Pengerukan Sungai di Jakarta Gunakan APBD

6
103
Pengerukan Sungai - Foto BeritaJakarta.Com

Ahok.Org – Rencana pengerukan sungai di Jakarta yang merupakan program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI), kemungkinan besar tidak menggunakan dana pinjaman World Bank. Pasalnya, syarat yang diajukan dinilai berbelit-belit, sehingga Pemprov DKI akan mengupayakan anggaran pengerukan lewat APBD.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengakui, syarat yang harus dipenuhi cukup sulit untuk mendapatkan pinjaman World Bank sebesar Rp 1,2 triliun. Sehingga ia berpendapat untuk membatalkan pinjaman tersebut. Terlebih pada tahun ini APBD DKI mencapai Rp 49,9 triliun. “Kalau syarat-syaratnya rumit seperti itu, kita sampaikan tidak perlu pinjam. Kita juga punya duit,” kata Jokowi, di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (28/3).

Dikatakan Jokowi, pihaknya mampu untuk membiayai pengerukan sungai tersebut menggunakan dana APBD. Terlebih pada APBD 2012 saja Jakarta memiliki Sisa Lebih Pagu Anggaran (Silpa) mencapai Rp 8 triliun. “Kalau kita diatur-atur terlalu banyak tidak mau saya. Beda kalau DKI tidak punya duit, tidak apa-apa,” tegasnya.

Kendati demikian, ia memastikan program tersebut tidak akan dibatalkan. Karena kondisi kali di Jakarta memang sangat memprihatinkan sehingga harus segera dikeruk untuk mengembalikan lagi daya tampungnya dalam meminimalisir banjir di ibu kota. “Jika pinjaman dari World Bank dibatalkan, maka anggaran akan dimasukkan pada APBD perubahan atau APBD 2014. Sehingga proyek tersebut bisa tetap dilaksanakan,” ujarnya.

Ia menyebut, pengerukan akan dilakukan di 11 sungai dan 4 waduk yang ada di Jakarta. Dalam pengerjaannya akan dibagi menjadi tujuh paket. Paket I pengerjaan pengerukan Kali Ciliwung-Gunungsahari sepanjang 5,1 kilometer, Waduk Melati seluas 4,90 hektar dan akan diturap sepanjang 1.245 meter persegi, Saluran Gresik sepanjang 2.004 meter dan Kali Cideng Hulu sepanjang 1.260 meter.

Lalu Paket II, Cengkareng Drain sepanjang 8.380 meter dengan pengerukan sedimen lumpur sekitar 1,2 juta meter kubik dan penurapan sepanjang 4.600 meter persegi. Lalu, Kali Sunter sepanjang 9.980 meter persegi dengan pengerukan sedimen lumpur sekitar 379.280 meter kubik dan penurapan sepanjang 1.800 meter persegi.

Paket III, Kali Cideng Thamrin sepanjang 3.330 meter persegi dengan pengerukan 31.420 meter kubik dan penurapan sepanjang 2.570 meter persegi.

Paket IV, Kali Sentiong-Sunter sepanjang 6.359 meter persegi dengan pengerukan 133.140 meter kubik dan penurapan sepanjang 3.865 meter persegi. Lalu, Waduk Sunter Utara seluas 33 hektar dengan pengerukan sekitar 403.060 meter persegi dan penurapan sepanjang 2.500 meter persegi. Waduk Sunter Selatan seluas 19,20 hektar dengan pengerukan sedimen sekitar 46.990 meter kubik dan penurapan sepanjang 1.538 meter persegi dan Waduk Sunter Timur III seluas 8 hektar dengan pengerukan sedimen sekitar 49.720 meter kubik dan penurapan sepanjang 302 meter persegi.

Paket V terdiri dari Kali Tanjungan sepanjang 600 meter dengan pengerukan sekitar 11.210 meter kubik dan penurapan sepanjang 1.190 meter persegi dan Kali Angke Bawah sepanjang 4.050 meter dengan pengerukan 241.800 meter kubik dengan penurapan 1.850 meter persegi.

Paket VI yakni, Banjir Kanal Barat sepanjang 3.650 meter persegi dengan pengerukan sedimen sebanyak 341.320 meter kubik dan penurapan sepanjang 1.190 meter persegi. Lalu, Kali Upper Sunter sepanjang 5.150 meter persegi dengan pengerukan sebanyak 77.900 meter kubik dan penurapan sepanjang 1.850 meter persegi.

Terakhir, Paket VII yaitu, Kali Pakin-Kali Besar-Kali Jelangkeng sepanjang 3.650 meter dengan pengerukan 95 ribu meter kubik dan penurapan sepanjang 2.880 meter persegi. Lalu, Kali Krukut Cideng sepanjang 3.250 meter dengan pengerukan sebanyak 27.260 meter kubik dan penurapan sepanjang 1.658 meter persegi. serta Kali Krukut Lama sepanjang 3.490 meter dengan pengerukan sebanyak 14.150 meter kubik dan penurapan sepanjang 2.400 meter persegi.

Untuk Paket I, IV dan VII pengerjaannya di bawah koordinasi Dinas PU DKI. Untuk paket II dan VI dilaksanakan di bawah koordinasi BBWSCC serta untuk paket III dan V di bawah koordinasi Ditjen Cipta Karya Kemen PU.[BeritaJakarta]

6 COMMENTS

  1. Terimakasih ya Tuhaaan, ada pemimpin yg pinter, ayoo rakyatnya harus malu ya, jgn buang sampah sembarangan lg. pak Jokowi, semoga pelaksanaannya benar ya. Kalo bisa transparan, jd rakyat bisa mengawasi tahapan2 nya. Dan kendala di lapangan, koordinasi dgn polri, terutama gangguan2 dari preman / ormas setempat.

    Lalu drainase2 ke arah kali2 tersebut, harus bersih juga.
    Terimakasih pak!

  2. betul pak pakai APBD sj. sekalipun syarat pinjaman tdk berbelit tetap berhutang dan hutang negara sdh sangat membebani negara dan masyarakat. kreditur pasti punya maksud dg meminjamkan uangnya.
    selamat berjuang dan sukses.

  3. selamat subuh pak, kebetulan saya bukan warga jakarta, tapi sering ke jakarta untuk mengurus pekerjaan saya

    yang saya rasa jakarta gersang dan sungainya bau pak, syukur alhamdulillah semoga proyek ini berjalan lancar

    untuk kegersangan, akankah jakarta memakai sistem green wall / green rooftop untuk gedung-gedung tingginya?
    biar adem gtu pak hehe

    sukses pak jokowi ahok!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here