BPKP Dorong DKI Maksimalkan Penyerapan Anggaran

6
175

Ahok – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DKI Jakarta mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk memaksimalkan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi DKI Jakarta, Bonny Anang Dwijanto mengaku sengaja menemui Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, agar Pemprov DKI Jakarta memanfaatkan sisa waktu untuk memaksimalkan penyerapan anggaran.

“Pertemuan kaitan dengan penyerapan anggaran agar lebih difokuskan lagi. Karena penyerapan anggarannya kan belum terlampau besar,” kata Bonny, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (15/9).

Salah satu saran yang disampaikan yakni terkait penghitungan harga satuan. Dirinya menilai harga satuan yang ada di Jakarta masih terlalu rendah. Sehingga beberapa kegiatan tidak dapat terealisasi.

“Ada beberapa hal, terkait dengan standar biaya komponen, banyak pelaksanaan barang dan jasa masih di bawah standar sehingga tidak terealisir dan menjadi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa),” ucapnya.

Dia menyampaikan agar harga satuan untuk APBD 2017 mendatang bisa disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi. Sehingga proses pengadaan barang dan jasa bisa lebih maksimal lagi.

“Bagaimana caranya agar pengadaan barang dan jasa ini bisa berjalan, supaya harga satuan bisa memadai, sehingga saat pelaksanaannya tidak mengalami di bawah harga yang ditetapkan tahun 2017,” tandasnya. [BeritaJakarta]

6 COMMENTS

  1. Semoga kerjasama dengan BPKP sekarang berjalan dengan baik transparan dan terbuka, semoga lebih baik dari yang sebelumnya (BPKD). Ada Pak Heru Budi Hartono sejuk banget melihat beliau, sosok yang selalu dan tetap profesional reliable well-grounded dan prudent. Sangat berbeda dengan Sekda yang penuh intrik dan vested interest!!

    • BPKD harap mencermati dan mengamati dan mengikuti terus si Blesmianda dengan pengadaan barangnya dan mungkinkan dia dipenjara, yang mengulur pelelangan sampai 3 tahun, penjarakan si Bles!

  2. Baru dengar seluruh videonya GOKIL abis ide Gub yang breaking, nah ini harus jadi tema kampanye, jelas kan programnya. Ayo TA dan Nasdem, Hanura dan Golkar, menyimak dan langsung kerja kerja kerja.

  3. Astaga jadi itu uang untuk pembelian lahan Kedubes Inggris masih belum dibayar juga, gila. Bukannya pada kesempatan lalu Pak Heru mengatakan sudah dibayar, apa nyantol entah dimana lagi?! Gila betul apa engga malu yan sama Mr Moazzam Malik yang selalu simpatik itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here