KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » BALAI KOTA, BERITA, NEWS » Basuki Tolak Copot Lurah Lenteng Agung

Ahok.Org – Desakan sejumlah warga yang meminta Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli, dicopot ditolak mentah-mentah oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama. Terlebih, desakan itu hanya karena yang bersangkutan beragama non muslim.

Basuki menegaskan, Pemprov DKI tidak dapat memberhentikan seseorang dari jabatan hanya sekadar urusan agama. Sebab, keyakinan yang dianut setiap orang bukan merupakan tindakan melanggar aturan.

“Wah, saya kira kita tidak nanganin dia ditolak karena dia agamanya beda. Jadi tidak bisa tolak karena agama itu tidak ada urusan,” tegas Basuki, Kamis (22/8).

Namun, Basuki menambahkan, Pemprov DKI baru akan mengambil tindakan pencopotan maupun pergantian jika lurah tersebut melanggar aturan.

“Kalau dia nyolong, dia tidak mau melayani, ya masalah. Ngumpulin KTP untuk tolak saya juga banyak,” ungkapnya

Ia menegaskan, dirinya terpilih sebagai Wakil Gubernur DKI pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 2012 silam dengan dukungan sekitar 52,7 persen pemilih.

“Berarti ada 40 persen lebih yang tidak mau saya jadi wagub. Ya nggak ada urusan, kita cuma taat kontitusi nggak ada konstituen,” ucapnya.

Sebelumnya, beberapa warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sempat menyambangi Balaikota DKI Jakarta. Mereka meminta Gubernur DKI, Joko Widodo, untuk segera mengganti lurah di daerahnya. Alasannya, Susan Jasmine Zulkifli memiliki keyakinan non muslim dan seorang perempuan.[Beritajakarta]

  • Share/Bookmark

36 Responses to “Basuki Tolak Copot Lurah Lenteng Agung”

  1. maaf kalo boleh di ijinkan hari ini sy mau kritik ke pak wagub.

    Pernikahan Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto seharusnya jangan dibantu mereka kan artis dan punya uang. ini bisa ada fitnahan lagi nantinya.

    untuk senayan pedagang tanaman tetap harus direlokasi. sekarang biarkan dulu mundur 2 m kalo gak ada tempat relokasi. kalo sdh ada baru direlokasi. tar pkl lain (tanah abang) bilang pak wagub pilih kasih. sesuai perda trotoar tak boleh jualan. sebisa mungkin jgn ada bentrok. thanks.

    Reply
  2. weleh..weleh…Bhinneka Tunggal Ika.. harus dpt menerima perbedaan dg sikap yg arif dan bijaksana, sdh bukan jamannya pemimpin yg menggunakan dalil agama untuk mendapat dukungan, maju terus JOKOHOK tegakkan hukum jangan mengikuti keinginan konstituen

    Reply
  3. udah abad 21 dan Indonesia berasas Kebihnekaan masih ada yang kayak gini..lagipula pak Wagub sudah menjadi dasar ikon bahwa Indonesia dimpimpin oleh siapapun dari suku apapun dan dari agama apapun selagi itu untuk menyejahtrakan masyarakat banyak..tidak masalah!..semoga lurah Lenteng Agung tidak di copot..kalo warga mewalan pemerintah turun untuk memberikan aturan tegas kepada mereka yg melawan..karena sudah melanggar UU. maupun UUD maupun Pancasila.

    Reply
  4. Betul Pak Ahok , tahun depan kalau Pak Jokowi Jadi RI 1 , Bpk Jadi DKI 1 , nanti kalau jadi preseden kalau lurah ini di copot gara gara agama , Bpk juga bisa di tolak dengan alasan yg sama.

    Reply
  5. Masih ada juga warga ibukota di Jakarta Selatan yang mempersoalkan jabatan gara-gara agama, betul-betul keterlaluan. Inilah ciri-ciri dari manusia yang bikin masalah sehingga indonesia tidak maju-maju.

    Reply
    • Bung Suseno,orang2 picik yang merasa dirinya ahli surga memang masih bertebaran disekitar kita. Jargon mereka bahwa Jakarta lebih baik dipimpin oleh koruptor akan tetapi muslim masih sering dilontarkan. Sayang memang akan tetapi inilah kenyataan yg harus dihadapi oleh bangsa ini. Butuh kesabaran dan jiwa besar untuk pelan2 merubah pola pikir mereka.

      Reply
  6. Mending lurah Tanah Sereal yg dicopot…kagak becus, makin semrawut tuh jalanan, apalg gang gang sekitar…
    Lurus aje, jl tanah sereal raya, bajaj parkir, bisa 20 an, ngebengkel pula, depan rmh orang….lurus lg, taxi seenaknya. Jalanan sempit pd parkir, jd pool.
    Terus ada juga kafe cagak(warung kopi tepatnye), pengunjung parkir motor seenak jidat dijalan yg sdh sempit….
    Ya, udah gak jaman, masalahin agama.
    Dulu Islam masuk Indonesia jg kagak dgn maksa kehendak…coba maen paksa dulu, bisa2 disikat. Kendali diri, berbuat baik, jd teladan, baru orang bisa melihat ajaran Islam yg sebenarnya..

    Reply
  7. Kalau jawaban itu disampaikan oleh Jokowi akan lebih pas biar gak bisa di plintir lagi.

    Reply
  8. Memang sbaiknya.. idealnya… untuk daerah yang mayoritas suku tertentu atau agama tertentu, dipimpin oleh sosok yang berbeda suku atau agamanya. jadi, keputusan2 yang dibuatnya bukan atas dasar kepentingan kelompok tertentu tapi karna aturan pemerintah & undang2 negara.
    -
    Pak Wagub ambil tindakan ini saya yakin bukan supaya kelak ia tidak terjegal untuk jadi DKI 1 atau RI 1 karna suku dan agama, tapi karna smua harus dilandasi aturan hukum & undang2 negara saja. Jadi kalau warga LA mau gugat lurah baru, ambil argumentasinya berdasarkan pelanggaran hukum & aturan pemerintah yang ada bukan suka2 keinginan pribadi saja.
    -
    Saran saya buat warga LA, mending bapak2 & ibu2 yg di LA bersedia di relokasi ke luar jakarta saja ya. Pemprov DKI sedang membutuhkan banyak lahan untuk melakukan pembangunan kota. bagaimana ? tinggal pilih kota2 satelit-nya Jakarta seperti Tangerang, bekasi, depok gitu. kalau tidak mau diatur, warga jakarta lainnya yang turun merelokasi bapak ibu seperti pemprov lakukan ke para PKL. hehehee… atau kalau mau, sekalian pindah ke wilayah arab. padang gurunnya masih amat sangat luas loh. diharapkan sekali kerjasamanya dari warga LA ya. thanks.

    Reply
    • Cakeeep en nyiksain-sadiz nyindirnya, neng Grace! Top Markhotov!
      Suka baca2 tesis ane yg bikin puyeng itu juga ye? :p hehehe…

      Mari kita lanjutken terus ‘penyiksaaan’ kita selanjutnya! :D
      .
      “Engage!”

      Reply
    • aduhhh … setuju banget idenya, mbak Grace. Btw, Arab lagi butuh banyak TKI dan TKW tuh, kenapa ga ke sono aja, kan malah bisa naik haji gratis daripada bikin sumpek jakarta

      Reply
    • semua agama baik…orang memperoleh jabatan bukan karena agama tapi karena prestasi…. (yang ga baik adalah yang ga beragama)

      Reply
      • pernyataan anda yg pertama (“semua agama baik”), tolong konsultasikan dgn petinggi2 agama (yg fundamentalis lebih baik), maukah anggota mereka pindah ke agama lain seketika dan semau mereka, kan kata anda semua agama baik, jadi ga papa dong misalnya klo orang Islam pindah ke Kristen begitu saja, trus besoknya pindah lagi ke Hindu, begitu seterusnya.
        Atau baca2 lebih banyak di forum2 perang agama spt ini, saya tak pernah melihat statement anda tsb benar adanya, krn pasti ada aja yg ngiklanin lagi bahwa agama mereka lebih baik dari lainnya, baik dgn cara langsung maupun tak langsung.
        Tapi kalau anda tak beragama, anda tak perlu pusing dgn hal2 konyol spt ini, ya toh? :)

        pernyataan anda yg terakhir (“yang ga baik adalah yang ga beragama”), menunjukkan anda condong berpikiran spt kaum fundamentalis agama (agama adalah segalanya, ga perlu pikirin/belajar hal yg laen, apalagi menggunakan logika, gak perlu itu!), tidak cukup menyerang agama lainnya, tapi juga coba2 ikut menyerang kaum yg ga punya urusan sama sekali dgn perang agama mereka.
        Anda pikir dgn beragama anda sudah jauh lebih hebat dari ciptaan Sang Pencipta lainnya? Hmph.. egois sekali jalan pikiran anda… :) Ingat, semua barang2 teknologi tinggi yg anda gunakan, termasuk komputer/laptop/gadget/ponsel anda pakai utk menulis disini adalah buatan orang2 yg anda sebut ‘kafir’/ateis – yg punya waktu utk mikirin hal2 yg butuh logika spt sains & teknologi.
        Saya tantang kaum fundamentalis spt anda utk menciptakan satu saja barang2 hitek spt contoh diatas!
        Saya berani bertaruh, ketika anda berhasil menciptakan satu produk hitek tsb, anda pasti sudah keluar dari pola pemikiran kelompok fundamentalis anda tsb.
        Tak percaya? bukti sudah banyak di dunia (termasuk yg berubah dari fundamentalis jadi ateis/deis), dan anda bisa buktikan sendiri.
        Tolong harap hati2 dgn statement anda yg terakhir sebelum memakai logika anda dgn baik dan benar, anda bisa menyinggung kaum ateis dan deis (yg nyatanya hidup nyaman tanpa terkena atau memusingkan isu2 agama dan perang antar agama spt anda yg pasti akan sulit bersikap netral).
        Oh ya, tolong baca2 Wikipedia (yg ENglish) soal atheist/deist ini kalo sempet ya? Bukan apa2, anda terlihat bodoh sekali mengeluarkan statement provokatif spt itu.
        dan hati2 anda bisa menyinggung kepercayaan2 LOKAL ASLI Indonesia yg anda sebut “penyembah berhala” dan ‘syirik” itu (yg nyatanya hampir ga pernah menggunakan kepercayaan2 mereka sbg dasar utk menyerang kelompok/suku lainnya – sejak agama2 IMPOR masuk ke bumi Indonesia, maka sejak saat itu juga perang antar agama terjadi terus sampai hari ini dgn berbagai alasan pemicu yg aneh2, agamanya impor dari luar tapi setting perangnya selalu di dalam Indonesia – “Persatuan Indonesia sudah diobrak-abrik oleh pertikaian/pertarungan antar agama, itu kenyataannya di lapangan!”, pernahkah anda berpikir sejauh dan sedalam itu? Oh, belum rupanya! Banyak2lah belajar ilmu scr luas, ya pak? Jangan ilmu agama saja…).

        Kedua statement anda diatas menunjukkan anda kurang memakai logika dgn baik. ambil waktu sebentar utk berpikir dgn logika anda yg sudah capek2 diprogram Sang Pencipta sejak lahir dan diberikan gratis tinggal pake (yg jarang dipake sptnya), riset sebentar di internet, trus pikirkan kembali kedua statement anda diatas, bila masih belum berubah, berarti “anda masih belum beruntung, coba lagi” OK? :)

        Reply
        • Maksud Pak Taz, ini sy paham?’ Dan untuk Pe Nganut Agama2 yg Baik Dan sy Hormati: “Ilmu Pelajar An utk/ Didalam arti: Dunia Dan Achirat, ‘Yg di Lihat, di Telusuri> Hati, dan Nurani (Selak Beluk) Men Jalani Ke Hidup An, di Dalam Bina Baik/Ramah Agama/ Ber Timbang Rasa pd Sesama Manusia” “Umat Tuhan Allah.’ ‘Allah cuma ‘ ‘Satu’ yg di nyata Kan Dalam Quran, ‘Tiada Tuhan Melainkan Allah’ ‘Pengikut, Guru2 Besar Nya para Nabi/ ada Guru2 agama Allah Juga Me Ngajar/Me Nurun Kan ilmu Ke Baik An’ Untuk, Umat manusia yg Hidup di Dunia.’ Karena Sewaktu seorang Ibu, melahirkan Bayi, Bayi itu me Nangis, se waktu keluar, dari rahim Ibu nya? Sama semua Bayi menangis, se waktu dilahirkan ke Dunia ini, Maka dari itu apa kah?, Ada?, Umat manusia (Bayi) Lahir yg ter tawa2 senang?” ‘Semua kehidupan manusia di Dunia ini dilahirkan>Tanda: Bayi Menangis.’ ‘ Tuhan Allah Yg Maha Esa, Menandakan pada kita2 semua Untuk Ber Prihatin pd sesama Manusia ( Walau pun berlainan Agama nya) Selama per aturan2 Negara tetap di JunJung/Di Jalan Kan dgn Mar’uah keTuhan an nya.’ Saling Me Melihara dgn tidak mem benci/ Melainkan Kan me ringan Kan, derita hidup.’ Tuhan Allah Bersabda; ”Sayangilah Se Sama Manusia Seperti engkau menyayangi diri mu” klo Kurang tahu, sy Percaya, orang2 yg Percaya pd Agama yg di Anut nya, Ber tukar2 Pikiran,( Pelajari ke Tiga2 ini,dgn kesederhanaan hati: Agama Islam/ Kristen/Buddha ) utk merenungkan kebaikan ajaran Agama2 (kawan2 dalam Seperjuangan mem bangun Negara/Bangsa Indonesia) yg di Anut Oleh se Sama manusia Yg Machluk Tuhan Juga” Karena Agama Itu Kasih, Berkah Allah, Yg Pertama Dan Utama>utk meng Ilhami ke Ber Adaan Ke Tuhanan Yg Maha Esa, Filsafah #1 Bhineka Tunggal Ika.”

          Reply
  9. waduh…kapan kita semua mau maju /ucapan kita bilang sekali merdeka tetap merdeka!!! saudara saudaraku sesosok pemimpin siapa aja,dari kalangan manapun jangan melihat dari segi agamanya,etnis apa,yang penting hatinya bersih,jujur cinta sama warganya. kalau dalam ajaran agama islam yang saya anut tidak boleh saling beda-bedakan suku.bertobatlah kalian, allah akan mengampuni semua dosa kalian.kalian jangan mau diprovokator oleh orang-orang yang ingin memecah belah warga di DKI yang kita cintai ini.mari kita semua melawan provokator, dan kita warga jakarta bersatu mendukung pak jakowi dan pak ahok menuju jakarta baru yang lebih manusiawi.

    Reply
  10. Kalau saya boleh berkomentar, saya masih pelajar 19 tahun yang sedang study business dan business law di amerika, namun keluarga saya semua masih berada di Indonesia. Ada beberapa pola pikir rakyat indonesia yang harus (wajib) dirubah, dari yang awalnya close-minded, menjadi open-minded. Quality kinerja seseorang itu lah yang menjadi utama di dalam sesuatu bidang, namun kalau “kebanyakan” orang indonesia masih mengkritik orang yang bersangkutan hanya karna masalah ras, atau pun agama, saya rasa itu tidak memiliki pikiran yang terbuka. Dan sekali lagi saya tegaskan bahwa Indonesia itu bukan negara Islam seperti negara Saudi Arabia, TAPI Indonesia adalah negara dengan populasi orang Muslim terbanyak. Kalau saya boleh bercerita, dulu roommate saya itu berasal dari Saudi Arabia, dan saya pun punya banyak teman dari berbagai negara. Kemudian, teman saya yang dari Saudi pun bercerita bahwa negaranya tersebut menggunakan Religion Law yang didasari atas Al-Qur’an dan National Law yang didasari atas undang-undang dari suatu negara. Dari situ teman-teman saya dari Saudi pun bercerita, seandainya ada satu orang lelaki yang membunuh satu orang korban. Menurut Hukum Negara, ‘Pelaku’ akan dimasukkan penjara selama 5 tahun dan kemudian dibebaskan, NAMUN menurut Hukum Agama, sesudah pelaku keluar dari penjara, anak dan istri dari pihak pelaku akan ditanya, “apakah anda mau memaafkan suami anda?” dan “apakah anda mau memaafkan ayah anda?”. Dan apabila kedua orang dari pihak keluarga pelaku (ibu dan anak) memaafkan perbuatan pelaku, maka “Pelaku” akan dimaafkan dan tidak ditindak pidana, Namun apabila sang pelaku tidak dimaafkan perbuatannya oleh salah seorang anggota keluarganya, maka “Pelaku” akan dihukum gantung sesuai Hukum Negara.
    Dari sini ada sebuah pengartian bahwa negara kita hanya merupakan populasi umat Muslim terbanyak, namun bukan merupakan negara Islam. Saya personally juga sering mengikuti perkembangan politik, ekonomi, budaya, dan pengetahuan umum dari berbagai negara dengan membaca bermacam2 buku dan article. Terlebih lagi saya sering bertemu dengan orang-orang yang memang sudah pernah terjun di bidangnya. Selama saya belajar di U.S., saya merasakan bahwa kekurangan terpenting banyak orang Indonesia itu adalah hobby membaca pengetahuan dan informasi yang sudah international. Sehingga pola pikir mereka itu menjadi close-minded, dan tidak mau menerima masukan orang lain, padahal kebanyakan orang indonesia itu berdebat atau ber argument tidak berdasarkan source atau sumber. Kalaupun iya, secara Psychology, orang akan membaca sebuah article dimana article tersebut sangat mendukung opini dia sendiri secara personal, namun tidak mau mencerna dan mencari sumber-sumber lain yang berbeda pendapat.Maaf apabila ada kesalahan kata dari informasi yang saya berikan, namun saya hanya memberikan inti dari knowledge saya saja. Thank you

    Sincerely,

    Michael Sibarani

    Reply
    • This article is “RECOMMENDED to Read” for ANYONE!
      “Artikel ini WAJIB di BACA oleh SIAPAPUN!”
      —-
      Sayangnya bro M (Michael), yang bodoh2 tak pernah baca artikel apapun di internet kecuali disuruh pimpinan agamanya (utk baca websitenya dia sendiri, alias diindoktrinasi lagi).
      Kalo semua yg bodoh pada baca artikel2 yg benar dan mencerdaskan scr benar (di internet) dan sadar tindakakannya salah, mana kita temui lagi kebodohan2 semacam ini lagi di Indonesia, tul gak?
      Yg bodoh umumnya tak punya akses internet, kalaupun ada, daripada dipake utk belajar yg benar/bai, malah dipake utk donlod bokep dan maen gem onlen, dah gitu pake bikin perang bacod rasis dan agamis di lobby-chat, lengkap sudah kebodohan mereka ini yg sulit utk di-upgrade, apalagi jika ortu mereka juga sama2 bodohnya – Mandeq Total!
      -
      Coba aja pikirin statement konyol ini: “Yang penting belajar agama dan ibadah rajin2, dapet pahala gede dan langsung masuk surga! Dah cukup!”
      .
      Dgn kata lain, gak perlu belajar apapun lagi selain agama mereka sendiri, sudah merasa paling pinter sejagad koq! buat apa belajar jadi lebih pintar lagi?
      .
      Soalnya kalo kepinteran takut malah cabut/kabur selamanya dari agamanya gituh, kayak ane yg sudah terbebas [pola pemikirannya] dari belenggu indoktrinasi agama dan mulai berpikir rasional/logis scr independen, lepas dan bebas sbg manusia sejati spt kala dilahirkan – sejak bayi dilahirkan sudah dikasih prosesor OTAK lengkap dgn algoritma RASIO/LOGIKA penuntun hidup, bukan barang gretongan/gratisan ini yg seharusnya dipakai sbg penuntun hidup, eh malah repot2 pake ‘membayar’ seluruh hidupnya demi ajaran agama yg dibuat orang lain, yg dipakai sbg penuntun hidupnya serta ‘pakaiannya’ sehari2 – Aneh sekali cara berpikirnya bukan?
      Waktu dan kapling otaknya dihabiskan semua utk program ajaran agama yg dibuat orang lain (dibuat agar mau nurut sama maunya dia, si pencipta agama itu = program indoktrinasi agama), sedangkan program RASIO/LOGIKA super canggih yg diberikan Sang Pencipta utk berpikir scr bebas/independen malah tak dipakai sama sekali, alias nganggur abiz programnya gak kepake (ngapain SP repot2 upload program LOGIKA ke otak kita ye klo gak pernah kepake sama sekali? biarin aja direlease blank tanpa OS iLOGIC, kan ntar bisa tinggal beli+donlod programnya di AppStore.Religion aja koq) – Keren gak tuh! :D

      Yg bikin ane ketawa berat, orang2 fundamentalis religi ini mulai pindah metode dakwahnya ke media internet dan TV, dgn cara me-reverse enginering semua penemuan2 orang sains dan mengaku2 semuanya sebagai penemuan agama mereka, bahwa agama merekalah yg menemukan pertama kali semua penemuan2 saintifik itu spt yg sudah tercantum di kitab suci mereka… WAkakakaka… ROFTLMAO! :D :D :D
      Pemirsa tipi dan internet itu emang semuanya masih termasuk orang2 bego yg masih bisa diindoktrinasi dgn cara ‘dipaksain dipas2in ceritanya’ begituan ya?
      .
      Krn ente sebut2 Arab Saudi, ane jadi inget statement ginian dulu, kira2 spt ini bunyinya (nama disamarkan):
      “Om Uzzie, sudah gak perlu ngata2in kami orang2 kafir/ateis lagi ya? dan tolong jangan pake printer/komputer/laptop/gadget/ponsel kami buat dakwah ya, sudah ketauan banget barang2 penemuan orang2 kafir dan ateis tuh! Arab Saudi aja ngakuin, koq situ malah terus ngeyel? Diliatin gak stiker/tulisan “Made in Kafir/Ateis” di barang situ sebelum dipake? Mentang2 gadget situ bisa nunjukin arah sholat, situ pikir asli “Made in Arab/Islam” ya?”
      LOL banget ane waktu baca postingan/statement ini di forum tetangga awal taon lalu.
      .
      Kadang kebanggaan fasisme sesat akan sebuah status agama membutakan akal sehat seseorang dan membuat malas utk melakukan riset kecil2an, shg membuatnya tampak lebih bodoh daripada orang2 bodoh sekalipun.

      Reply
    • Pendapat sdr Michael Sibarani ada benarnya, tp jangan lupa kita pernah diperintah oleh jaman orba selama 30 tahunan. Saat itu negara memang mengkotak-kotakkan masyarakatnya, mungkin tujuannya agar rakyat tidak bersatu sehingga kekuasaan bertahan lama.
      Sebagai bukti pembodohan rakyat, jika istilah ini benar, dulu malaysia banyak belajar dari kita. Antara lain petronas belajar dari pertamina atau banyak dosen yang diperbantukan mengajar di Malaysia.
      Tetapi jika melihat keadaan sekarang maka posisinya jadi terbalik. Sedih rasanya.

      Reply
  11. sekarang banyak ngaku Islam, tapi perbuatan ga sinkron…jangan-jangan ulah sesama oknum PNS di kelurahan yg jadi provokatornya!

    Reply
  12. Kasus penolakan itu bisa diartikan, misalnya,
    a) karena non-muslim dan perempuan
    b) atau adanya unsur sentimen krn tidak mendpat ‘uang’
    c) mau test / uji karakter pemimpin dki
    d) adanya unsur politis utk memojokkan pemimpin dki
    e) utk menguji kedewasaan warga (masyarakat luas) terhadap sebuah isu agama dan wanita
    f) dilanjutkan sendiri ..

    Jalan keluar,
    pihak terkait, entah intelejen, entah polisi, entah berwenang terkait, dapat menelusuri fakta-fakta di lapangan, utk mencari otak di belakang penolakan ini.

    Pemimpin dki sudah benar mengambil sikap terhadap usulan penolakan itu, dan memberikan alasan jelas.

    Reply
  13. Pada prinsipnya, pemimpin dki selalu menjaga suasana baik utk kelancaran menuju Jakarta Baru dan kota wisata.
    Apabila kelak Jakarta sudah menjadi kota wisata, akan memberikan keuntungan strategis baik secara ekonomi makro dan mikro, strategi pertahanan, dan kehormatan di wilayah Asia Tenggara.
    Hal ini akan memberikan kontribusi yang sangat luas bagi kita Indonesia secara keseluruhan.

    Reply
  14. SEDIH SAYA MELIHAT SITUASI SEPERTI INI,MASIH ADA SAJA SEGELINTIR ORANG YANG MASIH MEMMENTINGKAN KEPENTINGAN PRIBADI MAUPUN GOLONGANNYA,PIHAK LUAR NEGERI AKAN SENANG MELIHAT INDONESIA YANG MAJEMUK MENJADI HANCUR KARENA ISU AGAMA,ITU YG MEREKA HARAPKAN,KARENA DENGAN KEMAJEMUKAN YANG BERSATU AKAN MEMBUAT INDONESIA KUAT,KARENA GAK BISA DISERANG,SEBAB PERTAHANAN KEMAJEMUKAN ITU LAH YANG MEMJADI BENTENG PERTAHANAN INDONESIA,JIKA BHINEKA TUNGGAL IKA HANCUR ,MAKA INDONESIA HANCUR,HAL INI JANGAN SAMPA TERJADI,JADI TOLONGLAH UNTUK BERPIKIR LEBIH JERNIH DEMI ANAK CUCU KITA KEDEPAN. SAAAT INI KEPEMIMPINAN JOKO-HOK SANGAT BANGUS KITA PATUT MEMBERIKAN APRESIASI YANG SANGAT POSITIF UNTUK MENDUKUNG MEREKA BERDUA.

    Reply
  15. Ayo jadikan Jakarta contoh buat seluruh Indonesia agar anti SARA. bereskan semua peraturan, formulir dan berbagai hal lain yang membedakan orang karena SARA. semua harus sama, nggak boleh lagi ada SARA di Indonesia. jakarta bisa jadi contoh

    Reply
  16. ini mah semacam test the water untuk pemimpin diatasnya lagi, maklum menjelang pemilu tahun 2014. sehingga menggunakan issue SARA yang mestinya sudah basi untuk melakukan jegal menjegal. Wahai saudaraku sebangsa dan setanah air janganlah engkau menggunakan agamamu untuk melawan hal hal yang malah tidak mendatangkan manfaat dan sejahtera bagi umat Allah. marikan kita semua rapatkan barisan dan bersatu demi Jakarta Baru dan INdonesia Jaya. Amin

    Reply
  17. aduh kog masih ada yg seperti ini ya, masyarakat model apa itu ckkckckkck bener2 terbelakang kalau ga mau dipimpin seorang wanita dan non muslim pindah tempat aja jangan tinggal disana lagi…gitu aja kog repot….

    Reply
  18. Saya Yakin Pemimpin Jakarta Baru yang sekarang bukan type pemimpin yang sempit pemikirannya tapi karya yang membuktikan makanya DUKUNG terus Kebijakan Pemimpin Jakarta Baru yang Pro Rakyat, Untuk Lurah Lenteng Agung Saya Doakan supaya tetap bersabar dan tetap melaksanakan tugas sesuai konstitusi bukan konstituen.

    Reply
  19. sdh seharusnya badan intelijen melakukan surveillance utk hal-hal seperti ini, jika ada otaknya langsung saja diciduk dan diadili dengan bukti2 yg konkrit, ini justru dibiarkan, lama2 bibit ini tumbuh subur dan akhirnya mengganggu toleransi antar umat beragama. Hal-hal seperti ini biasanya ada satu otak yg ekstrimis, yg lain pada ikut-ikutan (simpatisan). Potong kepala badan ikut mati…

    Reply
  20. ( Ber Dasar Pada Bhineka Tunggal Ika utk Ke Baik Kan Bangsa Dan Negara) (> konstituen, kata kerja<) KONSTITUSI Ke Adilan yang Me RANGKUP Dalam Ke Baik2 An/Per Baik2 Kan. MENYANGKUT PADA HAL2 KEDAULATAN ber Negara utk Ke Pentingan Rakyat Semua.’ ‘ Provokator, (Orang2 yg memutar belitkan issue2 Baik/Ter Tata Rapih) > meng Ombang Ambing Kan, meng Hasut apa yang di Anggap Baik, utk ter Balik.’ Se Baik nya di Periksa, di Simak ulangx2, utk menulis Dan mem baca ratusan lembar Banyak nya arti kata,’ ” Apa itu ‘Provokator?’: Penghasut!’

    Reply
  21. Ini contoh hal bagus utk pencerahan pemikiran orang2 yg belum rasional dan cerdas tapi ingin menuju ke arah sana, Cekidot:
    —–
    http://www.merdeka.com/dunia/penelitian-sebut-ateis-lebih-cerdas-ketimbang-orang-beragama.html
    —–
    Meski ane bukan atheis, tapi deis dan humanis, tapi suka sekali dgn info pencerahan yg mencerdaskan dan rasional ini.
    Di Wikipedia (en.wikipedia jauh lebih lengkap krn site original/asalnya di situ sih) kalian bisa cari soal ilmu filsafat yg adalah ibu dari segala ilmu di dunia ini, termasuk ilmu sains dan ilmu agama. Gak percaya theisme/ilmu agama ‘anaknya’ filsafat? Riset/baca dulu makanya brow!
    Nanti jangan kaget kalau ternyata orang2 yg humanis itu lebih banyak berasal dari orang2 atheis atau deis (menolak faham/tanpa agama tapi percaya adanya Sang Pencipta, tak peduli jumlahnya berapa/dimana) daripada orang2 yg ngakunya taat beragama (search keyword: ‘atheis’/'humanism’) – krn agama memang memecah belah manusia/bangsa dgn mengelompok2an manusia/bangsa ke dalam kelompok agama tertentu (kelompok agamanya lebih diutamakan dulu alias ‘pilih2 kasih’ kelompok dia dulu yg harus dibantu pertama kali, sedangkan humanis sejati takkan peduli dgn hal2 konyol spt itu dan itu sebabnya tak heran humanisme sejatinya didominasi oleh kaum atheis dan deis/sejenisnya di segala penjuru dunia).
    Dan jangan kaget, jika ternyata kalian menemukan bahwa “Buddhism” sejatinya adalah sebuah ajaran filsafat dan bukan sebuah agama, krn tak pernah sekalipun mengajarkan soal Tuhan (yg Satu atau Banyak, tak jelas).
    Jadi versi (agama) Budha yg kalian temukan di Indonesia ajaran2nya adalah versi ‘yg telah disesuaikan’ (klo pake bahasa “HARi2 oMOng KOsong” dulu) agar sejalan dgn GBHN sila pertama PancaSila – krn seorang Budhist sejati takkan pernah menyembah Siddharta Gautam (yg hanya seorang ex raja Hindu yg mencari kebenaran dan kebahagian sejati, dan bukan seorang nabi atau apapun itu), tapi hanya menghormati dan mengikuti ajaran2 filsafatnya agar bisa menemukan kebenaran dan kebahagian sejati (nirvana/nibbana) sama spt dia.
    Tidak ada itu yg namanya Tuhan (yg Esa), surga dan neraka spt konsep agama monoteistik Timur Tengah (agama Taurat, yg diajarkan Musa, dan pecahan2nya: Yahudi/Kristen/Islam).
    Bahkan konsep polytheisme yg dianut ajaran Hinduisme (yg dianggap dimulai konsepnya sejak jaman Romawi/Yunani tercatat dlm sejarah [Hellenistic period], jauh sebelum agama monotheis Timur-Tengah ini dibuat [Christian/Dark-Age period]) juga tak dianut sama sekali.
    Intinya, tak diwajibkan utk percaya dan menyembah Sang Pencipta (percaya silakan, ga percaya juga gapapa – bukan itu yg utama diurusin), apalagi sang Budha itu sendiri.
    Varian2 Buddhism dan campurannya memang banyak saat ini, tapi hampir tak pernah saya dengar bisa membuat ‘perang’ antar varian kepercayaan ini – mungkin krn ajaran utamanya adalah pencarian kebahagiaan dan kebenaran sejati, bukan bertumpu kepada kepatuhan sejati pada ritual2 dan hukum2 kitab suci yg terlalu ‘saklek’ (kaku) diterapkan – saya sendiri ragu kalau ajaran2 Buddhisme ini disebut ‘kitab suci’ (dan ‘dipaksakan’ oleh negara utk disebut demikian), krn spt layaknya ilmu filsafat, akan terus mengalami penyesuaian dgn jaman, dikoreksi oleh pengikut2nya – tak ada yg tak berubah dlm Buddhisme, cukup atau bahkan sangat fleksibel, spt yg kalian lihat dgn banyak versi2nya saat ini di dunia (contoh: Budha Tzu Chi, yg dirasa cukup aneh bisa merangkul kaum Muslim di negri ini [yg sering dihasut kaum fundamentalis agar kembali 'kaku' spt mereka] jadi ‘pengikutnya’, krn mereka hanya belum tahu bahwa Budha/Buddhism bukanlah sebuah agama, tapi hanyalah sebuah ajaran filsafat belaka).
    Mungkin dgn menjelaskan pada bangsa ini, bahwa Budha bukanlah sebuah agama, tapi sebuah ajaran filsafat, orang2 yg senang sekali mengkait2kan masalah Rohingya dgn ‘agama’ Budha vs agama Islam bisa dibuat ‘mingkem’ sementara (krn dia, si perusuh/teroris, pasti akan cari cara lain utk membuat kerusuhan baru lagi diantara orang2 bodoh demi kepentingannya).

    Tadinya ane dah nulis lebih panjang lebar lagi soal ini (“lim N”, 0 -> tesis :D ) agar bangsa ini bisa lebih rasional dan cerdas lagi shg tak mudah dipecah belah oleh urusan konyol spt agama ini (sama spt cita2 idealisme Bung Karno yg tak pernah kesampaian di akhir hayatnya), tapi pikir2 lagi jadi gak jadi, krn saya pikir memang bangsa ini sebagian besar masih belum cerdas dan rasional (kec. 50% lebih sudah cukup cerdas dan rasional stlh melewati masa “kembali dibodohi $oeharto [yg anteknya kapitalis Amerika] 32 tahun lagi, shg setiap orang masih takut kalo dikatain komunis” dan sadar “Like Capitalism, Communism is nothing to be feared of”) – jadi efeknya ujung2nya bisa2 menyerang balik ane tanpa pikir barang bentar dulu (krn kebiasaan bangsa ini yg suka menuduh dan lempar kesalahan kpd orang lain secepatnya, bukan malah refleksi diri sendiri dulu).
    .
    Jadi mending kalian baca aja sendiri deh… jadi gak ada yg bisa disalah2in lagi, salahin aja yg nulis di link itu (dan Wikipedia pusat [EN.] kalo berani). :)
    —–
    “Bebaskanlah pikiranmu, Belajar dan Cerdaskanlah diri sendiri terus tanpa terikat oleh apapun dan siapapun, shg tak ada yg perlu ditakutkan lagi olehmu, apalagi kembali dibodohi lagi oleh orang lain yg bukan siapapun.” – TaZ.SE3/SEEE and “The Rationalists”.

    Reply
    • tesisnya panjang tapi cukup mencerahkan :)
      but, yeah, sometimes i wonder what truly for the religion is.
      saya sendiri beragama (tak perlu disebut), namun kalau saya boleh beranalogi, agama itu sama dengan kemasan, bukan isi.
      Isinya sendiri adalah kepercayaan terhadap kekuatan di luar akal/nalar kita atau yang kita sering sebut dengan Tuhan.
      Kepercayaan terhadap Tuhan, kecintaan terhadap sesama itulah inti beragama. Tanpa melaksanaan inti, agama menjadi useless, kemasan menjadi rusak.
      Well, yah, ini hanya logika dangkal saya.
      :)

      Reply
      • Tulisan anda ‘dalam’ bro L1N, jangan sebut itu cuma logika dangkal, krn saya yakin takkan bisa dicerna baik oleh orang2 sekaliber FPI sekalipun, yg kata mereka sendiri dgn bangganya: “Sangat Paham Ajaran Islam”, tapi menyimpang jauh implementasinya – shg dgn mudahnya bisa dicecar balik oleh ibu R.Sarumpaet dgn sangat ‘elegan dan indah’ menusuk kalbu terdalam bagi siapapun yg mendengarnya.
        .
        Di negri yg katanya demokratis ini, semua boleh berpendapat (tentang) apa saja, selama tidak beriklan/promosi sebuah produk dan menyerang iklan/produk lainnya tanpa kecerdasan/logika sesedikit apapun didalamnya yg rasional – spt halnya anda yg berbicara cerdas dgn logika (yg kata anda ‘dangkal’ itu, dgn maksud ‘merendah’ tentunya :) ), dan kami sangat hargai itu.
        —–
        Berbahagialah kami yg tak beragama tapi percaya adanya Sang Pencipta (deist), jadi tak perlu sungkan2 memberitahu siapa kami tanpa perlu takut kena problem “perang antar agama” lagi. :)
        .
        Cuma kadang kami kasihan dgn rekan kami yg tak percaya adanya Sang Pencipta (atheist), mereka sering jadi barang hinaan dan ejekan dari rekan kami kalangan theist (memiliki agama dan percaya adanya Tuhan), utamanya divisi fundamentalist – seolah2 mereka spt orang2 yg tak punya pegangan hidup saja, tidak normal spt lainnya, shg sptnya wajib dicela/di-bully oleh mayoritas kaum beragama (yg fanatik, dan bodoh tentunya).

        “Agama adalah hal pribadi yg tak perlu dibesar2kan oleh siapapun, jika memang ingin dunia damai sentosa tanpa pertikaian konyol antar agama (yg bisa melibatkan berbagai negara yg tak punya urusan sama sekali dgn negara yg sedang bertikai, tapi ‘dipaksa’ utk ikut serta dalam pertikaian antar agama tsb, hanya karena agama mereka sama shg wajib dibantu tanpa pikir panjang lagi).”
        .
        “Perang antar Ras, Perang antar Agama – dua hal ini selalu jadi topik yg sangat menarik dan menyita perhatian serta energi yg besar bagi semua orang/negara di dunia. Anehnya, Perang antar Logika (antara si Pintar vs si Bodoh dlm tingkat kemampuan memakai program LOGIKA mereka, se-efektif dan se-efisien mungkin) kurang diminati, dan hanya menarik bagi sebagian kecil golongan, kalau bukan anak2 yg lagi senang2nya belajar tanpa dipaksa ortu mereka demi kejar nilai/ranking kelas, ya kalangan sains yg berpikiran terbuka bebas (dimana sains/logika adalah agama mereka), yg umumnya didominasi kaum ateis/deis.
        DAn maaf, debat kusir tidak termasuk dlm kriteria terakhir. Tak perlu logika sedangkal apapun disitu, yg penting skill ngeles super lebay, gede2an nyali, dan gonggongan super keras diatas 125 dB – yg wajib dikuasai utk menang.”

        Reply
  22. sy moeslim,

    mo si islam,kristen,hindu,buda,dll..mo aceh,jawa,papua,dll…mo cewe,cowo…mo gendut,kurus,dll…yg penting dpt menjalankan tugas negara dg baik berdasarkan P A N C A S I L A & U U D ‘ 4 5 !!

    KECUALI ; melanggar hukum,spt nyolong/korupsi, kentut yg bikin org pd mati, dll.

    jaman skg msh bolot aj ente,malu2in Engkong Lenteng luh !

    Reply
  23. hahahahaha…aku seneng banget baca komentar grace..cerdas, tepat, menusuk tapi dgn cara yg sopan..padahal artinya dalam..

    kadang kasian juga sama warga yg masih dibelenggu ikatan primordial baik suku, ras, agama dan gender…salah baca buku, salah tafsir ayat suci, salah yg ngajarin, salah jadi warga negara atau emang bodoh ya

    Reply
  24. Ga Usah punya pikiran sempit kyk gitu, Sekarang sdh 2013′ klo gak mau nge maju in pemikiran br Sama KeMajuan jaman, ente2 ini, mmng mata nya buta? Ga bisa melihat Titik terang warkah dari Berkah? Pelajaran Dunia Dan Achirat yg Imbang.’ Kerja an nye ape sich? Ampe Lurah jg mw’ di gonta ganti?’ Klo lurah nya bencong barangkali ga sesuai,’ Perempuan Kan manusia jg??? Yg Ada keManusiawian Kawan2 Tanah Air, Maju dgn Pikiran dgn tangan ter Buka.’

    Reply
  25. Pilih mana, pejabat yang Korupsi dan Menyengsarakan rakyat tapi sama keyakinannya, atau Pejabat yang bersih, merakyatkan dan mensejahterakan rakyat tapi berbeda keyakinan…

    Pasti pilihan no.1 yang dipilih.. yang penting sama…Itulah rakyat yang tidak berkembang pikirannya, kapan mau maju nya negara ini.

    Reply

Leave a Reply

Spam protection by WP Captcha-Free