Gubernur Minta Monorel Terlihat di Akhir 2013

2
79

Ahok.Org – Selangkah lagi DKI Jakarta akan memiliki moda transportasi bernama monorel. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meminta di akhir 2013 telah ada satu unit monorel di salah satu jalur, dan pada awal 2014 monorel tersebut telah bisa dioperasikan.

“Target? Saya minta akhir tahun ini sudah ada satu kereta di atas, tahun depan sudah jalanlah,” kata Jokowi, seusai menghadiri public hearing mengenai monorel, di Balaikota Jakarta, Selasa (12/2/2013).

Sebelumnya, Jokowi memberikan sinyal yang menyetujui dilanjutkannya pembangunan monorel. Ia tak ingin menunda, dan mempersulit hal-hal yang sebenarnya mudah, khususnya terkait transportasi umum di Jakarta. Secara khusus, mantan Wali Kota Surakarta ini meminta PT Jakarta Monorail untuk segera melengkapi dokumen. Misalnya dokumen yang mencantumkan penjelasan tentang utang piutang dan investor baru yang menggantikan PT Adhi Karya setelah memutuskan untuk mundur dari proyek ini.

Mengenai tarif, Jokowi belum bisa memastikan berapa angka yang akan dipatok untuk masing-masing penumpang. Namun dalam perhitungannya, tarif monorel akan berada di kisaran Rp 8.000 – 9.000. “Master plan transportasi Jakarta kan sudah ada, ngapain buat lagi? Jalanin, yang gampang jangan dipersulit,” ujarnya.

Secara terpisah, Direktur Utama PT Jakarta Monorail Sukmawati Syukur mengatakan akan segera melengkapi dokumen yang diminta oleh Jokowi pada akhir Februari 2013. Dari penuturannya, investor yang menggantikan PT Adhi Karya berasal dari Singapura, yakni Ortus Group. Public hearing terus digelar Jokowi sebelum menentukan nasib monorel.

Hari ini, public hearing dihadiri oleh Jokowi, Sukmawati Syukur, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ery Basworo, Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono, dan sejumlah pengamat transportasi.

Mengenai jalurnya, PT Jakarta Monorail akan menggunakan konsep yang telah dikaji sejak lima tahun lalu. Rute yang diajukan yakni green line dengan jalur Semanggi – Casablanca – Kuningan -Sudirman – Karet – Semanggi, serta blue line jalurnya Kampung Melayu – Casablanca – Karet – Tanahabang – Roxi – Mall Taman Anggrek.[Kompas]

Terkait:

2 COMMENTS

  1. Kelamaan Pak Jokowi…jangan satu dong…lebih dong biar cepat macetnya terurai…kalau pake pola lama pasti cuma satu…di keroyok dong kerjanya, coba aja lihat cara kerja pemborong jalan layang tanah abang ke kampung melayu…. satu tiang yang kerja paling 5 orang…sisanya tunggu selesai dulu…baru bangun tiang lainnya….cape deh…kalau sekali bangun 10 tiang pancang / beton pasti lebih cepat…alasan ntar biar ngak macet parah barangkali…tapi nyatanya tetap saja bikin macet…kenapa ngak sekalian saja 10 tiang beton yang dibangun sekali jalan…dasar tuh kontraktor…Bapak aja berdua kalau kerja dari pagi sampai malam…malah kadang 7 hari dalam seminggu…mereka kerjanya berleha-leha…3 shift kek tukangnya…24 jam kerja nontstop, 7 hari kerja dalam seminggu…kan cepat…Usul loh Pak…Himbau dong Pak demi rakyat, jangan mau untungnya saja yang gede, kan bisa dipercepat….Salam…Go JB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here