Wagub: Disdik Tidak Perlu Banyak Aturan

7
462

Ahok.Org – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, tidak sependapat dengan larangan membawa ponsel ke sekolah yang akan dikeluarkan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI. Sebab, untuk hal kecil semacam itu, cukup pihak sekolah yang membuat aturan tersebut.

“Wah saya enggak tahu (aturan khusus), enggak usah terlalu banyak aturanlah ya,” kata Basuki di areal Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Senin (11/11).

Namun, Basuki setuju jika para siswa tidak diperbolehkan membawa ponsel ke sekolah. Bahkan, di sekolah bagus pun aturan semacam itu sudah diberlakukan.

“Aturan tersebut seharusnya cukup diterapkan di lingkungan sekolah saja. Saya saja mau telepon anak enggak bisa. Kalau mau telepon harus ke sekolah, ke wali kelasnya,” ucapnya.

Sekadar diketahui, Disdik DKI Jakarta berencana menerapkan larangan bagi siswa-siswi untuk membawa ponsel ke sekolah. Larangan ini muncul menyusul maraknya siswa yang menggunakan alat komunikasi untuk melakukan perbuatan tidak terpuji.[Beritajakarta]

7 COMMENTS

  1. Anak saya klas 2 SD dan 4 SD, mereka berdua bawa Handphone ke sekolah, tujuannya supaya saya bisa monitor mereka terutama apakah sudah pulang sekolah dan sampai rumah atau belum. Saya dan isteri dua-dua bekerja.
    Saya mohon ijin utk hal ini ke wali kelas, tidak keberatan, walaupun sebenarnya peraturan sekolah tidak membolehkan siswa membawa handphone.
    Saya kira, perlu kebijaksanaan wali kelas saja, sudah cukup.

  2. anak sekolah dipersilakan bawa HP ke sekolah namun sewaktu masuk lingkungan sekolah silakan tinggalkan HP ke ruang Guru, waktu mau pulang silakan ambil kembali, yg ketahuan nipu, HP disita, dijual, dilelang , uangnya buat membantu anak yg tak mampu atau uang lain2 yg berhubungan dengan kegiatan sekolah siswa-siswi juga, gitu aja kok repot

  3. Dinas Pendidikan betul gak ada kerjaannya, itu mah cukup di tangani oleh sekolah saja, skg ini masalah yg serius adalah penganngkatan kepala sekolah harus pake duit baik yg jalur tes potensi akademik maupun yg jalur GUPRES guru berprestasi semua pake duit sogokan, calonya oknum kepala seksi, oknum pengawas TK/SD ada biaya DP=downpaymen lho, rangkain tes bisa di atur seperti ujian SIM. Oleh karena itu KAPAN LELANG JABATAN KEPSEK ?….kami sdh tdk percaya lagi sama sistem perekrutan kepsek termasuk operator dan penyelenggara tes nya bisa ikut bermain nakal, oleh karena itu gunakan saja pihak ke tiga yg benar2 profesional utk penyelenggara tesnya, tutup celah rapat-rapat oknum nakal, agar calon kepsek terpilih benar2 gratis, cerdas, terampil sehingga bisa memajukan sekolahnya,dan masih ada lagi ketika lulus tes ini si oknum juga sering mintain duit alasannya buat biaya pelantikan seremoni KEPSEK, emangnya Pemda DKI tdk menganggarkan yah?…..

  4. kalo memang untuk komunikasi dengan anak,ngasih Hp nya jgn bagus2…mau komunikasi atau mau pamer ke orang…ketauan anaknya melihat sesuatu yang ga bener baru dah nyesel,,nyesel mah belakangan, kalo nyesel didepan itu mah pendaftaran penyesalan,,,tolong diperhatikan Bapak/Ibu yak…yak…terimakasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here