KEADILAN     UNTUK     RAKYAT                 BERSIH     TRANSPARAN     PROFESIONAL    
Home » BERITA, NEWS, Tentang Ahok » “Ayo Berpolitik” – (Surat dari & untuk Pemimpin)

Ahok.Org – Anak muda harus berani berpolitik. Lebih jelasnya, generasi muda harus berani menjadi politisi. Politisi seperti apa? Politisi yang jujur, bersih dan melayani. Politisi yang berjuang untuk keadilan sosial.

Ada banyak orang yang tidak suka berpolitik tapi suka mengkritisi dari luar. Harus diingat bahwa politik adalah pilar utama perubahan. Berpolitik adalah keharusan. Mengkritisi dari luar sangat baik, tetapi masuk dan berjuang di dalam sangatlah penting dan krusial.

Hari ini kita tahu bahwa pada umumnya politisi yang seharusnya menjadi pelayan sudah budek atau tuli. Mereka bukannya tidak tahu soal kesusahan rakyat tetapi tidak peduli untuk tahu.

Maka sudah saatnya kita yang tidak nyaman dan marah akan situasi ini masuk dan melawan.

Banyak orang berpikir untuk berpolitik, bahkan sudah masuk. Sayang, kebanyakan mereka hanyut terbawa arus budaya politik. Oleh karena itu kita memerlukan orang-orang yang punya hati nurani untuk berpolitik.

Memang betul politik Indonesia hari ini semata-mata untuk kekuasaan dan bukan untuk rakyat. Ini karena orang yang punya nurani dan keberanian di dalam sangatlah sedikit. Jadi politik Indonesia butuh generasi muda yang punya nurani dan berani mempertahankan nuraninya apapun harganya.

Bagi saya pilihannya sangat sederhana. Masa depan negara ini dan nasib ratusan juta rakyatnya ada di tangan-tangan anda semua. Jika generasi muda tidak berani, tidak bersedia berpolitik, tidak bersedia mempertahankan kejujuran, maka mimpi tentang Indonesia dalam visi para pendiri negara hanya akan menjadi mimpi belaka.

Sebaliknya jika teman-teman berani mengambil langkah radikal, berani berpolitik dengan keberanian dan kejujuran, maka Indonesia ke depan akan menjadi bangsa yang besar dan disegani dengan rakyatnya yang makmur sejahtera.

Berpolitik dengan keberanian dan kejujuran tentu susah-susah gampang. Akan ada banyak godaan, tantangan dan ancaman. Tetapi suara hati adalah modal utama dan sulit digoyah. Pilihan ada di tangan anda. Semoga anda memilih dengan bijaksana.[*]

Tuhan memberkati.

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

* Tulisan ini terdapat di Buku Berjudul: Menjadi Indonesia –  Surat dari & untuk Pemimpin (Tempo Institute)

  • Share/Bookmark

43 Responses to ““Ayo Berpolitik” – (Surat dari & untuk Pemimpin)”

  1. SAK , tolong di sampaikan ke Pak Ahok , jangan jadi Black Campaign nantinya , kalau ga bener ya paling tidak pak Ahok sdh ada data pembelaan.

    Imam Supriadi (cari di Facebook)
    SAYA SUDAH PERNAH MEMERIKSA PENGELOLAAN KEUANGAN KABUPATEN BELITUNG TIMU SEWAKTU AHOK MENJADI BUPATINYA PADA TAHUN 2005. BAGAIMANA MENURUT ANDA ATAS HASIL AUDIT SAYA INI? INI DATA DAN FAKTA TAK TERBANTAHKAN.. APA KERJA AHOK WAKTU ITU..KOK BERMIMPI MEMIMPIN DKI JAKARTA.MIMPI KALEEE YEEE…..HEHEHEEEEE….

    REALISASI PENDAPATAN DAN BELANJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KABUPATEN BELITUNG TIMUR TIDAK TERCATAT DALAM KAS DAERAH SEBESAR Rp664.210.260,00.

    KONDISI
    Berdasarkan Surat Berita Acara Serah Terima Nomor 02/BA/ASSET/V/2005, bahwa pada hari Senin tanggal 24 Januari 2005 Pemerintah Kabupaten Belitung telah menyerahkan kepada Pemerintah Kabupaten Belitung Timur berupa Personil, Perlengkapan, Pembiayaan dan Dokumentasi (P3D) Perusahaan Daerah Air Minun (PDAM) Kabupaten Belitung yang terdiri dari PDAM Cabang Manggar, PDAM Cabang Kelapa Kampit dan PDAM Cabang Gantung.
    Atas penyerahan tersebut, Bupati Belitung Timur menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2005 tanggal 4 Oktober 2005 tentang Penyerahan pengelolaan Air Bersih dan Aset-aset Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kepada Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah dan Perhubungan.
    Dengan demikian eks Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ……………………….

    ————–
    SAK/Aok.Org : JAWABANNYA JELAS: Basuki T. Purnama dilantik sebagai Bupati BELTIM tanggal 3 Agustus 2005 –> …….. (Berdasarkan Surat Berita Acara Serah Terima Nomor 02/BA/ASSET/V/2005, bahwa pada hari Senin tanggal 24 Januari 2005), jelaskan?

    Reply
    • hehehe ini udah lama bro disebarinnya …., tp thx yaa

      dan jawabannya adalah: Basuki T. Purnama dilantik sebagai Bupati BELTIM tanggal 3 Agustus 2005 –> …….. (Berdasarkan Surat Berita Acara Serah Terima Nomor 02/BA/ASSET/V/2005, bahwa pada hari Senin tanggal 24 Januari 2005), jelaskan?

      Reply
    • Berita macam begini, buanyak beredar saat pilgub dki lalu, dan pepesan kosong. Rasanya gak susah buat dpt beritanya deh, penjelasan hal2 begini. Apa pula hubungannya dgn buku pak Ahok ini.
      Saran saja, diDelete saja Sak, biar esensi berita buku nya gak rusak..

      Reply
      • mas wirss ane setuju….tjahja tu pasukan nasi bungkus anak buahnya si rakus alias si tikus…mending delete biar gak nyampah

        Reply
        • Jangan di hapus lah, biar “otak udang” kalo punya keMALUan sadar diri isi otaknya, tapi kalo cuma demi nasi bungkus, ya biar emaknya yang meratap, punya anak cuma sampah dan KUMAN Nusantara 😀

          Reply
    • Sebaiknya sebelum ngomongin org lain, intropeksi diri dulu…pasti ada yg tidak beres…. Betul…..??

      Reply
    • tidak terbantahkan lagi ..
      tuh yg nyolot cuma satu bang … suara BPK yg laen mana, KPK sekaligus kerahkan buat periksa harta Pak Ahok … kagak bakalan nemu dah namanya penyimpangan,
      meski non muslim … saya yakin Pak Ahok makan gaji halal dan 100% JUJUR …
      Pak Ahok mah kebal dgn begituan, orang bersih itu berani !!!!!! dan banyak musuhnya, biasalah begitu ….

      Reply
  2. wkwkwkwkkw……kenapa ahok yang di cecer gubernur yang dulu napa loh beber kan

    Reply
  3. org uang koment di atas,, 😀 anda lucu sekali.. pak ahok udah jadi Wakil Gubernur loh sekarang, coba aja berani muncul terang2an, jgn kek pengecut gini, cuma bisa lewat komment di blog,, ih pengecut..

    Reply
  4. Baik Pak Ahok, mari kita berpolitik bersih. Tuhan akan melindungi 🙂

    Reply
  5. Memang susah jadi pemimpin yang benar seperti halnya orang tua yang sedang mendisiplinkan anak-anaknya yang tidak menurut. Maju terus Bang Ahok!

    Reply
  6. Setelah saya baca apa yg bapak sampaikan di atas dan membaca “Membuka Siapa Sebenarnya Basuki Tjahaja Purnama / Ahok” (kutipan dari http://mikeportal.blogspot.com). ada satu percakapan dengan pendeta yg mengelitik hati saya “Ahok tidak membedakan orang, timses lawan politiknya di Belitung ada yg memiliki kinerja bagus dijadikan bagian dari jajaran pemerintahannya. Teringat ketika gue ke belitung, ada seorang pendeta yang datang menemui Ahok. Intinya ingin meminta sumbangan berupa mobil. Mobil itu konon katanya dipakai untuk antar jemput jemaat. Waktu itu pembicaraan Pak Ahok dan pendeta didepan saya. Ahok langsung menolaknya. Karena yang Kristen di desa Gantung (desa Ahok) hanya sedikit dan jaraknya sempit. Kalo tiap minggu ke gereja kata Ahok masih bisa jalan kaki. Si pendeta gak terima dan marah-marah ke Ahok sambil bilang “Kamu hanya sumbangkan ke masjid-masjid saja, agamamu tidak disumbang”. Ahok jawab ; “Aku sumbangkan gereja juga, Tapi tidak banyak karena disini mayoritas lebih banyak yang memakai mesjid”. Pendeta pun pulang.”
    setelah membaca itu saya jadi teringat Kisah Khalifah Umar bin Khatab dengan seorang yahudi tua…
    Adil bagi Semua Golongan

    Sejak diangkat menjadi gubernur Mesir oleh Khalifah Umar bin Khattab, Amr bin Ash menempati sebuah istana megah yang di depannya terhampar sebidang tanah kosong berawa-rawa, dan diatasnya hanya terdapat gubuk reyot yang hampir roboh. Selaku gubernur, ia menginginkan agar di atas tanah tersebut, didirikan sebuah masjid yang indah dan mewah agar seimbang dengan istananya. Apalagi Amr bin Ash tahu bahwa tanah dan gubuk itu ternyata milik seorang yahudi. Maka yahudi tua pemilik tanah itu dipanggil menghadap istana untuk merundingkan rencana Gubernur Amr bin Ash.

    “Hei Yahudi, berapa harga jual tanah milikmu sekalian gubuknya? Aku hendak membangun masjid di atasnya.”

    Yahudi itu menggelengkan kepalanya, “Tidak akan saya jual, Tuan.”

    “Kubayar tiga kali lipat dari harga biasa?” tanya Gubernur menawarkan keuntungan yang besar.

    “Tetap tidak akan saya jual” jawab si Yahudi.

    “Akan kubayar lima kali lipat dibanding harga yang umum!” desak Gubernur.

    Yahudi itu mempertegas jawabannya, “Tidak.”

    Maka sepeninggal kakek beragama Yahudi itu, Amr bin Ash memutuskan melalui surat untuk membongkar gubuk reyotnya dan mendirikan masjid besar di atas tanahnya dengan alasan kepentingan bersama dan memperindah pemandangan mata. Yahudi pemilik tanah dan gubuk tidak bisa berbuat apa-apa menghadapi tindakan penguasa. Ia cuma mampu menangis dalam hati. Namun ia tidak putus asa memperjuangkan haknya. Ia bertekad hendak mengadukan perbuatan gubernur tersebut kepada atasannya di Madinah, yaitu Khalifah Umar bin Khattab.

    Sungguh ia tak menyangka, Khalifah yang namanya sangat tersohor itu tidak mempunyai istana yang mewah. Ia bahkan diterima Khalifah di halaman masjid Nabawi, di bawah sebatang pohon kurma yang rindang.

    “Ada keperluan apa Tuan datang jauh-jauh kemari dari Mesir?” tanya Khalifah Umar. Walaupun Yahudi tua itu gemetaran berdiri di depan Khalifah, tetapi kepala negara yang bertubuh tegap itu menatapnya dengan pandangan sejuk sehingga dengan lancar ia dapat menyampaikan keperluannya dari semenjak kerja kerasnya seumur hidup untuk dapat membeli tanah dan gubuk kecil, sampai perampasan hak miliknya oleh gubernur Amr bin Ash dan dibangunnya masjid megah diatas tanah miliknya.

    Umar bin Khattab mendadak merah padam mukanya. Dengan murka ia berkata, “Perbuatan Amr bin Ash sudah keterlaluan.” Sesudah agak reda emosinya, Umar lantas menyuruh Yahudi tersebut mengambil sebatang tulang dari tempat sampah yang treronggok di dekatnya. Yahudi itu ragu melakukan perintah tersebut. Apakah ia salah dengar? Oleh sang Khalifah, tulang itu digoreti huruf alif lurus dari atas ke bawah, lalu dipalang di tengah-tengahnya menggunakan ujung pedang. Kemudian tulang itu diserahkan kepada si kakek seraya berpesan, “Tuan. Bawalah tulang ini baik-baik ke Mesir, dan berikanlah pada gubernurku Amr bin Ash.”

    Yahudi itu semakin bertanya-tanya. Ia datang jauh-jauh dari Mesir dengan tujuan memohonkan keadilan kepada kepala negara, namun apa yang ia peroleh? Sebuah tulang berbau busuk yang cuma digoret-goret dengan ujung pedang. Apakah Khalifah Umar tidak waras?

    “Maaf, Tuan Khalifah.” ucapnya tidak puas, “Saya datang kemari menuntut keadilan, namun bukan keadilan yang Tuan berikan. Melainkan sepotong tulang yang tak berharga. Bukankah ini penghinaan atas diri saya?”

    Umar tidak marah. Ia meyakinkan dengan penegasannya, “Hai, kakek Yahudi. Pada tulang busuk itulah terletak keadilan yang Tuan inginkan.”

    Maka, walaupun sambil mendongkol dan mengomel sepanjang jalan, kakek Yahudi itu lantas berangkat menuju tempat asalnya dengan berbekal sepotong tulang belikat unta berbau busuk. Anehnya, begitu tulang yang tak bernilai tersebut diterima oleh gubernur Amr bin Ash, tak disangka mendadak tubuh Amr bin Ash menggigil dan wajahnya menyiratkan ketakutan yang amat sangat. Seketika itupula ia memerintahkan segenap anak buahnya untuk merobohkan masjid yang baru siap, dan supaya dibangun kembali gubuk milik kakek Yahudi serta menyerahkan kembali hak atas tanah tersebut.

    Anak buah Amr bin Ash sudah berkumpul seluruhnya. Masjid yang telah memakan dana besar itu hendak dihancurkan. Tiba-tiba kakek Yahudi mendatangi gubernur Amr bin Ash dengan buru-buru.

    “Ada perlu apalagi, Tuan?” tanya Amr bin Ash yang berubah sikap menjadi lembut dan penuh hormat. Dengan masih terengah-engah, Yahudi itu berkata, “Maaf, Tuan. Jangan dibongkar dulu masjid itu. Izinkanlah saya menanyakan perkara pelik yang mengusik rasa penasaran saya.”

    “Perkara yang mana?” tanya gubernur tidak mengerti.

    “Apa sebabnya Tuan begitu ketakutan dan menyuruh untuk merobohkan masjid yang dibangun dengan biaya raksasa, hanya lantaran menerima sepotong tulang dari Khalifah Umar?”

    Gubernur Amr bin Ash berkata pelan,”Wahai Kakek Yahudi. ketahuilah, tulang itu adalah tulang biasa, malah baunya busuk. Tetapi karena dikirimkan Khalifah, tulang itu menjadi peringatan yang amat tajam dan tegas dengan dituliskannya huruf alif yang dipalang di tengah-tengahnya.”

    “Maksudnya?” tanya si kakek makin keheranan.

    “Tulang itu berisi ancaman Khalifah: Amr bin Ash, ingatlah kamu. Siapapun engkau sekarang, betapapun tingginya pangkat dan kekuasaanmu, suatu saat nanti kamu pasti akan berubah menjadi tulang yang busuk. Karena itu, bertindak adillah kamu seperti huruf alif yang lurus, adil di atas dan di bawah, Sebab, jika engkau tidak bertindak lurus, kupalang di tengah-tengahmu, kutebas batang lehermu.”

    Yahudi itu menunduk terharu. Ia kagum atas sikap khalifah yang tegas dan sikap gubernur yang patuh dengan atasannya hanya dengan menerima sepotong tulang. Benda yang rendah itu berubah menjadi putusan hukum yang keramat dan ditaati di tangan para penguasa yang beriman. Maka yahudi itu kemudian menyerahkan tanah dan gubuknya sebagai wakaf. Setelah kejadian itu, ia langsung menyatakan masuk Islam.
    Mudah2an Kisah itu bisa jadi insvirasi Bpk menjadi seorang pemimimpin Amiin…

    Reply
  7. AYO Pak. saya rasa banyak org menunggu2 ajakan untuk bergabung menjadi bagian dari pemerintahan yg bersih dan politik yg melawan arus. Orang-orang yg sudah melihat pengharapan itu harus berusaha memperjuangkan agar menjadi kenyataan.

    Reply
  8. Tjahja ; isu ini sempat beredar pd saat PILKADA lalu dan ternyata jagoan eluh kalah tuh yg bikin isu ini, Ahok udah gak mempan di serang dari depan, belakang, kanan, kiri, atas, bawah, emangnya JAGOAN eluh tuh banyak banget BOROK nya, makanya kalah kan saat PILKADA kacian deh luh….

    Reply
    • Bro Fajar
      Jangan salah sangka , aku hanya klarifikasi ke sak , karena lihat Black campaign comment di link ini …

      Reply
      • jangan sirik lah bro ,,,, sudah nampak apa yg mereka kerjakan selama 253 hari. ayo kita dukung ,,,,, maju terus ahok.

        Reply
      • JAWABANNYA JELAS: Basuki T. Purnama dilantik sebagai Bupati BELTIM tanggal 3 Agustus 2005 –> …….. (Berdasarkan Surat Berita Acara Serah Terima Nomor 02/BA/ASSET/V/2005, bahwa pada hari Senin tanggal 24 Januari 2005), jelaskan?

        Reply
    • [email protected] tu gak usah di dengerin dia kan anak buah si tikus yang rakus yang sukanya minta2 nasi bungkus…..
      si tjahja suruh duduk di pinggir jalan aja tar w kasih duit receh kan dia gak jauh beda sama pengemis pinggir jalan…..
      sudah tau skarang pemerintahannya bagus dulu mana ada transparansi di DKI yang ada duit rakyat di embat semua ma si ngepet kumis yang kerjanya gak becus kayak kambing conge………

      Reply
  9. pak wagub adalah Wali Allah….

    itu yg asep percaya amep mati sekalipun….

    Reply
  10. jadi pengen berpolitik. tapi sayang gak punya cukup duit untuk bayar ongkos keliling kampung. 🙁

    Reply
  11. Ahok Melejit, Tomy Winata Tiarap
    OPINI | 03 August 2013 | 16:27 Dibaca: 4095 Komentar: 80 18
    Sama-sama berdarah keturunan, sama-sama cerdas, sama-sama pemberani, sama-sama berdarah dingin tak takut orang. Bedanya, Tomy Winata bermain cantik di Swasta, sedangkan Ahok bermain lincah di ruang lingkup pemerintahan.

    Siapa yang tak kenal Tommy Winata, Taipan yang paling disegani di negeri ini. Bahkan seorang Gus Dur pun ketika menjabat Presiden RI pernah memerintahkan untuk menangkap Tomy Winata, akan tetapi keinginannya itu tak pernah tercapai sampai hari ini. Betapa saktinya si TW ini.

    Pembaca masih ingat kasus “Ada Tomy di Tenabang”? Perseteruan TW dengan majalah Tempo lantaran tulisan wartawan Tempo yang membuat TW berang dan murka.

    Kantor Tempo pun diserbu ratusan preman Flores dari seantero Jakarta yang dibayar Tommy Winata pada tahun 2003 lalu (penulis juga pada saat itu ikut kelompoknya Yoseph Mbira dari Kelapa Gading). Tomy Winata memang lebih percaya Preman orang Flores daripada Preman orang Ambon di Jakarta ini, karena nyali mereka paling tinggi dan tak banyak bicara ketika ekseskusi.

    Salah satu eksekutor sekaligus tangan kanannya Tomy Winata memukul Bambang Harymurti, Pemred Majalah Tempo, dengan kotak Tissue di mejanya sampai keningnya berdarah. Sang eksekutor itu lalu membentak Bambang Harymurti suruh lapor saja Polisi kalau bisa. Jangankan lu, lampu neon di ruangannya Kapolri saja gua yang beli.

    Kemenangan TW di Pengadilan dalam perseteruannya dengan Majalah Tempo, membuat sosoknya tambah disegani di negeri ini. Tempo pun terpaksa merogoh kantong yang lebih dalam untuk membayar ganti rugi sebesar 500 juta kepada TW. Akibatnya, sampai detik ini Tempo sudah tak punya nyali lagi memuat reportase pemberitaan yang miring tentang dirinya itu.

    Itu baru sebagian contoh kecil sadisnya TW, masih banyak rekam jejak TW di negeri ini, salah satu contohnya si Ariel itu. Play Boy cap kodok yang nahas itu terpaksa harus gigit jari mendekam di hotel prodeo akibat terlalu berani meniduri istri muda simpanannya TW.

    Pengusaha sekaliber James Riadi, Taipan Lippo Group, saja pernah dibentak TW lantaran masalah hutang piutang Al Azhar rekanannya TW dengan si James Riadi itu, sehingga dengan terpaksa hutang piutang berjumlah miliaran rupiah itu, mau tak mau, diputihkan James Riadi daripada urusannya jadi panjang dengan TW.

    TW memang dianggap sebagai Polisinya para Pengusaha Indonesia keturunan Tionghoa di negeri ini. Ketika ada masalah berat yang tak mampu mereka tangani, mereka akan menghubungi TW untuk minta bantuan. Tapi paradigma ini tak berlaku bagi Ahok. Sekalipun mengalir darah Tionghoa ditubuhnya, nasionalismenya Ahok sangat tinggi melebihi para pecundang pribumi.

    Orang ini tak takut mati. Kecintaannya untuk merubah Jakarta menjadi lebih baik dari sebelumnya memang susah dibendung. Sekalipun dia dilaporkan ke Polda Metro Jaya, disomasi, dicaci maki, dan diminta memeriksakan kesehatan jiwanya, Ahok tetap keras kepala pada pendiriannya menuju Jakarta baru.

    Ahok lebih ganas ketimbang TW. Ia tak segan-segan bertindak tegas, tak gentar mengeluarkan kata-kata sadis yang menghujam ulu hati sehingga membuat para rivalnya satu per satu tumbang terkaing-kaing rata dengan tanah dan tak mampu bangkit lagi.

    Sekalipun menghadapi seorang pendekar jago kandang seperti si Haji Lulung itu, Ahok tak pernah gentar. Ia justru menanggapinya dengan darah dingin karena Ahok paham betul mana ada preman bisa menang melawan negara. Ini membuat si Haji Lulung itu terbakar emosinya sampai ke ubun-ubun.

    Ini memang karakter keras Ahok, bukan karena dibelakangnya ada Prabowo yang sudah siap sedia pasang badan, tapi memang Ahok orangnya ya begitu itu, to the point “menginjak batang lehernya” para golongan kaum munafiqun pemegang kunci kerajaan Sorga yang hidup mereka semena-mena di Jakarta ini.

    Karakter baja Ahok sekuat beton, karena memang sifatnya yang tahan banting berhadapan dengan orang-orang culas yang sok kritis harus begini dan harus begitu. Para golongan munafiqun di Jakarta ini memang sukanya kritik membabi buta, akan tetapi ketika disentil Ahok, lantas menabuh genderang perang bertalu-talu.

    Beda TW, ya beda Ahok. Ahok tak pernah terpancing permainan provokatif murahan seperti TW. Itulah bedanya Ahok dengan TW. Kiprah Ahok di Jakarta ini bikin orang-orang culas bermental keparat ketar-ketir kalau sudah kena libas Ahok.

    Bahkan para Sopir ugal-ugalan Metromini rombeng pun sekarang mulai merana jiwa mereka karena Ahok akan tangkap dan kandangkan Metromini rombeng tak bersurat yang berkeliaran di jalanan Jakarta bikin macet dan buang polusi dimana-mana.

    Jarang-jarang ada Pejabat di negeri ini seperti Ahok yang begitu heboh digunjingkan hari lepas hari. Beda dengan TW yang seringkali menerapkan strategi tiarap dibalik layar dengan mengerahkan orang-orangnya yang bekerja ketika ada kasus yang menimpa dirinya. Dari dulu selalu begitu itu.

    Kalau Ahok justru tak mau tahu, yang sembarangan ikut mau-maunya di Jakarta ini akan “ditempeleng” Ahok dengan kata-kata tajam bagaikan pisau belati, tanpa pandang bulu siapapun orangnya, siapapun dalangnya yang bermain dari balik layar.

    Sekalipun kantornya diseruduk orang-orang bayarannya si jago kandang Haji Lulung itu, akan tetapi Ahok tak takut mati. Ia mengisi peluru sampai penuh dan menginstruksikan Damkar DKI menyiapkan bensin untuk membantai para preman kumal itu jika menyentuh dirinya.

    Dengan melejitnya kiprah Ahok di Jakarta ini, TW pun tiarap tak pernah muncul lagi ke permukaan. TW ini adalah tipikal “Anak Harto” bagian dari kelompok “cognoscenti”, yaitu orang-orang yang mondar mandir di pusat-pusat kekuasaan ibukota.

    Tipikial “anak Harto” yang begini ini hanya mengenal istilah kekuasaan, kekayaan, pusat perhatian, cepat berganti rupa bagaikan bunglon, dan cepat menyabet kesempatan, seperti yang dijabarkan Budiarto Shambazy di kolom politik koran Kompas.

    Selicik dan sehebat apapun TW, aku lebih menaruh apresiasi yang tinggi terhadap sepak terjang sosok seorang Ahok di dunia persilatan rimba belantara ibukota Metropolitan ini. Karena Ahok ini maju tak gentar membela yang teraniaya, bukan maju tak gentar membela yang bayar.

    Ada yang berani bantah?

    Laporkan
    Tanggapi
    Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Kompasianer (anggota Kompasiana) yang menayangkannya.Kompasiana tidak bertanggung jawab atas validitas dan akurasi informasi yang ditulis masing-masing kompasianer.

    Reply
  12. saya tdk berani membantah,fakta mengatakan mmg kenyataan apa yg di jln kan pak ahok,bkn utk cari sensasi semata,tapi utk rakyat & negara, maju trus pak ahok

    Reply
  13. VOTING – sebutkan salah SATU (beserta penjelasan singkat,padat, & jelas hot news/duel debat antara Idola kita Mr.Ahok dgn salah satu di bawah ini :

    dinas PU, komnas HAM-burger waduk pluit, murdaya “winnie the” poo PRJ, mendagri soal jamkesnas, world bank, satpol PP, metro mini kopaja bajaj, warga fatmawati, PKL tanah abang, LSM fitra, haji lulung.

    (menurut ente” semua counter attack debat argument yg mana dari Mr.Ahok yg paling nyelekit bikin keok lawan musuh2nya)

    Reply
  14. keren cing, morality inside-nya
    becik ketitik, ala ketara
    aja subasita kanggo negara
    bulu bekti mring pertiwi
    njagong politik ora saderma rai
    ananging ati lan nurani
    uga agama ageming aji
    kang murbeng dumadi
    uga mugi ngijabahi
    rakyate uga nglilani
    ehem3x…de ka i
    wish spill over, saindenging negri

    Reply
  15. Harap diingat jg, bahwa inti nya bukanlah pak Ahok yg beringas, super tegas, tdk takut siapapun….bukan menurut saya ya…
    Pak Ahok hanyalah seorang abdi rakyat yg ingin menegakkan peraturan, ingin membereskan segala kesemrawutan pelanggaran peraturan, ingin mensejahterakan rakyat kecil supaya hidup layak…ingin keadilan sosial bisa trwujud.
    Jadi, org2 besar yg tadi disebut, maupun org2 kecil, mereka sendiri yg melibatkan diri dalam masalah…menghalalkan segala cara, tanpa disadari, kota ini menjadi kacau….jurang antara kaya miskin sangat lebar. Dan org menghalalkan segala cara untuk uang..uang dan uang..
    Jadi, masalah mereka adalah berbenturan dgn Hukum…bukan dgn jagoan Ahok! Siapapun yg menjabat, sdh seharusnya berbuat yg sama! Rakyat harus menuntut spt itu, semua aparat harus bisa menegakkan peraturan! Dan salah sendiri, mereka yg melanggar.
    Sudah saatnya bangsa ini berbenah diri..supaya kita tdk berjalan di tempat!
    Kita punya ribuan bahkan jutaan kali, apa yg negara lain miliki….dan negara itu bisa maju!
    Semoga kepemimpinan pak Jokowi dan pak Ahok, atau siapapun penerusnya kelak, bisa membawa kita sebagai bangsa yg BESAR dan MAKMUR MERATA!
    Amiiiiin!

    Reply
  16. Berpolitik untuk membela negara, apa ada di negeri ini anak – anak muda yang mau berkiprah di dunia politik demi kepentingan bangsa dan negara?

    Selain berpolitik, apakah ada yg bisa kita lakukan sebagai warga negara untuk mendukung program2 pak Ahok untuk Jakarta dan kemudian Indonesia nanti nya?

    Apakah kini sudah saatnya kita para rakyat berbuat ekstra selain mendukung di media2 sosial juga mulai melakukan sesuatu tindakan nyata, misalnya kalau beberapa hari lalu ada gerakan RAJJAM Ahok oleh sekelompok ormas2, apakah kita cuma duduk di depan komputer dan kicau2 di media sosial doanq? Kalau mahasiswa/cendekiawan/pemuda pemudi Indonesia dulu pasti sudah turun ke jalan menyuarakan dukungan nya terhadap pemimpin2 sejati rakyat nya. Perlu juga sekali – kali kita nyatakan dukungan kita buat pak Jokowi dan ko Ahok langsung di lapangan, kalo perlu datangi Balai Kota sekalian buat beri dukungan kepada pemimpin2 kita.

    Reply
  17. kota pekanbaru juga memerlukan pemimpin yang mendengar dan bertindak untuk rakyat…i want to see that in my city

    Reply
    • Pekanbaru kan walikotanya firdaus dan wakilnya seorang ustadz, emang kenapa dengan kinerja mereka berdua ? kurang bagus ya ? mbak anggun mau sharing sedikit biar kita2 ini pada tau gimana soal pekanbaru itu.

      Reply
  18. Maaf mungkin pertanyaanku tdk berkaitan dgn topik diatas saya membaca berita salah satu putra Pak Jokowi dtg menonton liverpool dgn dikawal Patwal DISHUB ( liputan 6.com ) apakah fasilitas pejabat dpt digunakan seketika oleh kerabat ( disini anak2nya contohnya ) kalau yg menggunakan Ibu Iriana Jokowi masih bisa dimengerti krn otmatis menjadi ibu pejabat ( spt Ibu Negara ) tapi ini anaknya ?? Apakah masih etis menggunakan PATWAL ? Walaupun smp skrg saya msh cinta Pak Jokowi tapi mendengar berita ini agk shock jg terkesan pembiaran penggunaan fasilitas negara oleh bkn yg seharusnya berhak mhn tanggapannya

    Reply
  19. BANGGA PUNYA PEJABAT SEPERTI JOKOWI & AHOK. JOKOHOK DUET MAUT BAGI PENJAHAT DI REPUBLIK INI. Lawan kita semua adalah pejabat, anggota dprd dan anggota masyarakat yang busuk, bodoh dan tamak…jadi bukan antar kita yang mau jujur, maju dan sejahtera yang perang…tapi dengan kebodohan dan kedunguan yang menguasai otak dan pikiran pejabat2 publik itu….SEKALI LAGI…………… BANGGA PUNYA PEJABAT SEPERTI JOKOWI & AHOK.

    Reply
  20. maju terus pak Ahok.jangan dengarkan para kerdil yang hanya bisa mengkritik. Ada pembenci untuk setiap orang yang mengupayakan kebaikan. dan orang yang mengkritik itulah para BANCI yang lemah tidak berdaya…

    Reply
  21. Pak Ahok terima kasih atas inspirasi hidup yang telah Bapak berikan kepada saya dan seluruh rakyat Indonesia. Ajakan untuk berpolitik dr Bapak telah menikam lubuk hati sy yg paling dalam, memang sulit menentukan jalan hidup kita apalagi untuk terjun berpolitik di negara kita yg tercinta ini.. ada banyak hambatan terutama dr segi modal finansial, juga rasa takut akan kotornya perpolitikan kita.. tentu jd dilema tersendiri. Namun setelah melihat perjuangan Bapak saya tergerak untuk terjun ke politik, namun saya hanya ingin berada di barisan tim Bapak karena jujur saja saya sudah tidak percaya lg kepada semua pejabat kecuali Pak Ahok n Pak Jokowi. Saya akan terus mendukung Bapak berdua dr belakang. Suatu saat Bapak berdua butuh, saya siap membantu Bapak. Karena saya yakin cita2 n tujuan Bapak berdua sangat mulia yaitu mewujudkan kesejahteraan seluruh Indonesia. GBU Pak Ahok… Tuhan memberkati Bapak senantiasa!

    Reply
  22. Yth, BTP
    Bapak Basuki di tempat,
    saya edward salah satu warga yang berdomisili di cengkareng jakarta barat..
    sedikit meminta bantuan mengenai E-ktp yang belum jelas padahal sudah bikin sejak pertama pembuatan e-ktp, kedua saya yang kebetulan menjadi salah satu tour leader untuk wisata bahari kepulauan seribu, ingin rasanya saya berkeluh kesah mengenai pelabuhan dan angkutan kapal penyebrangan bagi wisatawan karena selama ini para wisatawan baik lokal atau wisatawan dunia yang tentunya melakukan perjalanan murah terpaksa harus naik kapal tongkang kayu dengan kapasitas 50-100 org namun tentu saja penumpang yang naik bisa mencapai 150-250 orang .. itupun harus naik melalui pelabuhan yang ada di belakang pombensin pelelangan ikan muara angke, bukan di pelabuhan kali adem yang konon di bangun untuk pariwisata kep.1000, oia mungkin untuk kapal cepat nya bisa di tambah jadi lebih banyak agar keperluan pariwisata kep.1000 dapat memadai.
    terima kasih,
    God Bless
    salam hangat edward

    tolong rep ke [email protected]

    Reply
  23. Pak Ahok , saya mau terjun ke politik , tapi saya belum punya waktu yang tepat. Berharap agar teman-teman yang lain sehati dengan Jokowi-Ahok mau berpolitik berani , bersih , jujur dan berpihak kepada rakyat.
    Terima Kasih Pak AHok yang telah berjuang tanpa mengenal lelah demi Indonesia Baru.

    Reply
  24. Banyak politisi yang ‘miring’ terhadap Ahok karena iri hati tdk mampu tampil seperti Ahok. Maju terusssssssssssssssssessss

    Reply
  25. Lanjutkan perjuanganx pak Ahok. Sy pribadi Sangat mendukung Bapak. Jakarta begitu kompleks dan kotor serta tidak teratur. Diperlukan kepemimpinan yg tegas dan tanpa kompromi. Kepemimpinan Bpk bisa mengubah itu semua. Pemimpin sebelumx LEMBEK dan GAMPANG DIATUR/DISETIR Oleh kelompok lain. Makax jakarta amburadul/semrawut. Semua pihak yang memprotes Bpk pux kepentingan lain/alias lahanx utk mendapat uang haram jadi tersumbat. Jakarta itu harus ditata. Dan semua pihak harus mau diatur. Setiap org pux hak mencari rezeki TAPI JGN MELANGGAR ATURAN. Anggota DPRD harusx mendukung donk. Anda kan pembuat peraturan. Koq dilanggar. Berarti ndk paham dgn peraturanx. Kalo anda tersinggung berarti anda bagian dari pembuat masalah jakarta. yg pembuat masalah/preman keluar aja dri jakarta. Krn seperti kanker buat jakarta. Jakarta itu ibukota negara. Wajib bersih/teratur/termanage dgn baik. Spy citra indonesia baik dimata negara lain. Hidup pak Ahok!!!..

    Reply
  26. Karena (Basuki Tjahaja Purnama)Bersih, Transparan dan Profesional maka Beliau dapat duduk kokoh sebagai pejabat DKI2. Sebagai seorang Indonesia Tionghoa kalau anda tidak bersih, maka dalam 1 kali serangan sudah pasti anda akan jatuh… Terima kasih kepada Pak AHOK (Anda Harapan Orang Kecil) telah dapat membuktikan kepada rakyat Indonesia ini yang dibutuhkan untuk memimpin sebuah bangsa dan negara itu utamanya bukan dari segi SARA, tetapi lebih kepada orang yang Bijaksana, Jujur, Berani, Tegas, dan Profesional… Saya mengutip sedikit ucapan Pak Mahfud MD “Lebih baik sebuah negara dipimpin oleh orang kafir tapi bijaksana daripada Muslim tapi zholim” Saya yakin pernyataan Pak Mahfud MD ini tentunya mendapatkan pro dan kontra… Itu adalah hal yang biasa.
    Bila kita ingin mencari pemimpin di sebuah tempat ibadah, tentu mesti mencari yang se-agama. Mencari pemimpin suku, mesti dari yang se-suku. Mencari pemimpin dari ras, mesti dari yang se-ras. Tapi mencari pemimpin negara mesti mengutamakan “Bijaksana, Jujur, Berani, Tegas, dan Profesional”
    Saya sering mendengar rakyat Indonesia ini selalu menjelekkan Amerika, tetapi Amerika yang jelas punya 1 keunggulan yang baru mereka tunjukkan kepada dunia… Mereka menunjukkan SARA bukan patokan utama untuk menjadikan seorang pemimpin negara, dengan terpilihnya Obama sebagai Presiden Kulit Hitam Pertama mereka telah menunjukkan bahwa SARA tidak menjadi hambatan… Saya yakin Pak Mahfud MD maupun pak AHok setuju dengan pendapat saya ini…
    Bagaimana dengan rakyat Indonesia lainnya
    Elite2 politik kotor dengan sengaja tidak mencerdaskan Bangsa Indonesia sehingga mereka dengan mudah menggunakan unsur SARA untuk menjatuhkan golongan idealis yang berjuang kuat melawan kelompok2 koruptor… Dulu kita dijajah oleh bangsa lain, tetapi kita sekarang dijajah oleh bangsa sendiri yang korup…

    Saya hanya akan memilih pemimpin yang Bijaksana, Jujur, Berani, Tegas, dan Profesional, meskipun tidak sesuai dengan selera SARA saya… daripada harus memilih yang sesuai selera SARA tapi tidak Bijaksana, tidak Jujur, tidak Berani, tidak Tegas, dan tidak Profesional serta memiliki rekam jejak cacat….

    Reply
  27. Anjing menggonggong Pak Ahok berlalu!… Ayo, maju terus Pak Ahok! Gak usah dengerin omongan miring orang2 gila! Hehehe…

    Reply

Leave a Reply