Jokowi Jawab ‘Keluhan’ Presiden SBY

20
333

Ahok.Org – Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo angkat bicara terkait sindiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang menyatakan persoalan kemacetan di Jakarta merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Jokowi mengatakan, kemacetan di ibu kota tidak hanya tanggung jawab pemerintah daerah saja, tetapi juga pemerintah pusat.

Dikatakan Jokowi, untuk mengatasi kemacetan pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus sama-sama berperan. Keduanya harus saling bersinergi untuk mencari solusi yang tepat. “Itu urusan pemerintah daerah dan urusan pemerintah pusat. Dua-duanya harus kerja bareng,` tegas Jokowi, Selasa (5/11).

Menurut Jokowi, sinergi perlu dilakukan mengingat sebagian jalan utama serta beberapa jalan yang berhubungan dengan daerah lain juga menjadi kewenangan pemerintah pusat. Selain itu, pemerintah pusat juga pembuat kebijakan yang nantinya diterapkan di daerah. “Misalnya yang lain, bagaimana membangun transportasi yang terintergrasi antara Jakarta dan lainnya, yaitu Otoritas Transportasi Jabodetabek (OTJ), harus pusat itu,” ujarnya.

Kendati demikian, dirinya menilai, sejauh ini pemerintah pusat mendukung apa yang menjadi kebijakan pemerintahannya di Jakarta. Namun, saat ditanya soal kebijakan mobil murah oleh pemerintah pusat, Jokowi tertawa. “Pemerintah pusat mendukung,” katanya.

Sebelumnya, Presiden SBY mengatakan, seharusnya kepala daerah setempat bertanggung jawab soal kemacetan. Pernyataan SBY dilontarkan seusai mendapat keluhan dari pejabat tinggi negara lain soal kemacetan di Jakarta yang cukup parah.

“Yang harus jelaskan gubernurnya, wali kotanya. (solusi dari kepala daerah) Begini Pak, konsep kami. Pemerintah pusat bisa membantu, memberikan kemudahan-kemudahan. Efeknya kan banyak sekali macet 3 jam, 4 jam,” ujar SBY. [Beritajakarta]

Jokowi: Macet Itu Urusan Daerah dan Pusat

20 COMMENTS

  1. Kalau SBY memang menjawab demikian (tanggung jawab kepala daerah SAJA) kepada pejabat tinggi negara lain apa tidak ditertawakan dalam hati oleh mereka.
    Jakarta itu Ibukota Jakarta Raya atau RI???

    • ha3x…Jakarta itu Ibukota RI apa kota Betawi doank, ya? ihik2x…
      kok Ahok aja njelasin ama anak TK (dolan2x)segamblang gitu…..(ulun jua bru mangarti)
      jadi inget paribasan jawa….tapi kada tega nulisin….

  2. Semoga saja SBY dalam masa persiapan pensiun sebagai Presiden Indonesia, semakin menunjukkan prestasi dan keberhasilan menyelesaikan masalah di Indonesia. Bukan semakin menunjukkan ketidakmampuannya membuat Indonesia lebih baik dan melempar tanggung jawab kepada setiap gubernur di daerah serta melakukan strategi politik yang buruk.

  3. Syukurlah dulu aku gak milih dia. Aku suka pemimpin yg bertanggung jawab, yg sadar akan kewajibannya dan tugasnya sebagai RI 1, yang sadar yg gaji dia seluruh rakyat indonesia, yg sadar dia tinggal di jakarta, yang punya lesadaran seperti nakhoda kapal, yg terakhir tinggal di kapal disaat semua penumpang dan crew hrs diselamatkan.

  4. “kemacetan jalan2 di Jakarta, alami, masalah,’komunikasi’
    ‘bukan sulap bukan sihir’
    untuk, kurangi kepadatan macet, masalah bersama.”
    pribadi2 yg mau mendiskusikan ‘cari jalan keluarnya, sama2’
    masalah pribadi2 ‘wong kabeh’ ter cipta ,
    “sejauh mana..kerja sama pengemudi-penanggung jawab utk ber pikir, usahakan boleh kah?” Berpendapat, jalan2 raya menjadi kurang macet?” Semoga ada kebijaksanaan.. “para pengemudi peduli macet”

  5. apa “istimewa” nya pemprov DKI Jakarta, kalau masih banyak kewenangan urusan transportasi, urusan bantaran kali, urusan tanah masih dipegang erat-erat pemerintah pusat qq Kementrian-Kementrian….. 🙁

  6. Demikian diutarakan, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo menyampaikan pernyataan presiden di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/2/2011). Fauzi mengatakan, presiden mengakui penanganan kemacetan tidak hanya dititikberatkan kepada gubernur dalam hal ini Pemprov DKI.

    “Bahwa itu juga menjadi tanggungjawab pemerintah pusat,” jelas Fauzi seraya menyampaikan pernyataan presiden.

    kalo gubernurnya dari partai demokrat Sby bilang gitu. kalo ga kenapa bisa pikun nyalahin jokowi. presiden kita mencla mencle lambene

  7. Ha.. ha.. kemaren si lulung drpd udah.. gamawan udah.. nah.. sekarang RI 1 yg blon.. ahok ud sewot abis tuh..
    sikat jek..atau ud lebih jinak ya..
    kebanyakan urus partai, pas urus negara malah koplak..

  8. SBY nggak nyadar bahwa Kementerian kerjanya itu dikoordinasikan oleh Presiden. Dia pikir jadi Presiden itu cuman seremonial aja kali kaya monarchi Inggris dan Monaco. Pikir-pikir Pak Harto jauh lebih pinter dari dia, dulu ada Bina Graha, dimana semua Menteri musti mempertanggung-jawabkan kerjanya. Logika kayak gitu gimana bisa ketahanan pangan terwujud, emangnya semua jalan sendiri setelah dia pidato.

  9. saya setuju sekali dengan jawaban jokowi. bahwa ini tanggung jawab pusat dan juga daerah. bukan hanya tanggung jawab daerah saja. Harusnya pemerintah mengerahkan semua daya upayanya, kementrian, departemen dan juga TNI polri untuk membantu mengatasi masalah yang ada di jakarta. termasuk kemacetan. bukannya malahan mengeluh. Pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang bisa mencarikan jalan keluar, bukan pemimpin yang suka mengeluh

  10. weleh weleh, ambil juga sisi positifnya dong. kalau kita bisa melihat sisi positif dari hal yg negatif, kan namanya kecerdasan kita bertambah! coba renungkan yg ini :

    peristiwa ini, memberi pelajaran pada kita, memberi sebuah paparan yang gamblang tentang apa yang harus kita lakukan pada pilihan berikut n berikutnya. siapa yg pantas dipilih utk tujuan yg bagaimana? dan bagaimana agar pilihan itu sampai sasaran (tidak belok, kalau perlu ya dikawal, yg dikawal adalah prosesnya dan diri kita sendiri, jangan sampai bisa dibelokkan juga).

    hasilnya, harmonis/keseimbangan positif/negatif akan tercapai, masyarakat akan lebih damai hidupnya, lebih cerdas, dan yang terpenting, segala sesuatu upaya/usaha, tak peduli lahir dari niat baik or buruk, akan selalu mendatangkan kebaikan.

    salam,

  11. Oom sak, plester yg di “corong bicara” nya selalu diganti rutin kan? or hanya disemprotin parfum? soalnya belakangan ini rutin datangnya!
    apa ya artinya? (if any). pls. tq.
    salam,

  12. Bila yg mengatakan ini adalah gubernur daerah lain itu wajar, tapi bila yg ngomong itu presiden, maka itu dah ngak tepat dan ngawur, DKI adalah ibukota, mana bisa pemerintah pusat lepas tangan, keterlaluan, untung tinggal 1 th, bisa muntah darah dg kondisi bangsa dan pemimpin seperti sekarang. Sangat tidak pro rakyat dan mementingkan kepentingan sendiri dan golongan.

  13. kok kalimatnya beda dengan yang di kompas, disana dikatakan jokowi menganggap pemerintah pusat membantu pemprov DKI dalam segala hal kecuali kemacetan di Jakarta. Kalo di sini cuma ketawa .

    maap tiba2 susah dicari berita di kompas itu jadi gak bisa kasih link. cari dgn judul tanggapan jokowi tentang pernyataan SBY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here