Terkait Perda Harus BBG…

7
578

Ahok.Org – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, ketentuan bahwa bus transjakarta harus menggunakan bahan bakar gas (BBG) tersebut telah membuat operasional tak efektif. Hal ini terutama terkait waktu pengisian bahan bakar.

Basuki menjelaskan, bus yang menggunakan BBG harus mengisi bahan bakar sehari dua kali. Setiap kali mengisi membutuhkan waktu sekitar 40 menit.

“Perjalanan 40 menit, bolak-balik sudah 80 menit. Itu baru ngisi, belum tambah ngantri. Kalau tambah ngantri bisa 120 menit. Dua jam terbuang sia-sia. Kalau solar sehari cuma sekali ngisi,” kata Basuki di Balaikota Jakarta, Jumat (4/4/2014).

Basuki menilai, banyak pengusaha yang enggan berinvestasi di SPBG karena sistem yang dijalankan tidak menguntungkan mereka. Menurutnya, pengusaha SPBG wajib menjual gas dengan harga Rp 3.500. Padahal, mereka membeli gas dari Perusahaan Gas Negara (PGN) menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat yang nilai tukarnya fluktuatif.

Selain itu, lanjutnya, pengusaha SPBG juga wajib membeli gas sebanyak 900 kubik per harinya. “Sehari mereka harus bisa menjual 900 kubik. Kalau tidak laku, tetap bayar 900 kubik. Kalau laku lebih 900, kelebihannya wajib bayar lebih mahal tanpa subsidi. Siapa yang mau investasi kalau kayak gitu,” ujarnya.

Karena itu, ia kembali menegaskan, lebih baik Peraturan Daerah (Perda) Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Lingkungan yang mewajibkan bus transjakarta menggunakan gas direvisi selama jumlah SPBG di Jakarta belum mencukupi.

“Waktu 2005 kan belum ada solar Euro III, kalau sekarang kan beda. Panggil saja profesor untuk mengukur emisi gas buangnya, pasti sama (dengan gas),” ujar Basuki.

“Saya pernah tanya, apa ada sanksi dibunuh atau digantung di Monas kalau melanggar perdanya, ternyata tidak ada. Ya sudah, ngapain ribut,” tukasnya.

Seperti diberitakan, dalam waktu belakangan ini, Basuki sering melontarkan kekesalannya pada Plt Sekretaris Daerah Wiriyatmoko yang dinilainya menghambat proses penyerahan bus sumbangan dari swasta karena tidak menggunakan bahan bakar gas.

Menurutnya, alangkah lebih baik jika peraturan bus wajib menggunakan gas diperlonggar sampai jumlah SPBG di Jakarta mencukupi pada 2017 mendatang. [Kompas.com]

Ahok Tergiur Bus Tingkat Lokal Bermesin Jerman

7 COMMENTS

  1. Volvo bus articulated di Australia sudah Solar (Diesel) Euro V. Volvo hybrid (solar + electric) bahkan sudah Euro 6.

    Seharusnya Perda 2005 sudah ndak berlaku lagi, teknology sudah berubah banyak sejak 2005.

    • Inilah BAGUSnya kalau PEMIMPIN yg bisa kasi penjelasan yg masuk akal. Benar Pak, siapa yg mau investasi, kl bayar dollar, jualnya rupiah, lalu dipatok mati hrs jual sekian liter. Nga heran Indonesia terpuruk, yg buat peraturan nga pernah mau melihat dari aspek lainnya, tidak pernah mau Bencchmarking, tdk pernah mau membahas bersama dgn operator/pengusaha. Cepat-cepatlah Pak Jokowi jadi Presiden dan Pak Ahok jadi DKI-1, pasti Jakarta dan Indonesia akan lebih cepat maju. Semua negara tetangga sudah JAUH lebih maju dari Indonesia. Terbukti hasil didikan Soeharto, Sutiyoso, Foke…..memundurkan Indonesia dgn ajaran ABS (asal bpk senang), manut-manut, KKN, dll….. sudah cukup!!! Realisasikan JAKARTA BARU menjadi INDONESIA BARU !!!

  2. Pecat semua aja itu anggota DPR, DPRD, DPD. Sayang sekali Indonesia dihuni oleh orang2 yang masih punya pikiran zaman Dinosaurus atau zaman Pitecantropus.

    Makanya Indonesia ga maju2 sebab dihambat sendiri sama anggota DPR, DPRD dan DPD…

  3. ini pasti kerjaan haji lulung dari ppp serta pks bersama golkar, demokrat untuk menghambat di dprd dki, agar rakyat dki menderita karena mereka tidak dapat keuntungan, ayo sikat mereka 9 april ini jangan pilih mereka dan partainya, inga..inga…

  4. Segera realisasikan standart emisi euro V bahkan euro VI, boleh diuji gas buangnya…jangan wacana ato berisik dimedia mulu….copot segera bawahan yg tidak bermanfaat untuk mendirikan kesejahteraan rakyat…

  5. Harusnya pak Ahok lobi pemerintah Jerman untuk bangun stasiun pengisian listrik jadi mobil2 di Jakarta nantinya harus menggunakan tenaga listrik semua seperti di Jerman.

    Kalo ga sekarang Indonesia ga dibangun stasiun pengisian tenaga listrik untuk mobil…. Indonesia akan semakin tertinggal dari negara2 maju

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here