisme, bahkan rasa malu dan harga diri TERPAKSA Mereka hanguskan.

    SUBHANALLAH =’(

    saya sudah sampaikan LANGSUNG ke HP Pribadi Pa Jokowi dan O Ahok, Mudah-Mudahan bisa menjadi niatan yang mendalam agar satu tahun ke depan Beliau berdua diberi kemampuan dan SEGERA menjemput Mereka-Mereka yang bertanya dan menanti dengan resah tadi dan BERSUNGGUH-SUNGGUH MEMANUSIAKANNYA.

    mul Jakarta 20 Desember 2012

  2. sambil berdoa, mulai bergerak pembenahan roda birokrasi, dari tingkat RT/RW, Kelurahan, Kecamatan dan Walikota, serta perangkat-perangkat Suku Dinas nya, bangunkan etos kerja melayani masyarakat, tinggalkan mimpi buruk semasa-masa pemerintahan yg lama….maju terus bangun Jakarta Baru, tanpa banyak mengeluh!!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here