Basuki Soal Tuntutan Kenaikan Upah Buruh

12
213

Ahok.Org – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sulit mengabulkan tuntutan buruh yang menginginkan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) menjadi Rp 3,7 juta. Menurut Basuki, apabila tuntutan itu dikabulkan, maka akan menambah banyak pengangguran di Jakarta.

“Mereka kalau seperti itu dipecat semua sama perusahaan. Siapa yang mau tanggung jawab, perusahaan mana busa bayar seperti itu,” kata Basuki di Balaikota Jakarta, Selasa (3/9/2013).

Basuki mengatakan, untuk mengurangi beban keluarga buruh, Pemerintah Provinsi DKI akan memberikan fasilitas Kartu Jakarta Sehat (KJS), Kartu Jakarta Pintar (KJP), transportasi murah, dan rumah susun untuk buruh. Pemprov DKI juga akan menaikkan angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Basuki menyebutkan, bagi perusahaan yang tidak mampu membayar buruh dengan standar minimal KHL maupun UMP, perusahaan itu sebaiknya pindah ke kota lain yang UMP-nya di bawah Jakarta. “Coba lihat orang-orang kerja di hotel dan restoran, apakah mereka dapat pas di angka KHL? Enggak, mereka bawa pulang sampai Rp 4 juta dengan KHL kira-kira hampir Rp 2 juta. Angka itu memang untuk lajang,” kata Basuki.

Terkait aksi unjuk rasa buruh hari ini, Basuki mengatakan bahwa siapa saja boleh berunjuk rasa asalkan tidak anarkis. Ia mengimbau kepada para buruh untuk tidak lagi melakukan aksi unjuk rasa yang dapat membuat macet jalan di Jakarta.

Basuki menjamin buruh dapat menemuinya kapan pun. Hari ini Basuki juga menerima beberapa perwakilan buruh. Awalnya, para buruh marah dengan meneriakkan tuntutan-tuntutan mereka di depan Balaikota Jakarta. Namun, setelah diterima oleh Basuki, suasana menjadi tenang dan kondusif.

Basuki menerima buruh sekitar 20 menit di ruang rapat Wagub. Ia didampingi dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Priyono dan menerima segala keluhan buruh.[Kompas]

12 COMMENTS

  1. Saya senang dgn yang ini. Kabulkan saja semua UMP yg buruh mau. Yah mungkin kira2 80% Industri padat karya tutup. Lalu buruh nya yah silahkan cari pekerjaan baru yg mungkin tidak ada. Tapi unsung masih Ada angin Dan Batu utk jd pengganti makanan.

  2. Pesan untuk Koh Ahok:
    Saya 100% tidak setuju kalau UMP dinaikkan lebih besar dari inflasi. Angka 2,2 juta saja sudah terlalu mahal mengingat kinerja mereka yang pas-pasan.
    Tapi yang perlu diperbaiki adalah harga-harga yang kelewat mahal karena ekonomi biaya tinggi (korupsi).
    Di Indonesia semua kebalik-balik. BBM, Motor dan Rokok yang seharusnya mahal dibikin murah. Sedangkan sembako, ongkos transportasi umum, pendidikan dan hasil pertanian yang seharusnya murah malahan mahal.

  3. Ckckck.. Sally jahat sekali Anda bilang kinerja mereka pas-pasan.. Mereka bekerja keras, tiap tahun panas2 terjemur demo minta naik UMP.. Tiap bulan kerja utk bayar serikat buruh supaya ada yg dukung. Yah kita hitung sendiri deh misalkan 1 buruh bayar iuran 50rb sebulan Dan seluruh Indonesia Ada 10jt buruh, yah kira2 itu serikat Ada pandapatan brp sebulan Dan yg makin kaya siapa? Buruh tidak dpt apa2 dgn membayar iuran, uang itu jamin 100% jatuh ke tangan oknum tertentu.

  4. UMP naik… pengen sih… tapi kalau kenaikan UMP dapat Memicu Inflasi kebutuhan Pokok dll sama aja bohong. mungkin sebaiknya Pemerintah dapat menstabilkan ekonomi agar tidak terjadi inflasi. tapi bukan berarti Stabilnya ekonomi dengan memberi subsidi sana sini.
    subsidi hanya mencagah kehancuran sementara…

    Mungkin saatnya negara indonesia meng embargo negara sendiri biar lebih mandiri… dan berani mengatakan tidak untuk setiap tawaran uluran tangan negara lain. agar tidak tergantung dengan negara lain.

  5. Maaf saudara Budi,

    Apakah anda pernah bekerja di luar negeri (yang bukan negeri islam)? Atau pernah meninjau pabrik atau toko retail di luar negeri?

    Kinerja pegawai/buruh di indonesia dengan luar negeri bedanya jaaaaaaaaaaaauuuuh seperti bumi dan langit.

    Di indonesia pekerja toko kerjanya bengoong bengoooong bengooooong. Pernah ke hypermart atau pasar swalayan kecil di luar negeri? 1 orang bisa jaga toko, meresupply barang yang terjual, bersihkan ruangan.

    Di indonesia… 4-6 orang. Kerjanya hihi haha.

    Di pabrik pun sama. Tapi di pabrik ukurannya sudah lain. Selain kecepatan ada masalah build-quality dan berapa bersih hasil kerja mereka.

    Jangan bilang dan bandingkan kinerja buruh indonesia dan luar negeri. Bisa memalukan diri sendiri.

    Untuk memperbaiki keadaan, kenyataan harus dihadapi. Bukan masalah jahat atau tidak. Negara dan rakyat tidak mungkin terus melayani pengemis, karena uang bukan tumbuh dari pohon. Lama lama juga habis.

    Keterampilan buruh harus ditingkatkan, dan otomatis gajinya pun akan naik sesuai kemampuan buruh.

    • Ber mula, menolong diri Dasar diri, mau meng ubah> Me Ngolah Tenaga/ Daya Pikir/ Mampu/ kreativ: Giat/ Ulet/ Rajin/ Sabar…
      “Pemodal yg buka usaha, ada ke untung an dari tenaga kerja trampil.’
      Pemodal ada untung,’ yg kerja (harus ke bagian) klo gak untung pengen gaji lebih,’ ‘yah bankrut!
      Ekonomi Maju, ‘Ter Tolong dari Toleransi usaha Gotong Royong.’
      “Rukun/ Rajin/ Ber Disiplin/ Tata-Tertib/ Kerja-sama yg Baik/ (Ber Toleransi) Saling Paham Me Mahami’
      ‘Ber Guna Baik Utk “Negara/ Bangsa Dan Masyarakyat”

  6. hahaha..liat aja ntar. yang ada malah investor kabur, perusahaan tutup, PHK besar-besaran lalu perusahaan lebih memilih menggunakan tenaga mesin otomatis dengan sedikit tenaga kerja..berpikirlah kedepan

  7. Saudara Tomat, masalah kinerja buruh Indonesia jgn dibicarakan. Dikalangan pengusaha sudah pada tau 1buruh china = 3 buruh indonesia.. Jd setujuin Aja itu Kenaikan Upah. Cuma 2 kok hasilnya. 1. PHK masal, atau 2. Semua barang ikut naik 50%. Perusahaan disuruh angkat kaki? Lg mimpi Kali. Ga Akan terjadi itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here