KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » BALAI KOTA, BERITA, NEWS » BTP: Semua Sungai Harus Dibuat Dinding Turap

Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom

Ahok – Hampir seluruh lebar sungai di Jakarta menyempit karena pendangkalan dan dihuni warga. Normalisasi sungai juga terus terbentur masalah. Ini solusi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Semua sungai harus di-sheet pile (dinding turap) di tengah kota. Harus sheet pile dan bikin tembok karena lebar sungai sudah enggak cukup,” kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (16/11/2015).

“Kita kalau mau sheet pile perlu ada inspeksi juga kan buat kontrolnya kan. Nah masalahnya orang ribut, lihat saja yang sudah kita sheet pile enggak lama (mereka) bangun WC kamar mandi (MCK) karena memang banyak rumah di situ enggak cocok peruntukannya,” lanjut dia.

Menurut Ahok, pihaknya kerap menemui hambatan setiap kali hendak mengadakan normalisasi sungai. Salah satunya adalah banyak warga yang mengaku sudah menduduki pinggiran sungai dan menjadi arogan.

“Kita punya masalah cuma 1 saja. Jakarta sudah terlambat karena sudah terlalu banyak menguasai lahan. Kamu mau geser orang dia bilang gini, ‘Saya tahun 1970 loh sudah tinggal di sini’. Ada yang dari tahun 1950. Iya tahun 1950-nya kamu dulu belum banjir. Sekarang kan di atas kiri kanan kamu sudah penuh orang. Sungai sudah banyak enggak dikeruk. Misalnya, Cakung Green saja sudah penuh orang. Kita kan mulai tahun ini sama tahun lalu mulai keruk besar-besaran,” ungkap Ahok.

Dia menyebut beberapa oknum di dinas masih mencari celah. Namun tidak sedikit pula dari kinerja dinas yang mulai membaik, salah satunya yang disebut Ahok adalah Dinas Kebersihan DKI Jakarta. “Saya harap tahun 2016 makin bersihlah, enggak ada lagi oknum yang enggak mau kerjain alat berat. Kebersihan lumayan kerjanya,” ujarnya.

Ahok juga berencana ke depannya akan meninggikan jembatan kali yang ada di Ibu Kota karena dinilai terlalu rendah. Setiap kali kali meluap, jembatan-jembatan itu selalu terendam dan kotor. “Jembatan pendek, kita mau tinggiin tapi (kalau sekarang) enggak ada jalan alternatif. Kalau semua ruas tol dalam kota jadi, kita tinggiin. Kalau ditinggiin, airnya naik pas jembatan kan sampahnya nyangkut semua di sana. Ada kayu, batang kayu, kasur dan segala macam nyangkut kalau airnya naik pas jembatan,” kata Ahok. [Detikcom]

Ahok Ingin Turap Sungai di Pertigaan Hek Kramatjati Ditinggikan

Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardana mengaku sudah berkoordinasi dengan Gubernur Ahok terkait genangan air yang sempat muncul di pertigaan Hek, Kramatjati, Jakarta Timur, efek dari hujan semalam di Bogor. Ahok berpesan agar area tersebut dievaluasi.

“Tadi malam saya langsung koordinasi lapor Ahok. Dia (Ahok) minta untuk dievaluasi dan perencanaan untuk peninggian turap sungai yang di sebelah Jalan Raya Bogor,” ujar Bambang di pertigaan Hek, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (16/11/2015).

Dia menjelaskan faktor penyebab pertigaan Hek tergenang air cukup parah. Tak hanya pertigaan Hek, namun genangan juga sampai ke depan Pasar Induk Kramatjati.

Menurutnya, sejak tengah malam, pintu air Pos Depok dibuka penuh. Imbasnya karena dibuka penuh maka aliran sungai dekat daerah Hek tak bisa menampung sehingga meluap ke permukaan jalan raya.

“Pintu air Depok dibuka penuh. Padahal biasanya tidak dibuka penuh. Nah, di sini kena imbasnya, soalnya kan kawasan Hek ini landai turapnya atau tidak ada dinding sungai yang tinggi. Jadi ya langsung meluber,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, genangan air setinggi 30 – 60 cm muncul di pertigaan Hek. Tak hanya pertigaan Hek, genangan air juga muncul sampai depan pasar Induk. Genangan ini karena air kiriman dari Bogor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Nasional semalam sudah mengingatkan tentang potensi banjir di kawasan yang dilintasi Sungai Ciliwung di Jakarta sebagai efek dari hujan deras di Bogor dan sekitarnya. [Detik.com]

 

  • Share/Bookmark

4 Responses to “BTP: Semua Sungai Harus Dibuat Dinding Turap”

  1. Kalau pakai anggaran APBD segera dieksekusi dah proyek sheetpile nya. Kalau wewenang KemenPU, ya biarin aja soalnya ngandalin APBN

    Reply
  2. KALI INI ANE SETUJU…CEPAT EKSEKUSI BOS…JANGAN KELAMAAN OMDO….

    Reply
  3. Pak, sekalian mau usul mungkin bisa berguna. Mungkin ϑϊ bawah sepanjang trotoar dibuatkan bak untuk penampungan dan resapan air, jadi ketika hujan turun ϑϊ jalan, airnya langsung masuk ke bak penampungan ϑϊ bawah sepanjang trotoar itu, baru kalau bak penampungannya penuh, air nya akan masuk ke selokan atau got..Jadi selain bisa untuk mencegah genangan air dan banjir ϑϊ jalan, bisa juga utk menjaga air baku tanah soalnya sayang juga kalo sebagian besar air hujan langsung dibuang ke laut.. Bak penampungan ϑϊ bawah trotoar itu juga bisa buat tempat PLN taruh kabel, Pam taruh pipa, buat fiber optic, buat pipa gas dll, jadi trotoar juga kl sudah rapih engga usah bolak balik digali/dibongkar. Cukup tinggal buatkan tutup baknya ϑϊ bbrp lokasi aja.. Semoga bermanfaat.. Btw semangat terus y㪰°˚ pak.. Pertahankan passion nya buat melayani warga dan semoga bisa lebih sabar dalam menghadapi keluhan warga apalagi keluhan warga yg datang ke balaikota saban pagi.. Trim’s..

    Reply

Leave a Reply