KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » BERITA, NEWS, TENTANG JAKARTA » Soal Pinjaman Bank Dunia, Gak utang, gak pathek-en!

Ahok.Org – Gak utang, gak pathek-en. Itu barang kali prinsip yang dipegang teguh pasangan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) – Basuki Tjahja Purnama (Ahok) terhadap nasib proyek pengerukan sungai melalui Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) yang bakal dibiayai Bank Dunia serta proyek kereta cepat atau mass rapid transit (MRT) yang diongkosi Jepang melalui JICA.

Wagub Basuki mengancam membatalkan bantuan Bank Dunia tersebut jika terlalu banyak persyaratan yang harus dipenuhi, padahal nilai proyek hanya Rp 1,2 triliun saja. Karena, kata Wagub, banyaknya persyaratan itu  tak beda dengan menggurui atau mendikte. Selain masalah persyaratan, yang dipersoalkan Wagub adalah, mengapa waktu pencairan dana pinjaman itu terlalu lama pencairan.

Proyek JEDI kali pertama dirintis oleh Gubernur DKI Fauzi Bowo.  Hingga memasuki bulan kelima Basukii menjadi wagub, dana pinjaman itu belum juga cair. Karenanya, Wagub akan menyurati Bank Dunia agar mempercepat waktu pencairan pinjaman tersebut. Jika tak bisa, Wagub pun mengancam akan membatalkan bantuan pinjaman dari Bank Dunia.

“Waktu lima tahun itu terlalu. Mereka juga mendikte Pemprov DKI harus menjamin hak-hak warganya di bantaran kali, mulai dari ganti rugi. Kita tidak suka kan ngajarin orang yang tinggal di bantaran kali diganti rugi dengan uang,” kata Wagub Basuki di Balai Kota, Jakarta, Kamis (4/4).

Dana salah satu persyaratan diajukan Bank Dunia adalah warga bantaran kali yang bakal tergusur oleh proyek JEDI harus diganti uang. Sebaliknya, Pemprov DKI lebih memilih merelokasi warga bantaran ke rumah susun sederhana sewa, (rusunawa) di tempat yang telah disediakan. Sudah 30 tahun sungai-sungai yang ada di Jakarta tidak dikeruk, padalah tingkat pengendapannya sangat tinggi. Akibatnya, jika hujan lebat dalam waktu yang lama, timbullah banjir.

“Tugas kami adalah menyediakan rumah kepada warga yang belum beruntung punya rumah. Ya kami tidak mau ganti uang. Kenapa Bank Dunia mendikte kami untuk ganti uang,” tutur Ahok kepada wartawan.

Sebelumnya, Gubernur Jokowi menyatakan sebetulnya proyek itu dapat dibiayai sendiri oleh Pemprov DKI. Apalagi, nilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBN) 2013. Nilai proyek itu sangat kecil jika dilihat dari APBD DKI Jakarta 2013 yang mencapai Rp 49,9 triliun. Proyek JEDI juga bisa dibiayai dari  sisa lebih APBD (Silpa) DKI Jakarta 2012. Silpa DKI Jakarta 2012 mencapai Rp 10 triliun.

“Terhadap hal-hal menyulitkan kita harus mulai berani katakan tidak. Seperti perjanjian pinjaman dengan Bank Dunia, saya dapat keluhan kalau syarat pinjamannya rumit dan ruwet. Kenapa rumit banget padahal pinjamannya hanya Rp 1,2 triliun,” kata Gubernur. Jika negosiasi ulang atas proyek itu tak disetujui, yang terjadi adalah harus ada pembicaraan di DPRD DKI untuk membujet ulang anggaran.

Sikap tegas Pemprov DKI tersebut mendapat dukungan dari Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawaty. Anny menyarankan dalam melakukan pinjaman daerah, pemerintah daerah harus menggunakan prinsip pinjaman daerah dilakukan bila dirasakan perlu.

itu, kata Anny, pinjaman itu juga harus dipakai untuk infrastruktur. Karena, pembangunan infrastruktur akan memacu akselerasi pertumbuhan ekonomi. “Karena itu, cari pinjaman yang tidak mengikat. Kalau ada pinjaman mengikat seperti harus membeli barang dari negara peminjam atau kontraktor harus dari mereka, lebih baik dipikir ulang kembali,” tutur Wakil Menkeu.[neraca.co.id]

  • Share/Bookmark

14 Responses to “Soal Pinjaman Bank Dunia, Gak utang, gak pathek-en!

  1. hahahahahah mantab!!!..Ga Pathek’en…suroboyo bangettttt sip…jgn sampai didikte bangsa lain..ora sudi!

    Reply
  2. wah posisi Gub& Wagub DKI bakal makin sulit selain serangan dari lawan politik yg terusik lahan korupnya sudah pasti negara2 “penjajah model baru” bakal menyerang dari segala sudut nahkan bisa membiayai lawan2 politik Duo JB didlm negri untuk menyerang mereka berdua. Bukan rahasia lagi rekayasa demo2, embargo2 bahkan fitnah2 & opini2 yg menyesatkan sengaja dibuat untuk menjatuhkan pimpinan yg tidak mau didekte “negara2″ tersebut melalui antek2nya. Semoga rakyat cerdas & tidak termakan trik “negara” tersebut. Jika bisa maka kita akan benar2 menjadi negara maju. Selamat Berjuang…..

    Reply
    • Gak usah kuatir bro, rakyat yg waras masih sangat banyak. Yg kepingin waras jg banyak. Ada yg macam2 bakal tersingkir nanti. Rakyat bisa melihat keseriusan dan tujuan yg ingin dicapai pak gub dan wagub sangat mulia. Brpihak pd rakyat, jgn main2 dgn rakyat dan kuasa YME. Maju terus duo JB!
      Kita harus bersatu melawan dan mengawal!

      Reply
      • cukup melegahkan pernyataan anda….. Semoga aja demikian .. Kita amati aja bentar lagi kalau ada tokoh atau pengamat sosial (jadi2an) muncul di media2 (berita, tv dll) yg akan membuat pernyataan2 negatif mengenai penolakan kredit bank dunia.

        Reply
  3. Namanya juga bank, apalagi bank di indonesia, rata-rata perilakunya juga seperti rentenir, tidak percaya ? coba cek berapa bunga yang diterapkan per tahunnya, tidak ada bunga yang dibawah 5 %/th, jika SBI nya saja 6,5 %/th.

    Reply
  4. Maju terus pantang mundur, berdiri diatas kaki sendiri

    Reply
  5. Semoga JB dapat mengatasi permasalahan pinjaman ini dengan baik dan tanpa menimbulkan permusuhan dengan siapapun.

    Reply
  6. salam Jakarta Baru,Sudah saatnya rakyat sadar dan taat hukum.Persyaratatan pinjaman Bank Dunia sangat tidak mendidik masyarakat lapisan bawah.jangan terima kalo mendikte terus.Bank Dunia itu Rentenir, mencekik dengan bunga , mencampuri urusan dalam negeri Indonesia dan waktu pinjaman yang panjang dan telah mempersyarat dengan birokrasi mereka yg berbelit2 dan lama dan mempersulit pencairan pinjaman. Masih banyak lembaga keuangan yang lebih baik Bank Dunia, kalo perlu kontak saya nanti saya berikan referensi kepada bapak berdua.

    Reply
  7. lebih baik juga jangan diambil pinjaman itu,memberatkan warga jakarta,pinjaman itu urusannya fauzibowo,jangan biarkan ditanggung oleh duo jb,memang warga ga ikut mikul bebannya,apalagi itu pinjaman sudah dari th 2008 sampai sekarang aja belum cair coba aja dah gitu mau ngedikte lagi,pak gub dan pak wagub jangan digubris pinjaman itu dan jangan jadikan beban untuk warga,dan pikirkan lagi lebih mendalam dan jangan dibiasakan ngutang lagi yg membebankan pak

    Reply
  8. msalahnya harus dibicarakan lagi dengan wakil partai di DPRD DKI Jakarta, mengenai rebudgeting ulang dan itu yg selalu terulang terjadi, hambatan akan muncul dari wakil partai di DPRD DKI Jakarta, lihat aja perkembangannya….?!

    Reply
  9. kumpulan berita Jokowi Basuki
    http://www.jokowido2.com
    silahkan dibaca siapa tau ada yg terlewat dari media lain :)
    kalo ada yg berminat memajukan web tersebut kontak saya

    Reply
  10. kalau cuma minjam ngak harus Bank Dunia kali Pak…banyak kok lembaga keuangan lainnya, atau bisa juga bantuan atau pinjaman dari negara2 OKI kan juga bisa..Lagi pula itukan cuman 1,2 T…ngak ada artinya dibandingkan dengan APBD DKI, batalkan saja pak…itukan gaweannya Pak Fauzi Bowo cs… hitungan 1,2T juga apa benar memang diperlukan segitu biayanya untuk urusan JEDI yang disusun pada masa pak Foke ? Cek ulang aja Pak plan itu, kalau tidak ditambah-tambah oleh Bapak and Team pasti tidak perlu sebesar itu….Salam…Go…JB

    Reply
  11. betul. ada rakyat yang beruntung, ada rakyat yang belum beruntung. diantaranya kebijakan pejabat abdi rakyat yang mengayomi tapi tidak terlalu memanjakan, memberikan kemudahan fasilitas juga harus berusaha, sehingga perjalanan hidupnya membanggakan dan bermartabat. amin.

    Reply

Leave a Reply

Spam protection by WP Captcha-Free