Ahok: Sistem e-Budgeting Baik Jika Tak Ada Niat Maling

0
124

img-20190925-wa0007BTP – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengomentari sistem e-budgeting yang dinilai bermasalah oleh Gubernur Anies Baswedan. Menurut Ahok, sistem e-budgeting berjalan baik jika tidak ada niat melakukan korupsi.

“Sistem itu berjalan baik jika yang input datanya tidak ada niat mark up, apalagi maling. Untuk mencegah korupsi, hanya ada satu kata, transparansi sistem yang ada,” ucap Ahok saat dihubungi, Kamis (31/10/2019).

Diketahui, sistem e-budgeting pertama kali digagas oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Saat itu, Ahok menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Ahok pun menyebut banyak orang saat ini sudah mengerti e-budgeting. Dia juga tidak mau berkomentar lebih jauh.

“Ternyata banyak (yang) sudah viral, orang-orang yang pintar dan tahu sistem e-budgeting. Kalau aku sudah lupa mungkin kelamaan belajar ilmu lain di Mako Brimob,” kata Ahok. [Detik.com]

 

Ahok: e-Budgeting Buat Semua Orang Tahu Anggaran Pulpen, Aibon, sampai UPS

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menyebut ada keuntungan dari sistem e-budgeting yang dikritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sistem itu membuat publik bisa mengetahui kejanggalan anggaran.

“Aku sudah nggak mau komentar, sudah lupa. Yang pasti karena e-budgeting, semua orang mau tahu pengeluaran uang APBD DKI, bisa dapatkan data dari pembelian pulpen sampai Aibon, sampai UPS (uninterruptible power supply),” kata Ahok saat dihubungi, Kamis (31/10/2019).

Bagi Ahok, sistem itu akan bermasalah jika ada niat korupsi sehingga mereka bisa menaikkan anggaran hingga menghasilkan anggaran yang aneh.

“Sistem itu berjalan baik jika yang input datanya tidak ada niat mark up, apalagi maling. Untuk mencegah korupsi, hanya ada satu kata, transparansi sistem yang ada,” ujar Ahok. [Detik.com]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here