Saluran Air yang Tersumbat Kabel Mengalir ke Kali Krukut

3
384

Ahok – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan hingga hari ini kulit kabel yang berhasil diangkat dari saluran air Jalan Medan Merdeka Selatan mencapai 17 truk. Kabel-kabel tersebut menutup saluran yang mengalir ke Kali Krukut.

“Kami sudah serahkan urusan itu polisi. Sekarang sudah diangkut hingga 17 truk. Tapi yang jelas, kulit kabel ini menutup saluran yang mengarah ke Kali Krukut,” kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (3/3).

Basuki ingin mengetahui apakah kabel-kabel tersebut sisa dari temuan pada 2014 lalu, atau memang baru dibuang olah orang yang tidak bertanggung jawab.

“Kami mau dengar laporan saja. Kabelnya kan yang pasti 2014 sudah ketemu. Saya nggak tau apa sisa 2014 apa memang yang baru. Secara logika, kalau kabel yang ada terkelupas, kemudian orang pasang kabel baru pun, tidak sebanyak itu jumlahnya,” kata Basuki.

Namun jika memang ada orang yang sengaja meletakan kabel tersebut, belum bisa diketahui motif dan waktunya. Temuan kabel tersebut setelah adanya genangan yang terjadi di Jalan Medan Merdeka. Padahal kawasan tersebut harusnya tidak tergenang karena saluran yang sudah baik.

“Saya kaget Medan Merdeka Utara tenggelam. Dalam pikiran saya ngga ada Istana tenggelam. Selama Waduk Pluitnya, Pasar Ikan, dan Gunung Sahari oke. Saya pikir kenapa tenggelam ya? Terus saya pikir apa salurannya tersumbat? Makanya di cek. Ternyata ketemu (kabel),” tandasnya.

Saat ini Basuki masih menerima Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mujiono untuk membicarakan masalah penemuan kabel tersebut. [Beritajakarta]

3 COMMENTS

  1. Selamat malam pak ahok,
    Sekedar sumbang saran, utk mengungkap siapa yang membuang kulit kabel ke saluran air di medan merdeka selatan.
    bapak iming2 saja para sopir truk yang mendapat order membuang kulit kabel itu dengan uang misalnya:
    Siapa yang bisa memberi informasi ttg hal ini sy kasih 100jt
    saya yakin pasti ada yang mau berbicara, tp bapak rahasiakan identitasnya.

    demikian sumbang saran saya selaku warga dki yang cinta pak ahok.

    wassalam,

    Asep i

  2. gw rasa ini modus korupsi baru nga ya???…markup proyek, tdk butuh kabel sebanyak itu tapi dianggarkan, kalau dicek memang benar anggaran dgn bukti fisik pembelian kabel, lagipula setelah dipasang kabelnya siapa yg mau ukur… sebenarnya kabel yg dipakai tidak segitu banyak, sisanya disembunyikan di gorong2 pelan2 dikupas dan diambil tembaganya..1 kg 50-60ribu kalau dibiarkan di atas kan kentara banget, jadi pelan2 dikupas, digergaji, sisa kupasannya dibiarkan di gorong2…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here