KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » BALAI KOTA, BERITA, NEWS, Video & Audio » BTP Soal Penataan PKL

Ahok.Org –┬áPemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memanfaatkan 15 ribu kios kosong milik PD Pasar Jaya untuk pedagang kaki lima (PKL). Selain itu, Pemprov juga akan mengajak pengelola pusat perbelanjaan modern (mal) untuk bisa memberikan lahan bagi PKL.

Ini merupakan salah satu janji pemerintah Joko Widodo – Basuki Tjahaja Purnama untuk menertibkan PKL di Jakarta. Langkah awal pun sudah dilakukan dengan menggelar pertemuan antara Wagub Basuki dengan asosiasi PKL DKI Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Basuki menawarkan penggunaan 15 ribu kios kosong PD Jaya untuk digunakan sekitar 300 ribu PKL. Menurut Basuki, cara kepemilikan kios bagi PKL nantinya dengan sistem undian yang akan dilakukan langsung oleh asosiasi PKL.

Pihak asosiasi PKL DKI Jakarta menyambut baik tawaran dari Pemprov ini. Namun, Basuki juga menegaskan akan memberi sanksi tegas bagi oknum yang memanfaatkan kios gratis bagi PKL ini.

Selain melalui mekanisme kios PD Jaya, Pemprov juga telah mengajak salah satu mal di kawasan Casablanca untuk memberikan lahan bagi PKL. Mal yang diajak Pemprov itu pun sudah menyetujui rencana ini.[MetroTV]


Video: MetroTV

  • Share/Bookmark

2 Responses to “BTP Soal Penataan PKL”

  1. Pak ahok klo bicara soal PKL itu harus tegas jangan klo 1 direlokasi jangan sampai tumbuh 1000 yang liar lagi. Beri ruang tapi jangan beri kesempatan yang liar menjamur lagi. Simple kan. Dengan kata lain sistem-nya harus jelas dan tegas. Tugas pemprov yaitu memotong lingkaran setan itu dan memberi ruang bagi PKL.

    Reply
  2. sebetulnya kuncinya adalah ketegasan jam main. jam buka dan jam tutup. serta supervisi yang tegas dari kelurahan dan satpol pp area.
    misal : pagi hanya boleh buka jam 04.00 s.d 08.00. 08.05 harus tutup, bersih dan dirapikan kembali. jadi sama” diuntungkan. pedagang, konsumen, dan pemda serta stake holder lainnya.
    selama ini kelihatannya, yang paling berkuasa adalah pedagang. karena mereka tidak pernah dibimbing.
    masa jualan ditengah jalan. dibiarin aja bos. kan jalan raya bukan hanya milik engkongnya aja. milik umum / milik bersama.

    Reply

Leave a Reply