Puluhan Ribu PNS DKI Berpotensi Jadi Lurah-Camat

21
400

Ahok.Org – Hasil seleksi dan promosi jabatan lurah maupun camat akan diumumkan saat Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta atau pada 22 Juni mendatang.

Hal ini tentu akan menjadi kado bagi warga Jakarta serta Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo yang berulangtahun satu hari sebelumnya atau pada tanggal 21 Juni. Puluhan ribu PNS di lingkungan Pemprov DKI pun berpotensi menjadi lurah maupun camat melalui hasil seleksi ini.

“Jadi, target pak gubernur saat ulang tahun kota Jakarta, memberikan kado buat warga Jakarta dengan pejabat-pejabat yang bisa melayani dengan disiplin. Dan para pejabat yang terpilih ini juga sebagai kado buat pak gubernur juga. Kan umunya tambah setahun jadi jangan blusukan terus. Biar ada kloningannya, lurah dan camat yang nanti blusukan,” ujar Basuki T Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Jumat (8/3).

Dikatakan Basuki, dari data yang ada, puluhan ribu PNS di lingkungan Pemprov DKI berpotensi menduduki jabatan lurah maupun camat. Namun, jumlah itu tidak termasuk PNS yang menjadi guru atau tenaga kesehatan. “Ternyata potensi kita saja ada 40 ribu lebih yang memenuhi jadi lurah dan camat. PNS termasuk struktural dan fungsional, kecuali guru dan tenaga kesehatan tidak boleh karena itu kan tenaganya saja masih kurang,” katanya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Made Karmayoga membenarkan jika target seleksi jabatan lurah dan camat sudah selesai pada 22 Juni mendatang. “Pokoknya sudah ada yang dilantik pada 22 Juni. Itu targetnya,” kata Made.

Dikatakan Made, untuk seleksi awal, jika seluruh PNS berpotensi mendaftar maka jumlahnya mencapai 44.900 PNS. “Potensi kandidat camat ada 3.143 pegawai dan lurah 9.074 pegawai. Ini kalau dihitung dari syarat minimal untuk camat yakni golongan III D pendidikan S1, tapi berada di eselon IV A dan IV B. Sedangkan jumlah yang untuk Lurah itu adalah perhitungan dari golongan III B – III D dan eselon IV B,” ugkap Made.

Ditegaskan Made, meski saat ini sebagian besar jabatan camat dan lurah telah terisi, namun tetap akan dilakukan seleksi ulang. Untuk posisi camat berjumlah 44 dan lurah ada 267. “Teknisnya semua yang aktif akan ikut tes. Saat ini, jurinya belum bekerja, hanya melihat dan membicarakan potensi-potensi yang ada. Untuk pendaftaran, diperkirakan dimulai pada 1 April mendatang,” katanya

Untuk proses penyeleksian, ditambahkan Made, tahap awal akan dilakukan seleksi administrasi melalui website. Lalu, ada tahapan seleksi kesehatan jasmani dan rohani serta keterangan tidak mengkonsumsi narkoba yang dikeluarkan pihak rumah sakit. Lalu, ada juga seleksi pengetahuan umum, tes psikologi dan lainnya hingga wawancara akhir atau final.[BeritaJakarta]

21 COMMENTS

  1. Kalau alasannya ingin mengkloning Lurah Camat menjadi seperti Jokowi yang suka blusukan, maka MENURUT SAYA LELANG JABATAN LURAH DAN CAMAT BELUM PERLU.
    .
    Bikin saja peraturan : seluruh Lurah Camat harus mempunyai nomor telpon / HP, atau BBM, yang bisa dihubungi oleh warga, sama seperti yang dilakukan pak BTP.
    Jadi warga dapat mengadukan segala permasalahan langsung kepada Lurah atau Camat di wilayah tinggal masing-masing. Lurah Camat yang bersangkutan juga bisa langsung meluncur ke lokasi karena memang sudah mengetahui area kekuasaannya masing-masing.
    Lagipula Lurah Camat yang ada sekarang ini sudah paham seluk-beluk administrasi keluarahan dan kecamatan.
    Dengan mengangkat orang baru, perlu waktu lagi untuk belajar seluk-beluk administrasi kelurahan dan kecamatan.
    Terimakasih

    • Menurut saya Tujuan utama lelang jabatan ini bukan MENGKLONING gaya Pak Jokowi yang suka blusukan. Lelang Jabatan ini lebih kepada pencarian calon aparatur pemerintah yang TERBAIK untuk mewujudkan misi Jakarta Baru. Sementara bagi para Lurah dan Camat yang menjabat masa ini mereka tidak ada pilihan lain selain meningkatkan lagi efisiensi kinerja mereka kalo masih ingin duduk di kursi tersebut, nah bentuk peningkatan kinerja tersebut salah satunya bisa juga dengan cara MENGKLONING gaya Pak Jokowi. Di sisi lain dengan sistem ini budaya KKN yang selama ini terjadi di jajaran pemerintahan bisa di kurangkan.

    • Bung Jonatan, saya sependapat dengan anda kalau masalahnya itu. Mungkin maksudnya selain tersurat ada yang tersirat dalam kata-kata pak Ahok itu yang mungkin akan muncul kalau diadakan test psikologi dsbnya.

    • lelang jabatan lurah camat sangat perlu krn byk posisi ini yg diisi org lama yg sebagian adalah oknum pejabat yg tidak benar, PKL, permukiman liar dan premanisme tumbuh pesat malah sering dijadikan sapi perahan oknum lurah camat. Maka lelang jabatan lebih merupakan membuka kesempatan bagi PNS tingkat lurah & camat yg bersih seperti Gub & Wagub dan melibas oknum lurah camat yg bobrok. Majulah Jakarta

        • Pada prinsipnya saya mendukung pak J/B.
          Saya hanya memberikan sumbang saran saja.
          Untuk merubah pelayana Rumah Sakit, pak J/B tidak sampai mengganti direktur RS, sistem diperbaiki
          Untuk merubah pelayanan di Rumah Susun, pak J/B mengganti staff, dan memperbaiki sistem
          Untuk Lurah dan Camat, tentunya pak J/B juga sudah memiliki rencana yang terbaik. Sistem diperbaiki, orangnya diganti.
          Namun saya rasa tidak harus semua yang diganti. Pasti ada Lurah/Camat yang bagus juga
          Salam Jakarta Baru…..

    • Jangan-jangan Pak Jonatan ini adalah Lurah atau Camat orde Foke yg tidak ikhlas Jabatannya di lelang yaa..??
      Jangan khawatir Pak kalau bapak memang benar kerjanya pasti kepilih lagi koq, tapi kalo enggak ya selamat tinggal..

  2. bak komputer dengan spek 486 pentium, perlu sering di refresh, apalagi kalau diupgrade system nya ke versi yg lebih baru, sudah terbukti lelet, lemot bahkan cenderung menjengkelkan…

    kalau bisa diganti saja, rakyat sudah muak, birokrasi yg tidak memihak rakyat…

  3. setuju sekali…birokrasi yg sudah berjalan saat ini memng blm memihak ke rakyat…salah satu cntoh kasus;untuk minta tanda tangan lurah ,msh saja ada pihak yg menanyakan punya uang berapa??…entah apakah itu instruksi atau memang sudah prosedur…dengan lelang jabatan ini mudah2an dapat membantu problem di tingkat rakyat………serta dapat menjalankan program gubernur s/d ke tingkat paling bawah(rakyat)

  4. Mo ikut ngobrol aja:
    Menurut gua sistem seleksi ini sangat baik untuk kedepannya buat pemprov DKI karena semua terjaring dari hasil seleksi secara profesional, seperti penerimaan karyawan di perusahaan2 profesional tetapi perlu juga diperhatikan oleh pemprov DKI juga bagaimana sistem pengawasan kerja terhadap pejabat terpilih nantinya, ibarat karyawan sebuah perusahaan, setelah mereka diterim selanjutnya adalah mengawasi kinerja sang karyawan melalui kegiatan2 perhari, perminggu dan selanjutnya sehingga akan jelas apakah pegawai baru ini sdh bekerja sesuai dengan yg diharapkan, ini kalau kita lihat dari sudut pandang perusahaan yg jumlah karyawannya bisa dihitung atau tidak sebanyak jumlah calon camar atau lurah:) contoh kecil saja misalkan pejabat yg terpilih lurah menerima laporan dari masyarakat bahwa ada masalah di kampung mereka ini itu bla bla bla, apakah laporan ini juga diketahui atasannya juga misalkan camatnya? Selain itu tindakan apa yg sudah dilakukan oleh lurah? Apakah masalah terselesaikan atau tidak? Apakah semua ini ter record dengan baik sehingga manajemen pekerjaan seluruhnya diketahui dari pejabat yg paling bawah sampai paling atas sampai pak Gubernur pun mengetahui kegiatan lurah2nya.

    Pemprov perlu membangun sistem control dan laporan secara terintegrasi melalui jaringan komputer/online, contoh misalkan laporan masuk dari masyarakat di jakbar melalui sms, telpon kemudian laporan di input oleh pejabat lurah, sekali enter/save laporan tersebut langsung masuk dalam sistem integrasi, semuah pejabat memgetahui sampai ke pak Gubernur. Setelah itu status laporan ini bagaimana? Apakah sdh diselesaikan atau belum, siapa yg menyelesaikan juga perlu di update lagi sampai status laporan dinyatakan sdh selesai dan updatenya pun diketahui oleh seluruh pejabat.

    Selain itu seluruh informasi kegiatan dari msyarakat DKI dan pejabat DKI di informasikan secara online di media2 outdoor seperti di halte2, di area yg ramai dalam bentuk monitor touch screen, apabila masyarakat ingin mengetahui apa saja sih ug terjadi di Jakarta atau di RT mereka saat ini secara update bisa langsung mendapatkan informasinya.

    Sistem ini sebenarnya tidak sulit, minta saja kepada programmer dari universitas2 berbasis sistem informatika buatkan sistemnya, menggunakan sistem internet base semua bisa dengan gampang berjalan, mungkin biaya termahalnya habis di pembelian perangkat IT

    Mudah2an tidak membingungkan yaaaa…salam Jakarta Baru, semangat!

  5. “Seleksi baru”, ini baru seleksi.
    Lurah dan camat lama boleh ikut seleksi, wah kalo gak lulus dan gak keterima sakitnya gak seberapa tapi malunya itu loh, aku yakin gak sampe 5 % lurah dan camat lama yang akan lulus, he .. he.. he. Selamat pensiun aja dan bagi calon2 lurah dan camat muda usia dan berkualitas dan bermental bagus selamat datang dan semangat membangun JAKARTA BARU.

  6. Pak AHok,
    Kapan PEDESTRIAN di jakarta akan diperbaiki? Paksa lurah/camat dan beri dana untuk memperbaiki trotoar terutama di jalan2 utama. Got dibersihkan dan ditutup supaya lebar, pot2 yang tidak perlu disingkirkan. Berikan standar perbaikan trotoar seperti apa, biar lurah/camat yg mengerjakan diwilayah masing2. Malu kan di sepanjang jalan Gatot subroto, Buncit saja trotoarnya menyedihkan. apalagi jalan raya yang agak masuk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here