Basuki Pertimbangkan Dua Program Pengganti 3 in 1

4
114

Ahok – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama akan menetapkan kebijakan pengganti 3 in 1 setelah adanya ujicoba yang dilakukan pada, Selasa (5/4) besok. Pilihannya untuk mengganti 3 in 1 yakni pemberlakuan ganjil genap, atau langsung dengan sistem electronic road pricing (ERP).

“Jadi idealnya 3 in 1 harus masuk ke ganjil genap atau langsung ERP. Tapi paling ideal ERP, dapat uang untuk subsidi ke bus murah. Ini yang mau kami lakukan, pertimbangan ini sedang kami hitung,” ujar Basuki, di Balai Kota DKI, Senin (4/4).

Menurut Basuki, pemberlakuan 3 in 1 di jalan protokol saat ini sudah tidak efektif lagi untuk mengurangi kemacetan. Sebab banyak pemilik kendaraan yang menggunakan jasa joki untuk melewatinya.

“Kami menduga 3 in 1 ini sebenarnya nggak ada pengaruh karena orang-orang juga pakai joki. Sebenernya saya hapus 3 in 1 itu mau nunggu ERP, tapi lihat korban anak ini terlalu banyak yang dikasih obat tidur dan bius ini terlalu banyak,” tandasnya. [Beritajakarta]

4 COMMENTS

  1. klo masalahnya karna anak” dibius peraturan 3 in 1 aja diubah.anak kecil tidak dihitung.beres.masalah selese cpet beres.smentara cari alternatif lainnya.

  2. he..he..itukan ‘job’ nya police..kalau ada 3 in 1..maka polisi ada alasan menghentikan kendaraan..akhirnya malah nukan mengatasi kemacetan.
    Jika ‘nambah’ kerja dengan plototin ‘anak bayi’ atau balita..weleh weleh..repot bener..
    Belum lagi ..polisinya ‘segan’ jika nopol diakhiri RF seri (RFS, RFD..dsb)

    SUDAH BETUL HAPUS 3 in 1 dan gunakan RFID di setiap kendaraan..sehingga memasuki daerah tertentu…langsung terdeteksi.

    Yang sungguh mengherankan: mengapa ngga meniru Singapore…mereka adalah kota pertama di dunia yang menerapkan Electronic Road Pricing. Jika kita menggunakan sistim mereka..maka pintu tol juga ngga perlu lagi…dan semua kendaran DIHARUSKAN menggunakan RFID [bisa diperoleh saat bayar pajak tahunan] mengingat harganya sudah murah [apalagi untuk jumlah puluhan juta unit]

    Ayo p Gubernur..langsung aja..alih teknologi dari Singapore..ngga usah banyak lelang yg ujung2nya korupsi..hi..hi

  3. Tema ini (anak dibius karena ikut ibu bekerja/joki) bukannya dtang dari pihal kepolisian sekrang untuk penghapusan 3in1 ini polisi sendiri sepertinya tidak setuju (KCM), loh gimana kepolisian, kok tidak sejalan lagi. Mana Komjen Tito yang selalu mendukung arahan PakGub?

  4. idealnya emang erp.enta knp koq berenti ya?byk kendala apa emangnya?klo di indo mungkin emang sulit karna byk org yg ngakalin.apalagi sistem identitas orang,mobil,bank masi gampang di akalin.beda dgn singpor yg uda 1 identitas saling koneksi jd sulit menipu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here