KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » BERITA, DPR, Draft RUU, Komisi II, Komisi II » Naskah Akademik dan Draft RUU Pilkada

Untuk dapat melihat secara lengkap Naskah Akademik dan draft RUU Pilkada dapat diunduh dengan link di bawah ini:

NA RUU PILKADA

RUU PILKADA

  • Share/Bookmark

5 Responses to “Naskah Akademik dan Draft RUU Pilkada”

  1. salam kenal Pak Ahok, sy staf KPU Kota Samarinda. mau nanya apakah draft RUU Pilkada ini yg terbaru ya? trims.

    Reply
    • Betul ini draft terbaru yang diberikan oleh pemerintah, akan tetapi DPR RI mengambil kebijakan untuk sementara ‘memarkir’ RUU ini karena masih ada beberapa RUU yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Terima kasih. Sukses bagi KPU Samarinda.

      Reply
  2. Wah, ini mah naskah akademiknya tidak adil, dari halaman pertama sampai terakhir sengaja diarahkan pilkada yang dipilih langsung oleh DPRD, terlihat dari hasil RUUnya. Kalau kita lihat halaman 38: “Adapun pengertian frasa “dipilih secara demokratis” tidak harus dipilih secara langsung oleh rakyat, tetapi dipilih secara tidak langsungpun (melalui DPRD) dapat diartikan demokratis, sepanjang prosesnya demokratis.” Ini pernyataan yang tidak adil dong, bisa juga dong harusnya dibuat gini: “Adapun pengertian frasa “dipilih secara demokratis” tidak harus dipilih secara langsung oleh DPRD, tetapi dipilih secara tidak langsungpun (oleh DPRD) dapat diartikan demokratis, sepanjang prosesnya demokratis.” Ini juga pasti menutup pinta rapat-rapat bagi calon independen yang idealis. RUU ini pasti sudah diatur oleh oknum-oknum partai yang korup supaya mereka bisa lebih leluasa main duit dan berkorupsi. Huh, mau jadi apa negara ini kalau kepala daerah yang terpilih bukan pilihan rakyat langsung dan mumpuni, tapi hasil KONG KALI KONG politisi korup? Sudah terbukti kan partai itu kerjanya main duit dan tidak becus ngurus negara ini, wong kerjanya cuma ngurus grupnya sendiri, kalau bilang ngurus rakyat itu cuma KAMUFLASE aja!!!! Lihat tuh, rakyat banyak yang mati dan makin banyak yang mau mati. Tampang boleh alim, tapi ngaku bertuhan, beragama, tapi kelakuan iblis, setan, tidak ada hati nuraninya, kerjanya ngerapok terus, singkatnya bisa dibilang mereka bukan manusia. Lebih mudah memanusiakan binatang daripada memanusiakan mereka yang korup. Piye ini Pak Ahok? Berharap orang-orang seperti Anda dan Jokowi yang dipilih jadi kepala daerah supaya ada perubahan di Indonesia ini. Tolong ditanggapi ya bos sebagai komisi II DPR RI.(Kalau perlu bawa komen saya ini ke rapat DPR).Nuwun.

    Reply
  3. ga bsa diunduh pak??

    Reply

Leave a Reply