Jokowi Jamin Tak Akan “Bercerai” Dengan BTP

17
274
Gubernur Jokowi - Wagub Basuki

Ahok.Org – Gubernur DKI Jakarta menjamin tidak akan ada “perceraian” dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Perpecahan kepala daerah, katanya, sering terjadi karena persoalan komunikasi keduanya. Jokowi membagi peran dengan Basuki dengan menyinergikan pola kerja.

“Setiap pagi kami bertemu. Sementara ini Mas Ahok (Basuki) lebih banyak di dalam. Saya di luar. Mungkin nanti polanya bisa berubah setelah berjalan agak lama,” kata Jokowi, Selasa (13/11/2012), ketika mendatangi Kantor Redaksi Kompas, Jakarta.

Dia menjamin tidak ada persoalan kekuasaan dengan Basuki. Mengenai pola kerja, menurut dia, tidak ada masalah jika wakil gubernur memiliki tanggung jawab banyak. Sementara keputusan terakhir tetap kembali ke tangan gubernur. “Saya malah senang jika semua pekerjaan saya dibantu,” tuturnya.

Sementara ini, Jokowi memang lebih banyak di luar kantor. Kadang mantan Wali Kota Solo ini tidak bertandang ke kantor dan langsung turun ke lapangan. Jadwal dia bekerja di kantor tidak tentu. Bisa pagi sebelum pukul 08.00 atau bahkan baru tiba di kantor pukul 15.00.

Menjelang satu bulan kepemimpinannya, Jokowi ingin melihat persoalan di lapangan secara langsung. Aktivitasnya di luar kantor juga diisi dengan kunjungan ke sejumlah instansi pemerintah di wilayah sekitar Jakarta ataupun pemerintah pusat.

Hari-hari ini, dia sering memanggil satuan kerja perangkat dinas untuk mendengar presentasi program kerja mereka. Keperluannya untuk penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2013. “Saya pastikan tidak akan ada perpecahan sama wakil gubernur,” katanya. [Kompas]

Berita Lain:

17 COMMENTS

  1. Apa memang ada orang-orang atau gerombolan-gerombolan kurang kerjaan yang mulai meniup-niupkan soal perceraian Jokowi-Ahok…? Kalau memang ada, cuekin aja laaaah… ngapain dilayanin, nanti malah ikut-ikutan jadi kurang kerjaan.

    • mungkin itu yang terlanjur emosi, gak seneng dan kesal sama gaya bicaranya Wagub., lalu berharap mereka “cerai”.
      baiknya sih., jgn campurin emosi ke pekerjaan., mestinya profesional..
      ya maklumlah, namanya juga manusia..

      • hanya manusia BODOH yang menganggap dirinya paling benar dan mati masuk surga… sedang didunia rakusnya ampun KORUPSI nda habis- habis, deh nda masuk akal sehat to kalo seorang PNS gol 3 atw 4 gaya hidup dan investasi kelas pengusaha papan atas dan ironisnya sok OKB ( ORANG KAYA BARU) NHAJIIIS, agama hanya buat topeng kelakuan GARONG juga MAJU TERUS PAK WAGUB DAN JOKOWI beresin aja yang manusia rusak, klo perlu sikat terus sampai akar2nya G. LUCH!!

  2. Gak usah tebak-tebakkan deh, harus diakui pasangan ini memang solid dengan kemampuan serta penguasaan nyapun sangat handal, wajar saja kalau banyak yang kepanasan akibat kebijakannya yang sangat radikal, tentu gak mustahil banyak yang berusaha mengadu agar mereka berdua pecah, bahkan gak mustahil dari kalangan wartawan juga ada yang coba-coba ngadu-adu,ikuti saja terus beritanya dan amati perilaku wartawan yang selalu mengajukan pertanyaan yang memancing-mancing perpecahan, begitu salah satu dari mereka salah ngomong pasti di “Blow Up”

  3. selamat malam pak wagub, saya suka ketegasan anda dalam mengambil kebajikan, saya suka kerja jokowi dan anda dalam membagi tugas, saya lawan lawan anda mulai kepanasan, dan takut di hadapkan ke kpk, jadi sepertinya mereka ingin membuat ricuh hubungan anda dan jokowi, saya harap keber samaan anda dan jokowi selalu terjaga , kami rakyat selalu berdoa dan mendukung kalian ber dua, saya pri badi ingin anda dan jokowi ikut capres, karna pasanan yang serasih, untuk membongkar semua koruptor koruptor yang ada di indonesia, saya sangat bangga ketegasan anda untuk menghapus perangkat daera yang kerja tidak benar, anda dan jokowi jangan ter pancing dengan isu isu yang di buat oleh orang orang atau media, yang suka buat ricuh, karna sebagian itu ada orang orang jahat , saya kagum semoga tuhan selalu melindungi kalian ber 2. hidup jakarta baru

  4. Kita harusnya sudah cukup cerdik dan bijaksana. Ada 2 sosok manusia yang diberikan tuhan kepada kita semua untuk mengabdikan hidupnya bagi bangsa Indonesia khususnya warga DKI Jakarta. Jika masih ada yang terpengaruh atau terhujat. Mohon maaf maka dapat saya katakan sebagai orang yang BODOH. Kedua sosok manusia ini bekerja siang dan malam demi pengabdian dan tanpa lelah. Apakah kita tidak bersyukur dan respek serta mendukung habis.

    Mulai sekarang cobalah berperkikir dengan bijaksana

  5. Pak Jokowi dan Pak Ahok , saya yakin bapak berdua sangat solid , dapat bekerjasama dengan baik membenahi kota Jakarta.
    Saya sangat berharap Pak Jokowi dan Pak Ahok untuk masa depan Indonesia yang lebih baik , menjadi contoh bagi kaum muda generasi penerus. Terima kasih

  6. Inilah kombinasi pasangan yang ok banget. Sekarang keliatan sekali kerjaan wagub (kerja beneran) ngak kayak dulu ngak pernah kedengeran kerjaannya ngapain aja….

  7. Semoga jalan kalian akan diberkahi yang maha kuasa, Banyak munculnya intrik pemicu konflik internal karena tiupan dari berbagai pihak .. bagaimanapun munculnya calon karena unsur politis dan kepentingan, namun saya berharap hingga akhir Jakarta baru ini berakhir dan berlanjut ke Versi II akan tetap bertahan..

    Dari yang merindukan Jakarta Baru
    kyurozona

  8. Pasangan Jokowi/Ahok adalah pasangan pimpinan terbaik yang di punyai oleh Indonesia pada jaman reformasi. Telah lahir pemimpin baru yang akan membawa masyarakat bangsa Indonesia pada peradaban yang tinggi dan pada tingkat kesejahteraan yang setara dengan dengan negara maju dunia. Kita jaga konsistensi beliau dalam memberantas korupsi, kita tiru cara kepemimpinan yang dekat dengan rakyat, mendengarkan dan merealisasikan kebutuhan rakyat dan kita kloning beliau berdua agar daerah dan provinsi lainnya juga memperoleh pemimpin yang mempunyai visi dan missi yang sama. dengan demikian seluruh rakyat indonesia akan memperoleh manfaat yang sama. Hidup Jokowi/Ahok, Jayalah Indonesia.

  9. wistalah.. nanggepi ngene iki sing suwante ae pak wi pak hok.. ^^

    ilingo, wong hebat iku pasti akeh musuhe.. nde pilem2 yo ngunu koq… lakon e kudu ditawur dhisik ben seru pilem’e, bar ngunu lek wis menang, baru tamat pilem’e.. ^_^

  10. Kagak usah ditanggapi deh suara2 subang untuk JOKOWI – AHOK kedua duanya lagi kerja untuk kesejahtran Rakyat Jakarta, kagak usah diganggu ganggu,bicara2 yang kagak berbobot, yang tidak ada kepentingannya untuk Rakyat banyak, itu orang2 yang kurang kerjaan.

  11. JOKOWI-AHOK itu sudah seperti “keping uang logam mulia” yang berlaku di seluruh penjuru Ibu Kota, sebentar lagi berlaku di seluruh pelosok negeri Indonesia : kalau di satu sisi bergambar JOKOWI satu sisi lainnya pasti bergambar AHOK. Jadi, jika ada keping uang logam murahan (tidak dengan kualitas logam mulia) yang coba-coba dipaksa beredar di masyarakat luas, dijamin pasti gak laku. Soalnya jutaan rakyat sekarang ini sudah semakin cerdas dan dewasa, dan mereka pasti lebih memilih pegang keping uang logam dengan kualitas mulia daripada keping uang logam kusam dengan kualitas murahan. Yaa udah : BRAVO JOKOWI-AHOK !!!

  12. harus ada pembagian tugas. dan lakukan perannya dengan sebaik”nya untuk wujudkan jakarta baru. please deh..fokus dengan tujuan. masih banyak PR nya. komunikasi kunci mengurangi beda persepsi.
    baru 30 hari. masih panjang perjalanan ini bung.

    you’re already make a history. end it with good.

  13. Di situs Tempo Online http://www.tempo.co/read/news/2012/11/21/083443126/Ahok-Jawab-Kritikan-Pencitraan-Nenek-Lo — ada sumpah serapah dan caci maki yang ditujukan ke WAGUB DKI JAKARTA (AHOK) dari orang dengan user MAKSUMBAR, saya langsung merespon sebagai berikut ………………………………..

    Buat @MAKSUMBAR yang ngelantur : Gue juga pribumi asli, BETAWI TULEN, Engkong gue asli RAWA BELONG, Babe gue lahir di TELUK NAGA (Tangerang), Nyak gue merocot di JEMBATAN BESI. Gue sekeluarge kemudian hijrah ke RAWA BEBEK, GEDONG PANJANG (PENJARINGAN) deket PASAR IKAN itu. Saat Ali Sadikin sampe periode sebelum Sutiyoso, Keluarge Besar gue masih bisa bertahan kumpul semua di KEBON JERUK, KELAPA DUA — tapi setelah itu (karena bebagai faktor, misalnya urbanisasi, desakan ekonomi dan lemahnya daya saing, dll.) akhirnya Keluarge Besar gue mengalah untuk menyingkir ke pinggir-pinggir Kota Jakarta. TAPI SEBENERNYA GAK BEGITU PENTING ASAL-USUL KETURUNAN GUE ITU DARI MANA, YANG JAUH LEBIH PENTING ADALAH PEMAHAMAN BERPIKIR YANG CERDAS DAN KOMPREHENSIF (TIDAK PARSIAL) DARI SEMUA RAKYAT DI INDONESIA (SIAPA PUN DIA DAN DARIMANA PUN ASAL-USUL KETURUNANNYA) TENTANG : APA DAN SIAPA MUSUH BERSAMA KITA YANG SEBENARNYA..?!!! DARI SEJAK SOEHARTO BERKUASA DENGAN STRATEGI POLITIK FLOATING MASS-NYA (POLITIK MASSA MENGAMBANG, kalau dalam bahasa gue : MAAF.. POLITIK MASSA TAIK NGAMBANG), gue jadi sangat paham betul kemana itu maunya Soeharto. Dengan kekuasaanya, dia gak mau semua bangsa Indonesia IKUT-IKUTAN BERPOLITIK (TERUTAMA WARGA KETURUNAN) — HARUS DIDIDIK MENJADI A-POLITIS (tidak boleh mengenal apa itu politik) mendingan disuruh cari duit aja yang banyak, gak usah sok mikiran bangsa dan negara ini, begitulah kira-kira dalam bahasa gue. Tapi, akhirnya, APA YANG TERJADI…? SOEHARTO DAN KRONI-KRONINYA TERNYATA TELAH MENJERUMUSKAN NASIB BANGSA INDONESIA (TERMASUK KITA DAN AHOK, YG SEKARANG WAGUB ITU, DI DALAMNYA) KE DALAM KRISIS MULTI-DIMENSI YANG AKHIRNYA BERKEPANJANGAN HINGGA SAAT INI — krisis hutang luar negeri (hingga mencapai kira-kira $ 148 juta, US Dollar tuuuuuh.. bukan Dollar Teluk Gong, krisis kebijakan nasional, krisis kepemimpinan nasional, krisis akhlak, krisis moral; partai politik, penyelenggaraan pemilu, pemilihan wakil rakyat dan pemilihan presiden serta seabreg-abreg undang-undang dan kebijakan yang ada saat ini SUDAH CUKUP TERBUKTI TIDAK PERNAH BECUS MENYELESAIKAN PERSOALAN BANGSA INI MALAH MAKIN MENAMBAH JUMLAH PERSOALAN, waaaah.. pokoknya semua jenis krisis deeeeh. JADI, DARI FAKTA-FAKTA YANG TETAP TERUS ADA HINGGA SAAT INI DAN YANG SUDAH TERLANJUR MENJADI SEJARAH NYATA (BUKAN NGARANG SEPERTI SUPER SEMAR VERSI SOEHARTO) maka KESIMPULAN GUE ADALAH BEGINI : musuh bersama kita sebagai sesama bangsa Indonesia ADALAH KETIDAKADILAN — bukan asal-usul keturunan, bukan soal pribumi atau non-pribumi, bukan perbedaan latar-belakang agama, bukan perbedaan warna kulit , dan BUKAN KARENA WAGUB DKI JAKARTA ITU AHOK ATAU BUKAN AHOK . Sekali lagi : INI ADALAH PERKARA KETIDAKADILAN YANG TERUS DIJEJALKAN KE DALAM CARA BERPIKIR DAN SIKAP HIDUP MASYARAKAT DI INDONESIA. SUMBER-SUMBER KETIDAKADILAN ADA DI SEGELINTIR ORANG YANG MEMBUAT KEBIJAKAN YANG SERINGKALI TIDAK BIJAK ITU — SEGELINTIR ORANG YANG MEMBUAT DAN MENGENDALIKAN SISTEM. Gue, Jokowi-Ahok, dan semua bangsa Indonesia (KALAU MAU DITUDUH JELEK SEPERTI BINATANG) maka semua yang jelek seperti binatang itu ADALAH PRODUK SISTEM/KEBIJAKAN YANG JUGA JELEK SEPERTI BINATANG ITU. Terima kasih.
    DIDINGIRENG, 22/11/2012 10:22:05 WIB,
    via gmail.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here